Category: IMUNOLOGI

Peran sel T CD8+ dalam kontrol infeksi HIV

Sebenarnya artikel kayak ginian ada banyak banget di Nature. Tapi kalo baca jurnal Nature udah kecapean duluan. Review-nya panjang, bahasanya susah. Jadi paling mentok 1 halaman sudah capek.  Continue reading “Peran sel T CD8+ dalam kontrol infeksi HIV”

Advertisements
Leukemia, limfoma, dan myeloma

Leukemia, limfoma, dan myeloma

Last update: May 28, 2018

Mari kita lihat tumor pada sistem imun.

Definisi

Leukemia berkembang di sumsum tulang. Ada sejumlah jenis leukemia yang berbeda. Tipe yang utama yaitu:

  • leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic leukemia, ALL)
  • leukemia myeloid akut (acute myeloid leukemia, AML)
  • leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia, CLL)
  • leukemia myeloid kronis (chronic myeloid leukemia, CML).

Selanjutnya, ada subtipe dari masing-masing jenis leukemia ini. Continue reading “Leukemia, limfoma, dan myeloma”

Klorokuin untuk sepsis

Sepsis adalah kondisi medis serius di mana terjadi inflamasi di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi. Sepsis disebut juga dengan systemic inflammatory response syndrome (SIRS), merupakan kondisi mengancam jiwa dan paling menyebabkan kematian di  bangsal ICU. Infeksi bakteri merupakan penyebab utama sepsis. Sepsis secara patologi dimediasi oleh sekresi berbagi sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor (TNF) dan high mobility group box 1 (HMGB1) dari sel-sel imun. Continue reading “Klorokuin untuk sepsis”

Mekanisme inflamasi

Inflamasi, sebuah kata yang selama ini kita dengar tidak jauh dari istilah calor, dolor, rubor, tumor atau nama lainnya adalah heat, pain, redness, dan swelling. Pada bab ini akan dieksplorasi bagaimana inflamasi merupakan bagian integral pertahanan tubuh terhadap serangan mikroba atau cidera. Pertama akan dipaparkan tentang inflamasi akut, yang erat kaitannya dengan sistem pertahanan. Dilanjutkan dengan inflamasi kronis, reaksi yang berkepanjangan, yang malah menjadi biang pada penyakit tertentu misal kanker, diabetes, Alzeimer, dll. Continue reading “Mekanisme inflamasi”

Sistem Imun – Sel Natural Killer

 

Deskripsi:
Sel pembunuh alami atau NK cells adalah sel limfoid, diturunkan dari sel batang sunsum tulang, yang berkaitan dengan limfosit T.

Sel NK tidak mengekspresikan reseptor sel T (TCR), dan tidak mengekspresikan antigen CD3, CD4 atau CD8 namun mereka mengekspresikan antigen CD16. Sel NK diklasifikasikan sebagai Limfosit Granular Besar (LGL).

Sel NK memiliki sedikit aktivitas fagositik, namun mereka dapat melakukan aktivitas sitotoksik/sitolitik terhadap berbagai patogen, melawan sel inang yang terinfeksi dengan virus atau bakteri tertentu (misalnya Listeria monocytogenes) atau melawan tumor tertentu; lebih lanjut, sel NK dapat dirangsang untuk mengeluarkan sitokin, termasuk gamma interferon.

Sel NK dapat berikatan dengan sel target (misanya sel yang terinfeksi virus) dengan reseptor CD16 – CD16 berikatan dengan bagian Fc dari antibodi yang akan berikatan dengan sel target.

Silsilah sel darah

Alternatifnya, berikatan dengan sel target dapat terjadi dengan cara independen antibodi – reseptor sel NK berikatan langsung dengan ligan di sel target.

Aktivitas membunuh sel NK tampak melibatkan pelepasan perforin dan granzim yang menginduksi apoptosis pada sel target.

Sel NK dapat menyerang sel inang yang terinfeksi virus yang tidak menunjukkan antigen viral, terkait dengan molekul MHC kelas 1, di permukaan sel; sel demikian tidak secara normal menjadi target sel T sitotoksik CD8+ yang terbatas pada MHC kelas 1. Sel NK tidak terbatas pada MHC kelas 1; faktanya, molekul kelas 1 menghambat aktivitas membunuh sel NK. Peran sel NK tampak berguna dimana banyak virus mampu menghambat antigen viral yang terkait MHC kelas 1 di permukaan sel.

Aktivitas membunuh sel NK dirangsang oleh sitokin tertentu, termasuk interleukin 12.

Aktivasi dan penghambatan reseptor sel pembunuh alami (NK)

Referensi

Anonim.2010, Sel NK, http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_NK, diakses tanggal 13 September 2012
Anonim.2010, Sel Pembunuh Alami, http://www.faktailmiah.com/2010/10/09/sel-pembunuh-alami.html, diakses tanggal 13         September 2012

Oleh:

Nama : Era Christianna Sianipar
NIM    : G1F011065