Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Yanwar Hadiyanto: Dokter yang Jatuh Cinta pada Dunia Pemasaran

Monday, January 25th, 2010
oleh : Army Meidinasari

Sebelas tahun berkecimpung di industri produk, Dr. Yanwar Hadiyanto pun akhirnya memilih untuk bekerja di rumah sakit. “Industri dan rumah sakit itu berseberangan. Satu memproduksi dan yang satu pengguna. Saya bisa seeing both side of the world. Makanya saya mau pindah perusahaan,” ujarnya.

Lulus kuliah, Yanwar masuk ke Johnson & Johnson. Di perusahaan ini ia menjadi clinical researcher pertama di Indonesia. “Tugas saya adalah melakukan atau memonitor satu penelitian untuk satu senyawa obat yang baru diteliti pertama kali pada manusia,” ungkap Yanwar. Kurang lebih dua tahun setelah selesai melakukan penelitian, Yanwar dipromosikan untuk menjadi medical manager yang membawahi produk narcotic analgesic. Saat menjabat sebagai manajer medis itulah Yanwar tertarik dengan dunia pemasaran.

Melalui kepedulian manajemennya saat itu, Yanwar mendapatkan ilmu yang sangat banyak mengenai bidang pemasaran. Ia diikutkan ke berbagai pelatihan serta seminar baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2004, ia pun diangkat menjadi direktur marketing Jassen-Cilag, anak perusahaan Johnson & Johnson yang bergerak di bidang farmasi.

Tiga tahun setelah diangkat, Yanwar pun mendapatkan panggilan untuk bekerja di RS Pondok Indah. Tawaran itu langsung disambutnya karena ia melihat banyaknya kesempatan untuk lebih berkembang di perusahaan yang baru. “Saya bekerja bukan semata-mata untuk salary, tetapi lebih pada personal growth,” ujar ayah dari Ariel (2). Dan, hingga kini kariernya di RSPI terus berlanjut, dan dia menduduki posisi sebagai chief of business marketing & consumer management. Sebagai pemasar di rumah sakit, tentunya ia memiliki strategi berbeda. Menurutnya, marketer di rumah sakit tidak boleh terpisah dengan aspek operasional. “Kalau di sini sifatnya service itself. Pasien yang puas dengan pelayanan, akan menyebarkannya kepada orang lain. Itulah strategi promosi yang dilakukan oleh RSPI” tutur kelahiran 16 Januari 1969 ini.

Dalam perjalanan kariernya, Yanwar sangat berterima kasih kepada pihak manajemen Johson & Johnson serta RSPI. Mereka banyak membantunya untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Dirinya bisa sampai seperti ini hanya bermodalkan tiga hal: suka berbahasa Inggris, lulus sarjana kedokteran, dan keuletan dalam bekerja. Obsesinya ke depan adalah ingin memberikan kontribusi yang terbaik di organisasinya. “Dengan memberikan kontribusi yang terbaik, kita pun akan mendapatkan pelajaran baru dan terus berkembang menjadi pribadi yang baik,” ia mengungkapkan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s