Category: English

Contoh hasil review Talk 4

So, what people were saying to me
about the cause of cancer, sources of cancer,
or, for that matter, why you are who you are,
didn’t make sense.

Apa Jadi yang dikatakan orang ke orang-orang pada saya   *
tentang penyebab kanker, sumber kanker,
atau dalam hal apapun misalnya,   *
kenapa Anda adalah diri Anda,   *
itu tidak masuk akal (bagi saya).

So, let me quickly try and tell you why I thought that ¶
and how I went about it.

Izinkan Saya saya ceritakan menceritakan alasan pada Anda   *
kenapa saya berpikir begitu demikian   *
dan bagaimana saya melakukannya.

So, to begin with, however,
I have to give you a very, very quick lesson
in developmental biology,
with apologies to those of you who know some biology.

Untuk memulainya memulai cerita ini,   *
saya harus memberi Anda   *
pelajaran singkat ini   *
tentang biologi perkembangan,
mohon maaf kepada Anda bagi para hadirin   *
yang sudah tahu biologi.

So, when your mom and dad met,
there is a fertilized egg,
that round thing with that little blip.
It grows and then it grows,
and then it makes this handsome man.

Ketika ibu dan bapak ayah Anda bertemu,   *
ada telur yang telah dibuahi,
benda bulat dengan sedikit bercahaya yang berkedip itu.   *
Ia tumbuh dan tumbuh semakin besar,   *
kemudian menjadi pria yang tampan ini.

So how did his nose become his nose, his elbow his elbow,
and why doesn’t he get up one morning
and have his nose turn into his foot?

Lalu bagaimana Bagaimana hidung hidungnya jadi hidung,   *
lengan lengannya terbentuk jadi lengan,   *
dan mengapa ketika dia bangun pagi   *
hidungnya tidak berubah menjadi kaki?

It could. It has the genetic information.
You all remember, dolly,
it came from a single mammary cell.
So, why doesn’t it do it?

Bisa saja. Sel memiliki   *
informasi genetik yang sama,
Anda semua ingat (domba) domba dolly   *
yang berasal dari sel mammae kelenjar susu tunggal.   *
Jadi Mengapa mengapa itu tidak terjadi?   *

And so, the question I raised before
becomes even more interesting if you thought about
the enormity of this in every one of your bodies.

Dan Pertanyaan pertanyaan yang saya ajukan tadi,   *
sangat menjadi lebih menarik jika lagi   *
kalau Anda berpikir pikirkan   *
betapa banyaknya sejumlah jumlah ini sel   *
di setiap tubuh Anda.

Now, the dominant cancer theory would say
that there is a single oncogene
in a single cancer cell, and it would make you
a cancer victim.

Teori Kanker kanker yang Dominan dominan mengatakan   *
bahwa ada onkogen tunggal
dalam sel kanker tunggal, dan membuat   *
yang akan menjadikan Anda   *
korban penderita kanker.   *

>> Kembali ke Halaman Utama

Advertisements

Contoh hasil review Talk 3

No one will ever pay you
what you’re worth.

Orang tidak Tidak akan ada orang yang   *
akan membayar 
sesuai nilai Anda sepantasnya.   *

And you control their thinking,
not like this,
although that would be cool.
(Laughter)
That would be really cool.

Dan Anda mengatur pikiran mereka,
tidak seperti ini,
meskipun itu keren,.   *
(penonton tertawa) (Tertawa)   *
Itu akan sangat Sangat keren.   *

Instead, like this:
clearly defining and communicating
your value are essential
to being paid well for your excellence.

Tapi Melainkan, seperti ini:   *
menjelaskan dan menyampaikan Dengan dengan jelas menguraikan dan   *
bahwa menjelaskan nilai Anda berharga sangat penting   *
agar untuk dibayar setara dengan nilai Anda.   *

>> Kembali ke Halaman Utama

Contoh hasil review Talk 2

There are over 2 billion school-aged
individuals living in the world today.
That’s more young people than any
other time in human history.

Ada lebih dari 2 miliar individual anak   *
usia sekolah di dunia ini sekarang.
Jumlah ini lebih banyak generasi mudanya muda terbesar   *
dibanding masa lain dalam sejarah manusia.   * –> “Individual” is correct, but dalam bahasa Indonesia we would have said “2 milyar anak”. Go with the most natural sounding translation!

One well articulated idea
can reach and inspire millions.
That’s why TED’s youth
and education initiative, TED-Ed,
has created a program
that’s dedicated to sparking
and celebrating the best ideas
of young people around the world.

Satu ide yang disampaikan dengan baik 
bisa menggapai mencapai dan menginspirasi jutaan orang.   *
Ini Inilah mengapa kenapa inisiatif TED untuk   *
pemuda dan pendidikan TED, TED-Ed,   *
telah membuat program   *
yang ditujukan bertujuan untuk mencetuskan   *
dan merayakan ide-ide terhebat
dari generasi muda di seluruh dunia.   *

“The essence of TED-Ed was to create
more confident individuals.”

“Inti dari TED-Ed “TED-Ed adalah bertujuan untuk menghasilkan   *
individual individu yang lebih percaya diri. ”   *

It supports students in identifying
their passions,
learning public speaking skills,
connecting with a global
network of classrooms,
and sharing student ideas
in the form of short, TED-style talks.

Program ini membantu pelajar
dalam menemukan passion minat mereka,   *
melatih belajar keterampilan berbicara   *
di depan umum,
menghubungkan mereka dengan
kelas-kelas jaringan global pelajar di seluruh dunia,   *
dan membagikan ide pelajar mereka   *
dalam bentuk gaya TED talks yang pendek.   *

Participating students and teachers gain
access to a free and flexible curriculum
they can use to start a TED-Ed Club
at their school.

Para Pelajar pelajar dan guru yang berpartisipasi   *
memperoleh mendapat akses ke   *
kurikulum bebas dan fleksibel   *
yang bisa digunakan untuk memulai
TED-Ed Club di sekolah mereka.

Each suggested meeting uses TED Talks
to help students engage
in critical thinking exercises
and gain invaluable presentation skills.

Tiap Setiap pertemuan menggunakan TED Talks   *
untuk membantu pelajar terlibat
dalam latihan berpikir kritis
dan mendapatkan keahlian belajar keterampilan presentasi   *
yang sangat berharga.   *

In the final meeting, students are invited
to give their own TED Talk,
and if they record their Talk,
they can upload it
to TED-Ed’s award-winning platform,
where it can be referenced on a résumé,
a college application,
and shared with participating clubs
around the world.

Pada pertemuan terakhir, pelajar diundang
untuk membawakan TED Talk mereka sendiri,
dan jika mereka merekam Talk presentasi mereka,   *
mereka bisa mengunggahnya ke
platform pemenang penghargaan TED-Ed,   *
yang bisa disebutkan dalam digunakan   *
sebagai referensi resume mereka,   *
pendaftaran kuliah universitas,   *
dan dibagikan kepada klub-klub ke klub TED-Ed lainnya   *
yang berpartisipasi di seluruh dunia.   *

Over 2 billion young people empowered
and encouraged to share their ideas.
Imagine that future
and bring TED-Ed Clubs
to your community today.

Lebih dari 2 miliar anak pemuda muda diberdayakan   *
dan didukung untuk berbagi ide mereka.   *
Bayangkan masa depan itu
dan bawa-lah bawalah TED-Ed Clubs ke   *
komunitas Anda sekarang.

 

>> Kembali ke Halaman Utama

Daftar terjemahan dari komentar reviewer

  • out of the concept – dari konsep (bukan di luar konsep)
  • diet – tidak melulu berarti diet dalam Bahasa Indonesia, tapi bisa berarti makanan
  • mistake – kesalahan
  • wrongdoing – pelanggaran
  • wonderful connections – orang luar biasa’ instead of ‘orang baik’
  • unfamiliar – asing’ instead of ‘ganjil’
  • dry – membosankan’ instead of ‘asing’
  • many people will join me – lebih banyak orang akan melakukan hal yang sama’ instead of ‘mengikuti kisah ini’, because it’s a call for action
  • you never looked down – kita tidak pernah menyadarinya, bukan meremehkannya
  • just to play with for my own amusement – iseng-iseng’ instead of ‘memukau diri saya sendiri’.

 

>> Kembali ke Halaman Utama

Catatan untuk reviewer

Tugas reviewer yaitu mengoreksi pekerjaan anggota lain dan memberikan komentar atau masukan. Salah satu tugas utamanya adalah mengecek apakah terjemahan sudah benar, akurat, dan baik. Selain itu juga mengecek keluwesan hasil terjemahan sesuai prinsip: Terjemahkan senatural mungkin.

Reviewer memiliki dua pilihan setelahnya, menyetujui atau mengembalikan, jika dirasa masih perlu banyak perbaikan.

Perhatikan contoh-contoh hasil review berikut ini:

When my doctor diagnosed me
with conversion disorder,
he was invoking a lineage
of ideas about women’s bodies
that are over 2, 500 years old.

Saat dokter mendiagnosa saya
dengan gangguan konversi,
ia merujuk mengulang kembali pemikiran   *
yang sudah berumur berkembang   *
2,. 500 tahun lalu   *
tentang tubuh wanita. –> invoking = revisiting = merujuk –> akurasi dari terjemahan kata.

It’s estimated that about 15 to 30 million
people around the world
have this disease.

Sekitar 15 hingga 30 juta orang
di seluruh dunia
diperkirakan mengidap penyakit ini.   * –> akurasi, ada kata penting yang hilang.

All around the world, ME is one
of the least funded diseases.

Di seluruh dunia, 
ME adalah salah satu penyakit   *
dengan yang kekurangan dana penelitan penelitian terkecil.   * –> akurasi, one of (salah satu).

This issue is much bigger
than just my disease.

Isu Masalah ini jauh lebih besar dari   *
daripada penyakit yang   *
saya derita.   * –> akurasi, jauh lebih besar.

Even though these diseases
disproportionately affect women,
they are not women’s diseases.

Meski penyakit ini sebagian besar lebih banyak   *
memengaruhi menyerang perempuan,   *
penyakit ini bukan penyakit milik tidak hanya   *
menyerang perempuan.   * –> (1) lebih banyak menyerang perempuan, instead of sebagian besar mempengaruhi perempuan. Konteksnya penyakit, penyakit menyerang penderita, mempengaruhi keluarga penderita. (2) women’s diseases bukan berarti penyakit milik perempuan. Penyakit tidak dimiliki, barang yang dimiliki.

And as one patient told me,
we get it coming and going
if you’re a woman, you’re told
you’re exaggerating your symptoms.

Seorang pasien memberitahu saya,
hal penyakit ini selalu terjadi hilang dan kambuh —   *
jika Kalau Anda perempuan, Anda dibilang dikatakan   *
membesar-besarkan gejala Anda. –> coming and going = hilang dan kambuh

I know ballet dancers who can’t dance,
accountants who can’t add,
medical students who never became doctors.

Saya mengenal kenal penari balet   *
yang tidak tak dapat bisa menari,   *
akuntan yang tidak tak dapat berhitung bisa menghitung,   *
murid mahasiswa kedokteran   *
yang tidak tak bisa menjadi dokter.   * –> (1) Pada konteks ini “menghitung” akan lebih tepat daripada “berhitung.” Menurut hemat saya, “menghitung” adalah kegiatannya sementara “berhitung” adalah kemampuannya. Karena masalah ME adalah keterbatasan ruang aktif, sepertinya lebih tepat “menghitung” karena penyakit ini tidak mempengaruhi intelejensia penderita. (2) medical students= mahasiswa, bukan murid. Sesuaikan dengan konteksnya.

The problem with the theory of hysteria
or psychogenic illness
is that it can never be proven.

Masalah dari teori histeria
atau penyakit mental psikogenik   *
adalah sulitnya mendapat ia tidak bisa dibuktikan.   * –> It can never be proven = tidak bisa dibuktikan. Ini berbeda dengan “sulit mendapat bukti”.

The ignorance surrounding my disease
has been a choice,
a choice made by the institutions
that were supposed to protect us.

Ketidakpedulian mengenai Ketidaktahuan tentang penyakit ini yang   *
telah jadi saya derita disebabkan oleh pilihan,   *
pilihan yang dibuat oleh institusi   * –> Bahasa Indonesia tidak mengenal “ignorance,” so we have to turn this phrase around while still preserving the meaning. One way to do it is to see the entire sentence: The ignorance surrounding my disease has been a choice, a choice made by the institutions that were supposed to protect us. Institusi yang seharusnya melindungi kita telah memilih untuk mengabaikan penyakit ini, penyakit yang saya derita.

I don’t know what would have happened
had I not been one of the lucky ones,
had I gotten sick before the internet,
had I not found my community.

Entah Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau   *
jika saya   *
tidak beruntung seberuntung ini,   *
jika seandainya saya sakit sebelum adanya   *
ada internet,   *
jika seandainya saya tidak bertemu teman seperjuangan menemukan   *
komunitas saya.   * –> saran membuat kalimat efektif

 

>> Kembali ke Halaman Utama

 

 

Contoh hasil review Talk 6

I want to tell you the story 
about the time I almost got kidnapped 
in the trunk of a red Mazda Miata. 

Saya akan bercerita
saat saya hampir diculik
di bagasi belakang Mazda Miata merah.   *

It’s the day after graduating 
from design school 
and I’m having a yard sale. 
And this guy pulls up in this red Mazda 
and he starts looking through my stuff. 

Hari itu adalah hari Sehari kelulusan setelah saya lulus dari   *
sekolah desain,   *
dan saya sedang melelang mengadakan garage sale.   *
Seorang pria turun dari Mazda merahnya   *
dan dia melihat-lihat barang yang saya di pekarangan   *
dan pria ini memberhentikan Mazda merah nya   *
dan dia mulai mengamati barang saya jual.   *

And he buys a piece of art that I made. 
And it turns out he’s alone 
in town for the night, 
driving cross-country on a road trip 
before he goes into the Peace Corps. 

dan Lalu dia membeli sebuah kerajinan yang kubuat karya seni saya.   *
dan ternyata Ternyata dia ada di kota saya sendirian, malam itu   *
sedang berkelana mengelilingi Amerika menyetir melintasi negara melalui perjalanan darat   *
sebelum dia masuk ke Peace Corps.

So I invite him out for a beer 
and he tells me all about his passion 
for making a difference in the world. 
Now it’s starting to get late, 
and I’m getting pretty tired. 

Saya Jadi aku mengundangnya keluar untuk minum bir,   *
dan dia bercerita tentang keinginannya hasratnya   *
untuk membuat perubahan pada di dunia.   *
Sekarang malam Malam semakin larut,   *
dan aku semakin lelah saya mulai merasa capek.   *

As I motion for the tab, 
I make the mistake of asking him, 
“So where are you staying tonight? ” 
And he makes it worse by saying, 
“Actually, I don’t have a place. ” 
And I’m thinking, “Oh, man!” 

Sembari bergerak ke kasir saya meminta tagihan,   *
aku saya membuat kesalahan dengan bertanya,   *
“Jadi kamu tinggal dimana malam ini? ”
dan Dan dia memperburuknya memperburuk keadaan dengan   *
mengatakan
“Sebenarnya, aku tidak ada punya   *
tempat” tempat tingal.    *
dan aku Dan saya berpikir, “Oh, tidaaak!” tidaak!”   *

What do you do? 
We’ve all been there, right? 
Do I offer to host this guy? 

Apa yang kamu harus saya lakukan?   *
Kita semua pernah di berada dalam   *
situasi ini yang sama, bukan?   *
Apakah aku Apa saya menawarkan menawarkannya menjadi tuan rumah untuk pria menginap?   *

But, I just met him — I mean, 
he says he’s going to the Peace Corps, 
but I don’t really know if he’s going 
to the Peace Corps 
and I don’t want to end up kidnapped 
in the trunk of a Miata. 

Tapi, saya baru kenal dia hari ini?    *
Tapi yaaku baru saja bertemu dengan dia bilang  maksud ku,   *
dia berkata bahwa dia akan masuk pergi ke Peace Corps,   *
tapi aku saya tidak benar-benar tahu apakah dia   *
apa itu benar, akan pergi ke Peace Corps   *
dan aku saya tidak mau berakhir diculik di   *
dalam bagasi Miata.   *

That’s a small trunk! 
So then I hear myself saying, 
“Hey, I have an airbed you can stay on 
in my living room. ” 

Bagasi Bagasinya nya kecil!   *
Jadi aku Lalu saya mendengar diriku berkata suara saya,   *
“Saya “Hey, aku punya tempat airbed yang bisa kamu tiduri tidur tiup (airbed)   *
di ruang tamu, kamu bisa tidur disana.    *

And the voice in my head goes, 
“Wait, what? ” 
That night, I’m laying in bed, 
I’m staring at the ceiling and thinking, 
“Oh my god, what have I done? 
There’s a complete stranger 
sleeping in my living room. 
What if he’s psychotic? ” 

dan Lalu ada suara di kepalaku kepala berlanjut saya,   *
“Tunggu “Tunggu! Apa, apa? ”   *
Malam itu, aku telentang saya berbaring di ranjang tempat tidur   *
Aku menatap atap langit-langit dan berpikir,   *
“Oh “Ya Tuhan, apa yang baru saja kulakukan? ”   *
Ada orang asing tidur di ruang tamu saya,   *
bagaimana kalau dia psikopat?    *

My anxiety grows so much, 
I leap out of bed, 
I sneak on my tiptoes to the door, 
and I lock the bedroom door. 

Kekuatiranku Saya menjadi semakin khawatir menjadi,   *
aku melompat sehingga saya keluar dari ranjang tempat tidur   *
aku berjalan jingkat berjingkat ke pintu,   *
dan aku mengunci pintu kamar saya.   *

It turns out he was not psychotic. 
We’ve kept in touch ever since. 
And the piece of art 
he bought at the yard sale 
is hanging in his classroom; 
he’s a teacher now. 

Ternyata dia bukan psikopat.
Kami tetap berhubungan setelahnya.
Dan kesenian karya seni yang dia beli di pekarangan   *
sekarang menggantung di ruangan kelas; 
sekarang dia seorang guru.

This was my first hosting experience, 
and it completely changed my perspective. 

Ini adalah pengalaman pertama saya aku menjadi tuan rumah   *
dan itu menerima tamu bermalam,   *
yang benar-benar mengubah pandanganku pandangan saya.   *

Maybe the people that my childhood 
taught me to label as strangers 
were actually friends waiting 
to be discovered. 

Mungkin orang-orang orang dewasa yang kita labeli   *
sedari kecil mengajarkan aku mengenali orang asing di masa kecil,   *
yang sebenarnya adalah teman yang   *
menunggu untuk ditemukan.

The idea of hosting people on airbeds 
gradually became natural to me 
and when I moved to San Francisco, 
I brought the airbed with me. 

Pemikiran Ide untuk menjadi tuan rumah dengan airbeds pelan-pelan menjadi natural untukku untuk menerima tamu bermalam   *
perlahan terasa normal   *
dan ketika aku saya pindah ke San Fransisco,   *
Aku saya membawa airbed denganku itu.   *

So now it’s two years later. 
I’m unemployed, I’m almost broke, 
my roommate moves out, 
and then the rent goes up. 

Dua Jadi dua tahun kemudian,   *
Aku saya mengganggur mengangguraku hampir bangkrut,   *
Teman teman serumahku serumah saya baru pindah,   *
dan sewa rumah rumahnya nya naik.   *

And then I learn there’s a design 
conference coming to town, 
and all the hotels are sold out. 

Lalu saya mendengar Dan kemudian aku tahu bahwa akan ada   *
konferensi desain di kota,   *
dan semua hotel sudah penuh.

And I’ve always believed 
that turning fear into fun 
is the gift of creativity. 

Dan aku saya selalu percaya meyakini bahwa   *
mengubah ketakutan menjadi kesenangan
merupakan bakat adalah hadiah dari kreativitas.   *

So here’s what I pitch my best friend 
and my new roommate Brian Chesky: 
“Brian, thought of a way 
to make a few bucks — 
turning our place into ‘designers 
bed and breakfast, ‘ 
offering young designers who come 
to town a place to crash, 
complete with wireless Internet, 
a small desk space, 
sleeping mat, and breakfast each morning. 
Ha!” 

Jadi begini saya mengajak sahabat teman baik saya dan   *
teman serumah yang baru saya Brian Chesky:   *
“Brian, aku ada ide sebuah jalan untuk menghasilkan   *
sedikit uang    *
mengubah tempat kita menjadi 
“penginapan untuk “designers desainer bed and breakfast, ”   *
menawarkan tempat menginap   *
untuk designer desainer muda yang datang ke kota   *
lengkap dengan internet dan meja kecil,
kasur tidur, dan sarapan setiap pagi.   *
Ha! Ha!”   *

We built a basic website 
and Airbed and Breakfast was born. 
Three lucky guests got to stay 
on a 20-dollar airbed 
on the hardwood floor. 
But they loved it, and so did we. 

Kami membuat sebuah website sederhana 
dan lahir lahirlah lah penginapan Airbed airbed and Breakfast kami.   *
Tiga tamu yang beruntung berkesempatan untuk tinggal   *
dengan $20 untuk menginap   *
di atas airbed seharga 200 ribu   *
di lantai kayu yang keras.
Tapi mereka menyukainya 
dan begitu pula dengan kami.

I swear, the ham 
and Swiss cheese omelets we made 
tasted totally different 
because we made them for our guests. 

Sumpah Aku bersumpahsarapan ham dan   *
telur dadar keju swiss Swiss yang kami buat   *
terasa sangat begitu berbeda   *
karena kami membuatnya untuk tamu kami.

We took them on adventures 
around the city, 
and when we said goodbye 
to the last guest, 
the door latch clicked, 
Brian and I just stared at each other. 

Kami membawa mereka berpetualang di sekitar kota,   *
dan ketika kami mengatakan mengucapkan salam perpisahan ke selamat jalan   *
pada tamu yang terakhir   *
dan pintu tertutup,
saya dan Brian saling bertatapan, dan aku hanya menatap satu sama lain.   *

Did we just discover 
it was possible to make friends 
while also making rent? 

Apakah apakah kita kami baru saja menemukan bahwa menjadi   *
kita bisa mendapatkan teman baru itu bisa dilakukan   *
sembari mendapat menerima uang sewa?   *

The wheels had started to turn. 
My old roommate, Nate Blecharczyk, 
joined as engineering co-founder. 
And we buckled down to see 
if we could turn this into a business. 

Rodanya Roda nya mulai berputar.   *
Teman lama ku saya, Nate Blecharczyk,   *
bergabung sebagai rekan kerja co-founder teknik.   *
dan Dan kami berkumpul untuk melihat   *
jika kita apakah kami bisa mengubah pola ini   *
menjadi sebuah bisnis.   *

Here’s what we pitched investors: 
“We want to build a website 
where people publicly post pictures 
of their most intimate spaces, 
their bedrooms, the bathrooms — 
the kinds of rooms you usually keep closed 
when people come over. 

Beginilah cara Kami kami melobi katakan kepada investor:   *
Kami “Kami mau membangun membuat sebuah website   *
dimana individu dapat mengirimkan orang-orang bisa mempublikasikan   *
foto ruang pribadi mereka, dari area yang paling intim secara publik   *
kamar tidur mereka, toilet kamar mandi    *
tipe ruangan yang biasanya Anda ditutup tutup rapat   *
ketika kedatangan tamu dating.   *

And then, over the Internet, 
they’re going to invite complete strangers 
to come sleep in their homes. 
It’s going to be huge!” 
(Laughter) 

Lalu, melalui internet,   *
mereka akan mengundang orang asing 
untuk menginap di rumah mereka
Ini akan menjadi bisnis besar besar!”   *
(tertawa) (Tertawa)   *

We sat back, and we waited 
for the rocket ship to blast off. 
It did not. 
No one in their right minds 
would invest in a service 
that allows strangers 
to sleep in people’s homes. 

Kami beristirahat dan menunggu kapal untuk lepas landas.   *
Itu bisnis besar kami bekerja.   *
Tapi tidak terjadi.   *
Tidak ada yang mau investasi berinvestasi pada servis   *
jasa layanan   *
yang membuat orang asing untuk tidur menginap   *
di rumah orang-orang mereka.   *

Why? 
Because we’ve all been taught 
as kids, strangers equal danger. 
Now, when you’re faced with a problem, 
you fall back on what you know, 
and all we really knew was design. 

Kenapa?
Karena kita diajari sewaktu kecil, 
orang asing itu sama dengan bahaya berbahaya.   *
Sekarang, ketika Ketika kamu berhadapan dengan masalah Anda menghadapi suatu permasalahankamu   *
Anda akan mengacu pada   *
apa yang kamu Anda ketahui,   *
dan semua yang kami tau ketahui dengan baik   *
adalah desain.

In art school, you learn 
that design is much more 
than the look and feel of something — 
it’s the whole experience. 

Di sekolah desain senikamu kita belajar bahwa   *
desain itu lebih dari
sekedar melihat dan merasakan sesuatu — melainkan   *
desain adalah keseluruhan pengalaman.   *

We learned to do that for objects, 
but here, we were aiming 
to build Olympic trust 
between people who had never met. 

Kami Kita belajar melakukannya   *
untuk benda objek mati.   *
namun tapi disini, kami bertujuan untuk   *
membangun kepercayaan mendalam.   *
diantara antara orang orang-orang yang belum   *
pernah bertemu.

Could design make that happen? 
Is it possible to design for trust? 
I want to give you a sense 
of the flavor of trust 
that we were aiming to achieve. 

Apakah desain dapat membuatnya terjadi?
Apakah bisa mungkin mendesain untuk rasa kepercayaan percaya?   *
Aku mau Saya ingin mendemonstrasikan untuk merasakan pada Anda   *
rasa kepercayaan percaya seperti apa   *
yang mau ingin kami capai.   *

I’ve got a 30-second experiment 
that will push you past your comfort zone. 
If you’re up for it, give me a thumbs-up. 

Saya punya akan melakukan experiment eksperimen 30 detik   *
yang akan mendorong mu Anda keluar dari   *
zona nyaman Anda.   *
Jika kamu ingin Anda bersedia mecobanya mencoba,   *
beri saya jempol.

OK, I need you to take out your phones. 
Now that you have your phone out, 
I’d like you to unlock your phone. 
Now hand your unlocked phone 
to the person on your left. 
(Laughter) 

OK, saya minta Anda aku butuh kamu untuk mengeluarkan   *
telepon gengam genggam mu Anda.   *
Sekarang Buka kunci (unlock) telepon Anda mu diluar,   *
dan berikan telepon aku ingin kamu membuka password di handphone mu.   *
Sekarang, serahkan phone yang tidak terkunci   *
itu ke orang di sebelah kanan kiri anda Anda.   *
(tertawa) (Tertawa)   *

That tiny sense of panic 
you’re feeling right now — 
(Laughter) 
is exactly how hosts feel the first time 
they open their home. 

Sensasi kepanikan panik yang kamu Anda rasakan sekarang    *
(tertawa) (Tertawa)   *
adalah begitulah perasaan pemilik yang dirasakan tuan rumah untuk ketika   *
mereka pertama kali menerima tamu ketika mereka membuka rumahnya.   *

Because the only thing 
more personal than your phone 
is your home. 
People don’t just see your messages, 
they see your bedroom, 
your kitchen, your toilet. 

Karena satu-satunya yang lebih personal pribadi   *
dari telepon mu Anda   *
adalah rumah Anda.   *
Orang tidak hanya melihat pesan mu SMS Anda,   *
mereka melihat kamar tidur mu Anda,   *
dapur, toilet.   *

Now, how does it feel holding 
someone’s unlocked phone? 
Most of us feel really responsible. 

Sekarang Nah, bagaimana rasanya memegang phone telepon   *
tak terkunci milik orang lain yang tidak terkunci?   *
Kebanyakan dari kita merasa bertanggung jawab.   *

That’s how most guests feel 
when they stay in a home. 
And it’s because of this 
that our company can even exist. 

Itulah yang dirasakan tamu ketika 
mereka menginap di rumah Anda.   *
Dan karena itulah perusahaan kami 
bisa muncul.

By the way, who’s holding Al Gore’s phone? 
(Laughter) 
Would you tell Twitter 
he’s running for President? 
(Laughter) 
(Applause) 

Ngomong-ngomong, 
siapa yang memegang telepon phone milik Al Gore?   *
(tertawa) (Tertawa)   *
Apakah kamu Anda akan men-twitter ngetweet bahwa   *
dia akan mencalonkan diri jadi presiden?   *
(tertawa) (Tertawa)   *
(tepuk (Tepuk tangan)   *

OK, you can hand your phones back now. 
So now that you’ve experienced 
the kind of trust challenge 
we were facing, 

OK BaiklahAnda bisa sekarang kamu boleh mengembalikan phone nya kembali telepon   *
tetangga Anda.   *
Jadi sekarang kamu Anda sudah merasakan   *
tantangan dalam kepercayaan   *
yang kita kami hadapi.   *

I’d love to share a few discoveries 
we’ve made along the way. 
What if we changed one small thing 
about the design of that experiment? 

Aku Saya akan berbagi menceritakan beberapa penemuan hal   *
yang kami temukan.
Bagaimana jika seandainya kita mengubah   *
satu hal kecil
mengenai dari desain dari experiment eksperimen ini?   *

What if your neighbor had introduced 
themselves first, with their name, 
where they’re from, the name 
of their kids or their dog? 

Bagaimana jika seandainya tetangga mu Anda   *
memperkenalkan dirinya dengan duluan,   *
nama,   *
darimana mereka berasalasal mereka,   *
nama anak atau anjing mereka?

Imagine that they had 150 reviews 
of people saying, 
“They’re great at holding 
unlocked phones!” 
(Laughter) 

Bayangkan mereka menerima 150 review 
yang mengatakan
“Mereka hebat dalam sangat bisa memegang phone telepon   *
yang tidak dikunci!”
(tertawa) (Tertawa)   *

Now how would you feel 
about handing your phone over? 
It turns out, 
a well-designed reputation system 
is key for building trust. 

Sekarang, bagaimana perasaan kamu Anda   *
tentang menyerahkan phone kamu telepon padanya?   *
Ternyata, 
Sebuah sebuah sistem reputasi   *
yang dirancang dengan baik 
adalah kunci untuk membangun kepercayaan.

And we didn’t actually 
get it right the first time. 
It’s hard for people to leave bad reviews. 

dan Dan kami tidak melakukannya dengan benar   *
pada awalnya pertama kali.   *
Sulit untuk mendapatkan Kebanyakan orang tidak mau meninggalkan   *
review yang buruk.

Eventually, we learned to wait 
until both guests and hosts 
left the review before we reveal them. 

Pelan-pelan Pada akhirnya, kami belajar untuk menunggu   *
sampai tamu da dan tuan rumah   *
meninggalkan menuliskan review sebelum kami publikasikan dipublikasikan.   *

Now, here’s a discovery 
we made just last week. 
We did a joint study with Stanford, 
where we looked at people’s 
willingness to trust someone 
based on how similar they are in age, 
location and geography. 

Sekarang Nahinilah ini penemuan yang baru kami temukan   *
minggu lalu,.   *
Kami melakukan studi dengan 
Universitas Stanford,   *
dimana kami melihat seberapa besar orang 
bersedia untuk mempercayai orang lain
berdasarkan kemiripan mereka pada usia, lokasi dan   *
geografi geografis.   *

The research showed, not surprisingly, 
we prefer people who are like us. 

Tidak mengejutkan,   *
Penelitian penelitian ini menunjukkan, tidak mengejutkan,   *
bahwa kita menyukai orang   *
yang mirip dengan kita.

The more different somebody is, 
the less we trust them. 
Now, that’s a natural social bias. 

Semakin berbeda seseorang orang itu,   *
semakin berkurang kepercayaannya kecil rasa percaya kita.   *
Itu Ini adalah bias sosial alami.   *

But what’s interesting is what happens 
when you add reputation into the mix, 
in this case, with reviews. 

Tapi sesuatu yang menarik, adalah   *
apa yang terjadi   *
ketika kamu kita menambahkan tambahkan reputasi ke dalamnya   *
sebagai faktor,   *
dalam kasus ini,   *
dengan menggunakan review.   *

Now, if you’ve got 
less than three reviews, 
nothing changes. 
But if you’ve got more than 10, 
everything changes. 
High reputation beats high similarity. 

Sekarang kamu Jika Anda punya kurang dari 3 review,   *
tidak tak ada yang berubah.   *
Tapi kalau kamu mendapat jika Anda punya lebih dari 10,   *
Semuanya semuanya berubah.   *
Reputasi tinggi mengalahkan 
tingkat kemiripan tinggi.

The right design can actually 
help us overcome 
one of our most deeply rooted biases. 

Desain yang tepat dapat membantu kita 
mengalahkan
salah satu dari bias yang paling mendalam mengakar.   *

Now we also learned that building 
the right amount of trust 
takes the right amount of disclosure. 

Kami Sekarang kita juga belajar menemukan bahwa membangun   *
tingkat kepercayaan yang tepat
membutuhkan keterbukaan informasi   *
yang cukup.

This is what happens when a guest 
first messages a host. 

Inilah yang terjadi ketika seorang tamu 
pertama kali menghubungi mengirimkan pesan ke tuan rumah.   *

If you share too little, like, “Yo, ” 
acceptance rates go down. 
And if you share too much, like, 
“I’m having issues with my mother, ” 
(Laughter) 
acceptance rates also go down. 

Jika kamu Anda berbagi terlalu sedikit,   *
misalnya, “Yo, ”
tingkat penerimaan turun.
dan jika kamu Anda berbagi terlalu banyak,   *
misalnya,
“Saya ada masalah dengan ibuku, ”
(tertawa) (Tertawa)   *
Tingkat tingkat penerimaan juga turun.   *

But there’s a zone that’s just right, 
like, “Love the artwork in your place. 
Coming for vacation with my family. ” 

Tapi ada kadar yang tepat
seperti, “Aku “Saya suka pajangan di tempatmu rumah Anda.   *
Datang untuk liburan bersama keluarga. ”

So how do we design for just 
the right amount of disclosure? 
We use the size of the box 
to suggest the right length, 
and we guide them with prompts 
to encourage sharing. 

Jadi bagaimana kita mendesain 
untuk kadar informasi yang cukup tepat?   *
kami Kami menggunakan kotak dengan ukuran kotak   *
yang menyarankan panjang pesan ideal
dan kami mendukung agar ada usaha menyediakan petunjuk untuk   *
mendorong tamu berbagi informasi.   *

We bet our whole company 
on the hope that, 
with the right design, 
people would be willing to overcome 
the stranger-danger bias. 

Kami mengarahkan membangun seluruh keseluruhan perusahaan kami   *
dengan harapan bahwa   *
dengan desain yang benar
orang orang-orang akan mau mencoba   *
mengalahkan bias dimana 
orang asing = sama dengan bahaya.   *

What we didn’t realize 
is just how many people 
were ready and waiting 
to put the bias aside. 

Yang Apa yang tidak kami sadari   *
adalah berapa banyak orang   *
yang sudah siap dan menunggu   *
untuk mengenyampingkan tidak mengindahkan bias itu.   *

This is a graph that shows 
our rate of adoption. 
There’s three things happening here. 
The first, an unbelievable amount of luck. 
The second is the efforts of our team. 
And third is the existence 
of a previously unsatisfied need. 

Ini adalah grafik tingkat adopsi (Airbnb).   *
Ada tiga hal yang terjadi di disini sini.   *
Pertama, banyaknya   *
tingkat keberuntungan yang tinggi.   *
Kedua, usaha team tim kami.   *
Ketiga, adanya keberadaan dari kebutuhan   *
yang belum tidak terpenuhi sebelumnya.   *

Now, things have been going pretty well. 
Obviously, there are times 
when things don’t work out. 

Sekarang, semuanya (bisnis) kami berjalan   *
cukup lancar.
Tentu, ada kalanya usaha (kami)   *
tidak berjalan berhasil.   *

Guests have thrown unauthorized parties 
and trashed homes. 
Hosts have left guests 
stranded in the rain. 

Tamu mengadakan pesta. tanpa izin   *
dan membuat rumah kotor.   *
Tuan rumah meninggalkan tamu 
basah kehujanan.

In the early days, I was customer service, 
and those calls came 
right to my cell phone. 

Pada mulanya, aku Waktu adalah kami baru mulai, saya mengerjakan   *
customer service,   *
dan semua telepon itu masuk langsung   *
ke telepon ku HP saya.   *

I was at the front lines 
of trust breaking. 
And there’s nothing worse 
than those calls, 
it hurts to even think about them. 

Aku Saya berada di garis depan dari   *
kepercayaan yang retak.
dan Dan tidak ada yang lebih buruk   *
dari telepon2 telepon-telepon itu.   *
bahkan memikirkannya saja menyakitkan.

And the disappointment 
in the sound of someone’s voice 
was and, I would say, still is 
our single greatest motivator 
to keep improving. 

dan Dan kekecewaan yang terdengar   *
dalam suara seseorang
adalah, dari dulu dan masih saja hingga sekarang,   *
motivasi terbesar kami   *
untuk terus menjadi lebih baik.

Thankfully, out of the 123 million nights 
we’ve ever hosted, 
less than a fraction of a percent 
have been problematic. 

Untungnya, dari 123 juta malam yang pernah diadakan   *
kami mengakomodasi tamu,   *
kurang dari 1 persen yang bermasalah.

Turns out, people 
are justified in their trust. 
And when trust works out right, 
it can be absolutely magical. 

ternyata Ternyataorang orang-orang menjaga kepercayaan.   *
dan mereka.   *
Dan ketika kepercayaan bekerja,   *
Itu kita bisa mendapatkan keajaiban menjadi sangat ajaib.   *

We had a guest stay 
with a host in Uruguay, 
and he suffered a heart attack. 
The host rushed him to the hospital. 
They donated their own blood 
for his operation. 

Ada Kami punya seorang tamu tinggal dengan tuan rumah menggunakan   *
jasa Airbnb di Uruguay.,   *
dan dia terkena serangan jantung.
Si tuan rumah melarikan melarikannya   *
ke rumah sakit.,   *
bahkan mendonasikan darahnya 
untuk operasi.

Let me read you his review. 
(Laughter) 
“Excellent house for sedentary travelers 
prone to myocardial infarctions. 
(Laughter) 

Biar kubacakan Saya akan membacakan review review-nya nya.   *
(tertawa) (Tertawa)   *
“Rumah yang bagus buat traveller untuk pelancong   *
mencegah myocardial infarctions. yang tak banyak bergerak   *
dan beresiko kena serangan jantung.   *
(tertawa) (Tertawa)   *

The area is beautiful and has 
direct access to the best hospitals. 
(Laughter) 

Area Lingkungannya indah dan ada akses langsung   *
ke rumah sakit terbaik.
(tertawa) (Tertawa)   *

Javier and Alejandra instantly 
become guardian angels 
who will save your life 
without even knowing you. 

Javier dan Alejandra langsung menjadi 
malaikat pelindung
yang akan menyelamatkan nyawa tanpa mengetahui siapa dirimu Anda   *
meski mereka tidak kenal Anda.   *

They will rush you to the hospital 
in their own car while you’re dying 
and stay in the waiting room 
while the doctors give you a bypass. 

Mereka akan buru-buru mengirimkan mu mengantar Anda   *
ke rumah sakit sementara kamu ketika Anda sekarat   *
dan menunggu di ruang tunggu 
sementara dokter mengoperasi Anda.   *

They don’t want you to feel lonely, 
they bring you books to read. 
And they let you stay at their house 
extra nights without charging you. 
Highly recommended!” 
(Applause) 

Mereka tidak ingin kamu Anda merasa kesepian,   *
mereka membawakan buku untuk dibaca.
dan mereka membiarkanmu membiarkan Anda tinggal di   *
dirumah rumah mereka lebih lama   *
tanpa tambahan biaya.
Sangat direkomendasikan!
(tepuk (Tepuk tangan)   *

Of course, not every stay is like that. 
But this connection beyond the transaction 
is exactly what the sharing 
economy is aiming for. 

Tentu saja, tidak semua malam tuan rumah   *
seperti itu.
Tapi koneksi dilluar hubungan (yang terbentuk)   *
lebih dari transaksi yang terjadi,   *
adalah esensi tujuan dari sharing economy.   *

Now, when I heard that term, 
I have to admit, it tripped me up. 
How do sharing 
and transactions go together? 

Ketika aku saya mendengar istilah itu,   *
harus saya kuakui akuiitu membuatku bingung saya tidak mengerti.   *
Bagaimana berbagi dan transaksi 
berjalan bersamaan?

So let’s be clear; it is about commerce. 
But if you just called it 
the rental economy, 
it would be incomplete. 

Jadi mari kita perjelas, 
ini mengenai adalah transaksi perdagangan.   *
Tapi kamu kalau disebut rental “rental economy,    *
itu (definisinya) tidak komplit.   *

The sharing economy is commerce 
with the promise of human connection. 
People share a part of themselves, 
and that changes everything. 

Sharing economy itu pertukaran adalah perdagangan dengan koneksi   *
janji akan hubungan antar manusia.   *
Orang berbagi membagi sebagian dari dirinnya dirinya,   *
dan itu mengubah segalanya.

You know how most travel today is, like, 
I think of it like fast food — 
it’s efficient and consistent, 
at the cost of local and authentic. 

Kamu Anda tau tahu bagaimana travel pada umumnya itu seperti apa perjalanan   *
aku rasa itu dewasa ini, seperti fast food,   *
saya membayangkannya seperti   *
makanan cepat saji    *
efisien dan konsisten,
tapi tanpa lokalitas dan nilai autentik keaslian.   *

What if travel were like 
a magnificent buffet 
of local experiences? 

Bayangkan jika travel itu perjalanan (bisa) seperti   *
buffet mewah megah   *
dengan yang terdiri atas pengalaman lokal?   *

What if anywhere you visited, 
there was a central marketplace of locals 
offering to get you thoroughly drunk 
on a pub crawl in neighborhoods 
you didn’t even know existed. 
Or learning to cook from the chef 
of a five-star restaurant? 

Bayangkan dimanapun kamu mampir jika kemana pun Anda berkunjung,   *
ada pasar dimana warga tempat setempat belanja   *
menawarkan Anda untuk minum bersama   *
di pub lokal   *
menawarkan mu mabuk   *
di pub sekitar yang Anda bahkan kamu   *
tidak tahu ada di sana.   *
atau Atau belajar memasak dari koki restoran   *
bintang lima?

Today, homes are designed around 
the idea of privacy and separation. 
What if homes were designed 
to be shared from the ground up? 
What would that look like? 
What if cities embraced 
a culture of sharing? 

Sekarang, rumah di desain didesain dengan   *
konsep privasi dan perpisahan.
Bagaimana jika rumah di desain 
untuk berbagi?
Akan Seperti seperti apa jadinya bentuknya?   *
Bagaimana jika kota mengadopsi kebiasaan   *
budaya berbagi?   *

I see a future of shared cities 
that bring us community and connection 
instead of isolation and separation. 

Aku Saya mellihat masa depan dari kota yang berbagi   *
yang menghidupkan melahirkan komunitas dan hubungan   *
daripada dan bukan isolasi dan perpisahan pemisahan.   *

In South Korea, in the city of Seoul, 
they’ve actually even started this. 

Di Korea Utara Selatandi Seoul,   *
mereka sebenarnya sudah memulai memulainya ini.   *

They’ve repurposed hundreds 
of government parking spots 
to be shared by residents. 
They’re connecting students 
who need a place to live 
with empty-nesters who have extra rooms. 

Mereka mengalokasikan mengalih-gunakan ratusan lokasi   *
lapangan parkir pemerintah   *
untuk dibagikan dengan residents digunakan penduduk   *
bersama-sama.   *
Mereka menghubungkan mahasiswa 
yang butuh tempat tinggi tinggal   *
dengan rumah penghuni yang ada punya ruangan ekstra ruangan.   *

And they’ve started an incubator 
to help fund the next generation 
of sharing economy start-ups. 

dan Dan mereka sudah memulai incubator inkubator   *
untuk membantu membiayai
Start-ups start-up sharing economy   *
generasi berikutnya.   *

Tonight, just on our service, 
785, 000 people 
in 191 countries 
will either stay in a stranger’s home 
or welcome one into theirs. 

Malam ini, servis pada jasa layanan kami saja,   *
ada 785. 000 orang   *
di 191 negara
yang bersedia tinggal di rumah orang asing   *
atau membuka pintu ato menyediakan tempat tinggal mereka untuk   *
orang asing.   *

Clearly, it’s not as crazy 
as we were taught. 
We didn’t invent anything new. 

Jelas, bukan ini tidak segila seperti   *
yang diajarkan pada kita.   *
Kami tidak membuat menciptakan   *
sesuatu yang baru.   *

Hospitality has been around forever. 
There’s been many other 
websites like ours. 
So, why did ours eventually take off? 

Hospitality Keramah-tamahan sudah ada sejak lama.   *
Sudah ada banyak website yang sejenis seperti   *
punya kami.   *
Jadi, mengapa kami bisa sukses?

Luck and timing aside, 
I’ve learned that you can take 
the components of trust, 
and you can design for that. 

Mengesampingkan Selain Keberuntungan keberuntungan dan waktu,   *
aku saya belajar bahwa kamu kita bisa mengambil komponen dari   *
komponen-komponen kepercayaan   *
dan kita bisa kamu membuat desain untuk itu.   *

Design can overcome our most deeply rooted 
stranger-danger bias. 
And that’s amazing to me. 
It blows my mind. 
I think about this every time 
I see a red Miata go by. 

Desain bisa mengalahkan bias terdalam kita   *
bahwa 
orang asing = sama itu bahaya berbahaya.   *
Itu membuatku terpana Ini menakjubkjan bagi saya.   *
Mengejutkan Itu membuat pikirannya berubah.   *
Aku Saya memikirkannya setiap kali   *
Miata merah lewat.

Now, we know design won’t solve 
all the world’s problems. 
But if it can help out with this one, 
if it can make a dent in this, 
it makes me wonder, 
what else can we design for next? 
Thank you. 
(Applause) 

Sekarang Nah, kita tau tahu desain tidak akan   *
menyelesaikan semua masalah di dunia.   *
tapi Tapi jika kalau desain bisa membantu   *
yang satu ini,   *
kalau kita bisa membantu   *
Jika bisa kita kurangi,   *
itu membuatku membuat perubahan ini,   *
saya jadi berpikir terpikir, apa lagi yang bisa   *
kita desain selanjutnya.
Terima kasih.
(tepuk (Tepuk tangan)   *

>> Kembali ke Halaman Utama

Komunitas Indonesian TED Translators dalam angka

Last update: August 31, 2018

#1 Jumlah anggota komunitas

Jumlah anggota komunitas TED Translators untuk Bahasa Indonesia yaitu 887 orang. Jumlah ini tersebar di seluruh Indonesia dan juga di Amerika, Eropa, dan Asia.

Untuk di Indonesia, paling banyak berasal dari Jabodetabek, disusul Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Untuk di negara lainnya, anggota tersebar di Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Jepang, Taiwan, Austria, Belanda, Jerman, Belgia, Inggris, Selandia Baru, dan beberapa state di Amerika Serikat.

#2 Language Coordinator atau manager

Kita memiliki 3 manajer atau LC yaitu:

  1. Lanny Yunita (sejak Agustus 2018)
  2. Ade Indarta (sejak Desember 2018)
  3. Dewi Barnas

#3 Jumlah video dengan subtitle Indonesia yang sudah dipublish

Per Juni 2018, jumlahnya yaitu 1270 video. Jumlah ini lebih rendah dibanding bahasa tetangga-tetangga kita seperti Thai (1995), Vietnamese (3740), Korean (4595), Japanese (4730). Jumlah tertinggi tentunya English (11456) dan Spanish (9607).

#4 Jumlah video yang sudah diterjemahkan namun belum di review

Jumlahnya sekitar 396 video.

#5 Jumlah video yang sudah direview namun belum di approve

Jumlahnya sekitar 43 video.

#6 Sepuluh anggota teraktif 3 bulan terakhir (sampai Desember 2018)

Angka dalam kurung adalah jumlah total aktivitas terjemahan, review, subtitle baik yang sudah publish maupun yang belum.

1 Lanny Yunita (18)
2 zahra_wijaya (14)
3 Ade Indarta (8)
4 sarmoko sarmoko (8)
5 Abe Felisa (7)
6 Deera Army Pramana (6)
7 Syauqi Stya-Lacksana (5)
8 Adela Yolanda (2)
9 Andi Tenri Wahyuni (2)
10 Audrey Faine (2)

 

>> Kembali ke Halaman Utama

Siapa saja reviewer di komunitas TED Translator Bahasa Indonesia?

Saya rangkum reviewer sepanjang masa, saya ambil 20 pertama: (nama – jumlah video yang direview – tanggal terakhir mereview).

* warna biru aktif 2 tahun terakhir

* warna merah tidak aktif mereview lebih dari 2 tahun — dihitung mundur dari September 2018

1 Antonius Yudi Sendjaja 169 (2013-11-19)
2 Dewi Barnas 127 (2017-05-31)
3 Yustina Suryanti 77 (2015-09-23)
4 Ade Indarta 74 (2016-03-09). Update (sudah aktif kembali mulai November 2018)
5 Wahyu Perdana Yudistiawan 68 (2012-07-02)
6 handarmin – 67 (2016-05-11)
7 prameswari prameswari 43 (2017-07-12)
8 Irma Amelia Muhammad 43 (2012-03-06)
9 Gita Arimanda 39 (2016-12-17)
10 Lanny Yunita 35 (2018-06-09)
11 sarmoko sarmoko 33 (2018-09-10)
12 Alia Makki 31 (2012-12-14)
13 Kevin Andrean 30 (2015-12-13)
14 Deera Army Pramana 28 (2017-08-10)
15 Arinta Puspitasari 27 (2017-12-27)
16 Mardiyanto Saahi 25 (2018-06-01)
17 Katherine Kho 25 (2015-02-23)
18 Anggriawan Sugianto 24 (2012-01-03)
19 Aditya Muharam 22 (2011-01-28)
20 Rommy Rustami 20 (2016-06-01)

Reviewer aktif 6 bulan terakhir

  1. Lanny Yunita
  2. sarmoko sarmoko
  3. badaruddin_saahe
  4. Rifkul Uswati
  5. Mardiyanto Saahi
  6. Deera Army Pramana
  7. Ade Indarta
  8. Abe Felisa
  9. Dyan Sitanggang

Back: Halaman utama

Tentang kata ganti

Ada minimal 5 proyek di TED ini, yang paling banyak yaitu TED Talk dan TED-ED. Style keduanya terutama kata ganti, sedikit berbeda. Intinya, TED Talk adalah forum formal, sedangkan TED-ED lebih ke edukasi yang sasarannya adalah pelajar atau mahasiswa, jadi supaya jarak tidak terlalu jauh alias lebih friendly, bisa menggunakan kata ganti informal.

TED Talk

Untuk TED Talk yaitu forum formal, jadi gunakan kata ganti:

  • “saya” untuk “I,”
  • “Anda” untuk “you”

TED-ED

Untuk TED-ED, bisa menggunakan :

  • “aku” atau “saya” untuk “I”, tapi tetap konsisten salah satu untuk keseluruhan video mau “aku” atau “saya”.
  • “kamu” untuk “you”. Ingat, “-mu” atau “-ku” tidak bisa berdiri sendiri, jadi harus menempel pada kata benda di depannya, misal “sepedamu”, bukan “sepeda mu”.

“We”: Kami atau kita?

Ini cukup membingungkan sebagai pemula, karena kita memiliki dua arti untuk kata “We” atau “us”. Kata kuncinya, sesuaikan dengan konteks.

Prinsip yang saya gunakan:

  • Ketika pembicara mewakili dia atau misal tim saintis di lab, gunakan “Kami” lebih tepat.
  • Namun ketika pembicara merujuk pada sesuatu untuk khalayak lebih umum, termasuk audiens, maka gunkana “Kita” lebih tepat.

Contoh:

  • Cooling systems today
    collectively account for 17 percent
    of the electricity we use worldwide. (pada konteks ini, “kita” lebih tepat).
  • My colleagues and I
    spend a lot of our time
    thinking about how
    we can structure materials. (pada konteks ini, “kami” lebih tepat).

 

>> Kembali ke Halaman Utama