Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Lompatan Besar SOHO

Kamis, 05 Februari 2009
Oleh : Harmanto Edy Djatmiko

Hanya dalam lima tahun, Grup Soho mampu merangsek dari peringkat 13 menjadi peringkat 3 di industri farmasi yang amat ketat persaingannya. Lompatan-lompatan besar apa yang dilakukan perusahaan beromset Rp 1,2 triliun ini?

Siang itu, Rabu 21 Januari 2009, Andreas Halim Djamwari, Presiden Direktur Grup Soho, tampak ceria menyambut kedatangan tim SWA di markasnya, Jl. Pulo Gadung 5, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ruang kerjanya bersahaja, berbentuk bilik memanjang. Di dinding, selain ada dasi yang tergantung sekenanya, juga dipenuhi bagan berpigura yang berisi berbagai program dan kebijakan perusahaan. Ya, di ruang itulah berkantor “lurah” perusahaan beromset Rp 1,2 triliun yang kini menyandang predikat sebagai raksasa baru di industri farmasi. “Dulu, waktu masih di Gunung Sahari, kantor kami jauh lebih sederhana lagi,” ujar sarjana biologi lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini.

Didampingi tiga anggota direksi lainnya, mereka dengan lancar bertutur tentang perjuangan Grup Soho hingga akhirnya mampu menjadi sebesar sekarang. Namun, berbincang dengan para petinggi Grup Soho itu, jangan harap Anda dengan mudah bisa merumuskan kehebatan orang-orang hebat ini. Padahal, di bawah kepemimpinan merekalah, Grup Soho mampu melejit dari peringkat ke-13 (tahun 2003) menjadi peringkat ke-3 (2008). Ya, hanya butuh lima tahun, kelompok usaha ini mampu melonjak 10 peringkat di industri yang terkenal sangat ketat persaingannya itu. “Peringkat ketiga? Itu bukan kami yang bilang lho. Itu kan statement dari SWA. Soho belum sebesar itulah…” kata Andreas, sangat hati-hati. Padahal, SWA mengutip data itu dari IMS, perusahaan riset independen yang khusus melakukan riset di industri farmasi.

Soal keberhasilan Soho, mereka selalu mengatakan, perusahaan yang mereka pimpin memang menyimpan bakat besar untuk tumbuh, berkembang dan siap menghadapi keadaan tersulit. Dan itu, ditandaskan Andreas, bukan karena kehebatan jajaran direksinya, melainkan karena didukung budaya perusahaan yang kuat, mudah dicerna dan diterapkan oleh para karyawannya. Misalnya, pentingnya kerja keras, hemat, pantang menyerah, dan selalu terbuka terhadap hal-hal baru. Selain itu, entitas bisnis ini juga memiliki tradisi entrepreneurship yang kuat, bukan cuma pemiliknya, tapi juga pada diri karyawannya.

Terdengar basa-basi, memang. Namun, fakta bahwa perusahaan ini telah teruji tetap eksis selama puluhan tahun, bahkan belakangan berkembang amat pesat, kata-kata itu ada benarnya juga. Perusahaan ini didirikan oleh Tan Tjhoen Lim sejak 1946 dan mampu melewati masa berat perekonomian dan bisnis di negeri ini. Masa sulit dihadapi pula oleh Tan Eng Liang, generasi kedua yang menerima estafet perusahaan pada 1997, ketika berkecamuk krisis kawasan.

Di tengah deraan krisis, Tan Junior pun bergerak cepat. Ia bertekad, meskipun situasi amat berat, Grup Soho tak boleh berpuas diri dengan hanya mampu bertahan, melainkan harus tumbuh dan melakukan lompatan besar. Sarjana fisika lulusan Jerman ini kemudian merekrut para profesional yang tak sekadar pintar, tapi yang lebih penting lagi adalah memiliki visi dan nilai-nilai yang sama dengan yang dianut dirinya dan perusahaannya. Ya itu tadi: kerja keras, hemat, pantang menyerah, serta terbuka terhadap perkembangan baru di dunia bisnis dan manajemen ataupun teknologi. Tan memang selalu menyebut dua hal paling penting untuk membangun bisnis: sumber daya manusia dan informasi.

Di tingkat operasional, visi itu dijabarkan dengan menggalakkan budaya hemat dan konservatif dalam setiap uang yang dikeluarkan perusahaan (1997-1998). Namun, untuk hal yang krusial, ia tak mau main-main. Misalnya, ketika perusahaan lain di negeri ini kala itu masih mikir-mikir untuk menerapkan teknologi informasi (TI), Tan Eng Lian justru tak mau setengah-setengah dalam penerapan TI di kelompok usahanya. Dengan landasan itulah, Soho kemudian melakukan lompatan besar. Yakni, menjadi pionir di industri farmasi yang menggunakan bahan baku alami (herbal) seperti temulawak, daun jambu biji, dan lainnya. Hebatnya lagi, Soho berhasil meyakinkan produk-produk herbal ini kepada para dokter. Bersamaan dengan itu, Soho mulai terjun di bisnis obat bebas (over the counter/OTC) dengan meluncurkan produk konsumen dengan merek-merek yang belakangan sukses besar di pasar seperti Curcuma Plus, Diapet, Fitkom, dan Lelap. Lompatan selanjutnya, sejak 2005, Soho menerapkan Balance Scorecard dalam sistem manajemen perusahaan

Tan Eng Liang dan Andreas paling sering mengungkapkan, SDM adalah segala-galanya bagi Soho. Dan hal itu diterjemahkan dengan cara yang simpel tapi menyenangkan. Untuk membangkitkan motivasi, misalnya, perusahaan mengajak para karyawan jalan-jalan ke Bali. Belum lama ini, perusahaan malah membagi-bagikan duit Rp 1 juta kepada seluruh karyawan, mulai dari presdir hingga tukang sapu.

Kepercayaannya yang begitu besar atas potensi karyawan juga diungkapkan melalui lomba membuat merek produk. Merek-merek yang kini berkibar di pasar – seperti Diapet, Lelap dan Fitkom – semuanya dijaring dari ajang ini. Jadi, merek-merek hebat tersebut adalah murni ciptaan karyawan Soho sendiri, bukan pesan kepada konsultan atau ahli merek.

Melihat rekam jejak perusahaan ini dan kultur yang dibangunnya selama puluhan tahun, “mimpi” pemiliknya bahwa untuk lima tahun ke depan Soho ditargetkan mampu membukukan omset Rp 10 triliun, tampaknya bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Sebab, mengacu pada pemikiran Jim Collins, penulis buku legendaris Built to Last dan Good to Great, Grup Soho memiliki karakteristik perusahaan hebat yang berhasil menundukkan berbagai tantangan zaman yang dilewatinya.

Menurut Coolins, di tengah krisis dan masa tersulit, perusahaan yang dikategorikan hebat (great) tetap memiliki nilai-nilai yang kuat, talenta-talenta terbaik, serta ditopang orang-orang yang memandang posisi di perusahaannya sebagai tanggung jawab, bukan sebagai pekerjaan. Karakteristik seperti inilah, yang paling tidak, cukup terlihat di Soho.


URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=8640

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s