Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Terus Melompat Makin Tinggi Via Diferensiasi

Vol.7 No.1, Agustus 2007

Sukses yang didulang oleh PT.SOHO dalam pasar obat alami membuat beberapa perusahaan farmasi lain tergiur mengikuti langkahnya.
Saat krisis moneter melanda Bumi Per­tiwi pada 1998, banyak perusahaan farmasi terutama PMDN kembang-kem­pis. Nilai kurs dolar yang melambung mem­buat biaya produksi obat branded ge­neric menjadi sa­ngat mahal. Betapa ti­dak? Hampir 90% bahan baku obat tersebut diimpor dari luar negeri. Tak hanya itu, daya beli ma­syarakat yang kian menurun, juga turut membuat beberapa ‘pe­main’ farmasi lo­kal ini bak hidup se­gan mati tak mau. Salah satunya adalah PT. SOHO Industri Pharmasi yang umur­nya lebih dari sete­ngah abad.
Di tengah kondisi seperti itu, PT. SO­HO berpikir ulang untuk terus maju dalam kan­cah persaingan obat branded generics. Se­ba­gai industri farmasi skala me­ne­ngah, PT. SOHO merasa berat berperang secara frontal dengan perusahaan farma­si raksa­sa, apalagi kondisi pasar saat itu sudah sa­ngat jenuh. Makanya persis setelah krisis, PT. SOHO membulatkan te­kad menjalankan strategi baru dengan meng­ubah haluan bisnisnya. PT. SOHO mencoba men­cari peruntungan melalui pe­ngem­bang­­an obat yang berasal dari ba­han alami.
“Seperti yang dikatakan oleh Jack Trout dalam bukunya yang berjudul: Dif­fe­rentiate or Die, Survival in Our Era of Kil­ler Competiton, maka PT. SOHO mela­ku­kan Dif­ferentiate to Stand Out from Your Competition. Jadilah PT. SOHO mela­ku­kan diferensiasi dengan selain memproduksi produk mee too yang berbasis ki­mia, juga berdedikasi penuh memproduksi dan me­masarkan obat berbasis alami di pasar re­sep maupun OTC. Langkah ini membuat PT. SOHO menjadi satu-satunya perusaha­an farmasi yang memiliki positioning ber­be­da dengan perusahaan farmasi lain,” ujar dr. Hindriato Lukas, yang merasa ber­untung karena strateginya ini didukung pe­nuh oleh managemen PT SOHO.
Lebih lanjut pria yang kini tengah menjabat sebagai Company Head PT.SOHO ini mengatakan, sebenarnya sebelum krisis, PT.SOHO telah mempunyai produk yang berasal dari alam seperti Curcuma® ta­blet, Curcuma Plus® sirup, dan Matovit®. Ke­tiga obat ini dipasarkan melalui dokter atau diresepkan. Namun menjelang ta­hun 2000, PT.SOHO sepakat akan fokus pada produk obat berbahan alami ini. “Se­lain bahan bakunya murah dan harga­nya stabil karena berasal dari dalam ne­ge­ri, saat itu pemain di bidang ini juga ma­sih sangat jarang. Bisa dibilang, PT. SOHO perusahaan farmasi swasta pertama dan satu-satunya yang merambah pa­sar resep obat alami,” tegas Lukas lagi.

Pioneer dan Trendsetter Obat Alami di Pasar Resep dan OTC
Agaknya strategi dan langkah yang di­tempuh PT.SOHO cukup jitu untuk me­ning­katkan performa perusahaan. Stra­te­gi ini tak hanya mampu membuat PT. SO­HO melompat lebih tinggi, tapi juga bisa menancapkan ‘taring’nya di pasar resep dan mengulang kembali masa suksesnya, seperti pada era 1970-an. Ini terlihat dari hasil badan riset pasar bebas internasio­nal (IMS survey) yang menunjukkan, PT. SO­HO merupakan perusahaan farma­si yang memiliki pertumbuhan tercepat di­an­tara  perusahaan besar farmasi lainnya di Indonesia, sejak tahun 2000 hingga se­karang .
Sukses yang didulang oleh PT.SOHO itu lantas membuat beberapa perusaha­an farmasi lain tergiur mengikuti langkahnya. Belakangan mulai banyak perusaha­an farmasi yang mulai memproduksi dan meramaikan pasar resep obat alami. Mes­ki demikian, kekuatan produk berbasis alami milik PT.SOHO sebagai trendsetter masih belum terkalahkan. Sebut sa­ja Curcuma®, Matovit® , Oste®, Curliv®, Im­boost®, dan Curvit CL Emulsion® di pa­sar resep dan Diapet, Curcuma Plus Emul­­sion, Laxing di pasar OTC. Kesemua produk ini tetap menjadi nomor satu di antara produk sejenis di pasaran.

Keputusan Tepat di Waktu yang Tepat
Keberhasilan PT. SOHO merajai pasar resep obat alami di Tanah Air bukan tan­pa perjuangan. Sejak memantapkan niat untuk terjun ke ‘lembah’ natural tersebut, PT. SOHO berupaya keras menciptakan pa­sar. Maklum saja, saat itu obat alami yang banyak dikenal dan beredar adalah jamu. Sementara obat alami yang dibuat secara berkualitas lengkap dengan berbagai penelitian pra-klinis dan klinis masih be­lum ada. Maka sebagai langkah awal, PT. SOHO memperkenalkan dan mema­sar­kan obat alami mereka melalui dokter.
“Dulu di pendidikan kedokteran belum diajarkan tentang complementary and al­ter­native medicine (CAM). Maka kami be­kerja sama dengan perhimpunan-perhimpunan kedokteran mengadakan berbagai simposium dan seminar dengan menda­tang­kan pakar dari dalam dan luar negeri untuk memberikan pengetahuan tentang CAM ini. Sejak itu, para dokter mulai me­resepkan Curcuma®, Matovit®, Oste®, Im­boost® dll untuk mempercepat kesem­buh­an pasien,” kata Lukas .
Keputusan PT.SOHO untuk beralih ke alam, ternyata seiring dengan tren “back to nature” yang tengah berlangsung di ne­ga­ra-negara barat. Ilmu tentang CAM mu­lai gencar dikaji dan dipelajari, bahkan te­lah masuk dalam topik buku dewanya ke­dokteran, Current Medical Diagnosis and Treatment. Indonesia yang notabene ilmu kedokterannya berkiblat ke negara tersebut mau tak mau juga turut terpengaruh. Tak ayal bila kini dokter Tanah Air mulai ba­nyak yang melirik CAM.
Kondisi tersebut tentunya sangat me­ng­untungkan PT. SOHO sebagai pioneer obat alami. Ini terbukti banyak produk obat alaminya yang sukses di pasar re­sep dan menjadi produk unggulan.
Kekuatan PT. SOHO pada obat resep alami ini ternyata menjadi sangat meng­untungkan pada tahun 2006. Saat itu ber­­gulir kebijakan penurunan harga be­sar-besaran dari branded generics. Tapi hal ini tidak begitu mempengaruhi PT. SOHO, bahkan kian memperkokoh per­usa­­haan ini. Hal ini berbeda sekali de­ngan beberapa perusahaan farmasi lainnya yang rerata kesulitan memacu pertumbuhannya.

Terus Berdiferensiasi dan Berinovasi
Meskipun saat ini persaingan dan kom­­petisi obat alami mulai ramai, namun PT. SOHO tetap percaya diri dan malah me­rasa diuntungkan. Untuk tetap me­nang, PT. SOHO tak berhenti berinovasi. Berbagai produk baru telah dikembang­kan. Misalnya saja, Imboost Effer­ves­cent, satu-satunya formula effervercent echinaceae yang ada di Asia. Selain itu, baru-baru ini PT.SOHO juga telah meluncurkan produk obat alami teranyar mereka yaitu Asthin® Force. Asthin® Force mengandung astaxanthin yang merupa­kan antioksidan terkuat dan teraman ka­re­na tidak memiliki efek prooksidan.
Untuk bisa melahirkan produk-produk unggulan tersebut, selain memiliki bagian R & D  yang cukup handal, PT. SOHO juga tak segan-segan bekerja sama dengan lem­baga penelitian dan universitas terkemuka, baik di Tanah air maupun luar ne­ge­­ri. Misalnya saja dengan Universitas Ga­­jah Mada, Balai Penelitian Tanaman Obat & Aromatik Bogor, Phytohealth, Tai­wan,  University of Western Sydney, Aus­tra­lia dan Institute of Natural Medicine di Toyama, Jepang .

Manajemen SDM Kuncinya
Selain melakukan inovasi produk, PT. SOHO juga mematangkan perusahaan dengan melakukan pembenahan di se­ga­la sisi perusahaan, terutama SDM. PT. SO­HO menerapkan sistem modern, Ba­lance Scored Card, di semua level per­usahaan dan langsung diawasi oleh asisten Kaplan dan Norton, pencipta konsep tersebut. Kon­sep ini mengajarkan, agar menyeim­bang­kan antara perspektif finansial, perspektif pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuh­an.
Penerapan sistem modern tersebut ten­tu saja berdampak pada prestasi kar­ya­wan PT. SOHO. Menurut survei Majalah Swa edisi Juli 2007, tingkat pengetahuan produk dari medical representative (med­rep) PT. SOHO menduduki peringkat ke­dua. ”Kami memang mewajibkan para med­rep menjalani pelatihan product know­­ledge waktu pertama kali masuk se­la­ma 3 minggu. Selanjutnya tiap kwartal dan se­mester juga dilakukan evaluasi pro­duct knowledge. Selain itu mereka ju­ga di­ha­rus­kan menghapal dan membaca buku Current Medical Diagnosis and Treat­ment yang terkait dengan produk yang mereka pasarkan,” jelas Lukas.
Bagi karyawan yang berprestasi baik tentu mendapatkan reward yang sepadan. Evaluasi product knowledge juga men­jadi salah satu kriteria untuk promosi fied for­ce ke jenjang yang lebih tinggi. Tak ayal bi­la PT. SOHO akhirnya menduduki per­ingkat 3 sebagai Perusahaan Ter­nya­man dan Ter­baik 2007 dari ketegori Ma­nu­­factur­ing­/Pro­duction Company, berda­sar­kan hasil sur­­vei Employer of Choice oleh Hay Group pa­da majalah Swa edisi April 2007.

(Arnita)
Taken from : /rubrik/one_news_print.asp?IDNews=551 | 1801 hits

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s