Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan


Leave a comment

Imodium untuk Diare

Forskolin-and-DiarrheaSuatu pagi di hari Jumat yang penuh barokah, kawan mengirim pesan via watsap:

Kawan : Mas, punya obat diare ngga ya mas. Maturnuwun

Saya : Ada pak, saya ke Sentan sekarang.

Siangnya abis sholat jumat, ketemu lagi dan dia bilang:”Wah mandi (manjur) betul ya obatnya. Cuma minum satu, ni udah ga diare lagi” dengan gayanya khas Purwokerto Banyumas.

Jadi pagi itu saya beri obat namnya Lopemin 1 mg yang isinya tak lain adalah loperamid. Di Indonesia, obat ini lebih populer dengan nama Imodium dari Jassen cilag.  Continue reading

Advertisements


Leave a comment

Penggunaan obat off-label

Saat ini informasi pendosisan, keamanan, dan efikasi untuk pediatrik dari obat dewasa sangatlah terbatas. Penggunaan obat off-label terjadi pada pasien rawat jalan, juga rawat inap. Penggunaan off-label berarti penggunaan obat diluar indikasi label yang disetujui. Hal ini termasuk penggunaan obat untuk pengobatan penyakit yang tidak tertuis di label dari pabrik, penggunaan diluar rentang usia yang tertera, penggunaan dosis diluar rentang yang direkomendasikan, atau berbeda rute penggunaan.

Kata kuncinya: Obat off label bisa digunakan ketika tidak ada alternatif, namun klinisi harus merujuk pada studi yang ada dan laporan kasus untuk informasi keamanan, efikasi, dan pendosisan.

Referensi:

Vella-Brincat J, Macleod AD. Haloperidol in palliative care. Palliat Med. 2004;18:195–201.

American Pain Society. Principles of Analgesic Use in Treatment of Acute Pain and Cancer Pain, 6th ed. Glenview, IL: American Pain Society, 2009.

McCaffery M, Pasero C. Pain: Clinical Manual, 2nd ed. St. Louis, MO: Elsevier Mosby, 1999.


Leave a comment

Faktor-faktor penentu pendosisan glukokortikoid

Daniel E Furst, Kenneth G Saag

Glukokortikoid alami dan sintetis (juga disebut steroid) dapat digunakan untuk berbagai gangguan. Agen ini yang paling sering diberikan dalam dosis farmakologis untuk mengelola kondisi yang memerlukan penekanan inflamasi. Steroid kadang digunakan untuk menegakkan diagnosis dan penyebab sindrom Cushing, dan untuk penggantian hormon pada insufisiensi adrenal dan hiperplasia adrenal kongenital. Continue reading


Leave a comment

Fakta Indometasin

  1. Hanya ada satu produk di Indonesia yang mengandung indometasin yaitu Dialon (PT Eisai Indonesia).
  2. Menurut AGS 2015 Beers List (hal 2236), indometasin adalah agen yang paling memberikan adverse effect pada CNS dibanding NSAID lainnya, sehingga hindari penggunaannya pada geriatri. Kekuatan rekomendasi: Kuat.
  3. Efek pada CNS meliputi: sakit kepala, dizziness, drowsiness, gannguan mood, dan kebingungan.
  4. Efek ini kemungkinan dikarenakan indometasin mampu menembus blood-brain barrier (sawar darah otak).
  5. Rasa pusing bisa mempengaruhi kinerja tugas-tugas yang membutuhkan keahlian/konsentrasi tinggi (misalnya mengemudi).
  6. Indometasin memiliki kekerabatan dekat dengan sulindak, namun sulindak tidak ada di Indonesia. Mereka sama-sama dalam golongan Asam arilalkanoat. Sulindac (pro-drug), an analog of indomethacin, is unique among the NSAIDs in not inhibiting prostaglandin synthesis in the kidneys. So, it may be one of the safest drugs for treating osteoarthrosis in older people.
  7. NSAID pada umumnya memiliki aktivitas anti-inflamasi, analgesik, antipiretik. Indometasin menduduki posisi berikut dalam aktivitas anti-inflamasi: indomethacin > diclofenac > piroxicam > ketoprofen > lornoxicam > ibuprofen > ketorolac > acetylsalicylic acid
  8. Untuk aktivitas analgesik, indometasin 6x lebih lemah dibanding diklofenak (uji pada tikus dii-induksi phenyl benzoquinon). It has about 10 times the analgesic potency of aspirin. 
  9. Indomethacin has more potent antipyretic than either aspirin or acetaminophen, 
  10. Indomethacin should not be used by children <14 years and during pregnancy.
  11. Berdasarkan klasifikasi selektivitas COX, indometasin lebih selektif ke COX-1
  12. Indomethacin is mainly used for acute gout and osteoarthritis. Ankylosing spondylitis responds better to a particular NSAID like indomethacin. It is probably related to its stronger inhibition of prostaglandin synthesis.
  13. Indomethacin, oxaprozin, aspirin, ibuprofen, naproxen, and sulindac have comparable efficacy in the treatment of rheumatoid arthritis (RA).
  14. Efek samping pada kardiovaskuler: Naproxen < Celecoxib < Piroxicam < Ibuprofen < Meloxicam < Indomethacin < Diclofenac < Rofecoxib (at doses more than 25 mg)
  15. Relative risks of gastrointestinal complications: Medium Risk.

Semoga bermanfaat. Selamat pagi


Leave a comment

Applied Therapeutics

Tugas kita tinggal membaca dan memahami. Sudah sampai halaman berapa???

12791011_1701344626781229_2758735125899016878_n

BUku terdiri dari 19 section, disebar menjadi 105 chapter, diperkaya dengan 860 studi kasus, dan 850 tabel. Jumlah halaman utama sebanyak 2433, jika dibagi menjadi 365 hari, per hari kenanya 7 halaman. Monggo bpk/ibu.

Sampel chapter, bisa dilihat di sini

Edisi 9 sama 10 bagusan mana? Sama-sama bagus. Edisi 9 dengan layout lbh sederhana tidak kalah dengan edisi 10 dengan layout yg lbh rapi dan beberapa chapter dibuat extended. TInggal kembali ke selera masing2, bagi yg sudah terbiasa pakai edisi 9 tidak usah khawatir dg kehadiran edisi 10. Isi tidak jauh berbeda.

Harga bagaimana? Lebih mahal edisi 10, hampir 2x lipat. Edisi 10 lebih mahal juga dikarenakan file2 tambahan seperti video, dan konten yg terhubung ke internet (lebih lengkap).

Cara beli pernah sy coba, pesan melalui Toko Buku di FK UGM (lokasi di perpus FK), nanti mereka akn mencarikannya. Cara kedua, bisa minta pesankan ke teman yg ada di luar negeri, lalu dikirim ke Indonesia.

Buku edisi 9 file-nya bertebaran di internet.. sambil menunggu hardkopi datang, kita bs mencicil baca dg mencetak/print 1 bab, selesai dibaca, cetak bab selanjutnya. Membeli buku hardkopi atau membaca dari ebook gratis, yg membedakan utk negara kita adalah demi penjagaan semangat. Dg membeli buku hardkopi bisa lbh semangat, “sudah berjuta2 rupiah nih uang sy keluarin, masak ga sy baca”.