Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan


1 Comment

Tentang NF-kappa B

Faktor transkripsi NF-kB adalah protein terkenal dan saking terkenalnya sampai pusing mempelajarinya. Tapi kalo basic signalingnya kudu faham dong, misal dia membentuk dimer di sitoplasma, dalam bentuk tidak aktif karena terikat IkB, dan kalo IkB difosforilasi oleh IKK maka NF-kB jadi bebas dan aktif; nah untuk bagian ini kudu tau.

Suatu pagi buka2 facebook dari Nature Reviews Immunology, dia ngeluarin artikel baru berjudul The non-canonical NF-kB pathway in immunity and inflammation. Seru juga bagian introduction-nya, banyak hal yang tidak saya tahu, dan saya tulis di sini. Mari kita gali lebih dalam tentang faktor transkripsi ini.

Famili NF-kB terdiri dari 5 anggota yaitu NF-kB1 p50, NF-kB1 p52, RELA (p65), RELB, dan c-REL. NF-kB1 p50 dan NF-kB1 p52 dihasilkan dalam bentuk protein prekursor yaitu masing-masing p105 dan p100; keduanya memiliki region IkB homolog pada C-terminal. Pembentukan NF-kB1 p50 dan NF-kB1 p52 matang dilakukan dengan cara degradasi bagian C-terminal tersebut yang dilakukan oleh proteasom; dinamakan pemprosesan p100 atau pemprosesan p105. Pemprosesan p105 adalah konstitutif, namun pemprosesan p100 diatur dengan ketat.

Aktivasi NF-kB terjadi melalui 2 jalur signaling utama: jalur sinyal NF-kB kaninikal dan non-kanonikal. Jalur kanonikal memediasi aktivasi NF-kB1 p50, RELA, dan c-Rel; sehingga dinamakan anggota famili NF-kB kanonikal. Jalur NF-kB non-kanonikal secara selektif mengaktifkan anggota NF-kB yang terikat p100, utamanya adalah NF-kB p52 dan RELB; selanjutnya dinamakan anggota famili NF-kB non-kanonikal.


Leave a comment

Konsep Dasar Polymerase Chain Reaction (PCR)

download

Kary Mulis (1944- )

Polymerase chain reaction (PCR) atau reaksi berantai polimerase adalah teknik yang digunakan di laboratorium untuk membuat jutaan salinan bagian tertentu dari DNA. Teknik ini pertama kali dikembangkan pada 1983 oleh ahli biokimia Amerika, Kary Mullis. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1993 untuk karya rintisannya. Continue reading


Leave a comment

Manfaat kerokan bagi tubuh

 

kerokan“Kerokan” sangat populer di masyarakat Indonesia. Saya mengenal kerokan mungkin sejak masih kecil, kalo orang dewasa kerokan pakai uang logam (terutama uang zaman dulu yang enteng dan besar), kalo anak kecil biasanya pakai bawang merah. Intinya, kerokan menggerak-gerakkan benda tumpul pada kulit punggung berulang-ulang, sampai kulit memerah, dengan bantuan minyak, balsem, atau lotion handbodi (di kampung saya malah ada yang pakai minyak tanah !!). Continue reading


Leave a comment

Rifamycins

The rifamycins are “accessory” antibiotics. Just as a stylish purse or sparkling necklace is used to adorn a dress, these antimicrobial agents are added to traditional treatment wardrobes that require a little accentuation for the optimal effect. The rifamycins consist of rifampin (also called rifampicin), rifabutin, rifapentine, and rifaximin (Table 1)Each has a similar structure that includes an aromatic nucleus linked on both ends by an aliphatic “handle” (Figure 1). Continue reading


Leave a comment

Mengenal Patologi

Hari ini petugas ekspedisi ngebel rumah, antar orderan buku yang dipesan Jumat lalu. Cepet, murah, keren lah di sini. Bukunya berjudul “Robbins and Cotran Pathologic Basic of Disease 8th Edition”, oleh Kumar dkk. Edisi 8 gpp lah (bukan edisi terbaru), yang penting murah. Emang dahsyat orang sini, cuma coret-coret dikit ato lecet dikit, harga buku udah turun banget. Bahkan barcode studentconsult-nya belum di pake ma dia. Continue reading