Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan


Leave a comment

Jurnal nasional terkait farmasi kesehatan terakreditasi DIKTI

30 Oktober 2017 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Indonesian Journal of Pharmacy: Fakultas Farmasi Universitas
    Gadjah Mada [Website]
  • Padjadjaran Journal of Dentistry: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
  • Buletin Penelitian Kesehatan: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan [Website]
  • Jurnal Keperawatan Indonesia: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
  • Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia: Program Studi Magister
    Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro
  • Jurnal Vektor Penyakit: Balai Litbang P2B2 Donggala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
  • Pharmaceutical Sciences and Research (PSR): Fakultas Farmasi Universitas
    Indonesia [Website]
  • Jurnal Bioteknologi dan Biosains Indonesia: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi [Website]
  • Jurnal Ilmu Lingkungan: Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro
  • Planta Tropika : Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science): Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

26 April 2017 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease: Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga.
  • Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian: Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan. [Website], harus dalam bahasa Inggris
  • Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi): Universitas Airlangga
  • Jurnal Gizi Klinik Indonesia: Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 Ilmu
    Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.
  • The Indonesian Biomedical Journal: The Prodia Education and Research Institute [Website], harus dalam bahasa Inggris.
  • Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional: Fakultas Kesehatan
    Masyarakat Universitas Indonesia
  • The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology and Digestive Endoscopy: Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) [Website], bahasa Inggris
  • Sari Pediatri: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  • HAYATI Journal of Biosciences: Perhimpunan Biologi Indonesia dan Departemen Biologi FMIPA IPB
  • Berkala Penelitian Hayati (Journal of Biological Researches): Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) Cabang Jawa Timur

13 November 2016 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Acta Medica Indonesiana: Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. [Website], terindeks Scopus
  • Nurse Media Journal of Nursing: Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
  • Journal of Tropical Life Science: Universitas Brawijaya.
  • Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Institut Pertanian Bogor.

23 Mei 2016  (sampai 5 tahun kemudian)

  • Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (BIKKK): Periodical of Dermatology and Venereology: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
  • Paediatrica Indonesiana: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  • Jurnal Kardiologi Indonesia: Perhimpunan Kardiologi Indonesia.
  • Makara Journal of Health Research: Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia.
  • Indonesian Journal of Urology (Jurnal Urologi Indonesia): Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).
  • Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory: Perhimpuanan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia. [Website]
  • Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi: Prodi S2 Pascasarjana Farmasi UGM.
  • Jurnal Veteriner: Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.
  • Jurnal Kedokteran Hewan: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala.

1 Desember 2015 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Global Medical and Health Communication: Pusat Penerbitan Universitas – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2PLPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.
  • Jurnal Respirologi Indonesia (JRI): Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
  • Folia Medica Indonesia: Graha Masyarakat Ilmiah Kedokteran (Gramik) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
  • Biosaintifika: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan Perhimpunan Biologi Indonesia dan Konsorsium Biologi.

21 September 2015 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Majalah Obat Tradisional (Traditional Medicine Journal): Fakultas Farmasi UGM bekerjasama dengan IAI DIY
  • Jurnal Anestesi Perioperatif (JAP): Unit Publikasi Ilmiah dan HKI Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
  • Jurnal Keperawatan Padjadjaran: Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan PPNI Pusat.
  • Jurnal Sain Veteriner: Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

11 Februari 2015 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Media Kesehatan Masyarakat Indonesia: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin.
  • Jurnal Gizi dan Pangan: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (PERGIZI Pangan) Indonesia.
  • Berkala Ilmiah Kedokteran (Journal of the medical sciences): Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
  • Neurona: Perhimpunan dokter spesialis saraf Indonesia.[Website], Bahasa Indonesia
  • Jurnal Neuroanastesi Indonesia: Indonesian Society of Neuroanasthesia and Critical care (INA-SNACC).

Periode I 2014 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Jurnal Farmasi klinik indonesia: Universitas Padjajaran. [Website]
  • Jurnal Farmasi Indonesia: Pengurus pusat ikatan apoteker indonesia [Website]
  • Jurnal Anestesiologi Indonesia: Perhimpunan dokter anestesiologi dan terapi intensif indonesia (PERDATIN) pusat.
  • KEMAS: Jurusan Kesmas UNNES bekerjasama dengan Ikatan ahli kesmas indonesia pusat.
  • Indonesia journal of obsgyn (INAJOG): POGI

Periode II 2013 (sampai 5 tahun kemudian)

  • JOurnal of dentistry indonesia: FKG UI dan PDGI pusat
  • Jurnal ilmu kefarmasian indonesia: Farmasi Pancasila [Website]
  • Anastesia dan critical care: Perdatin
  • Jurnal kedokteran brawijaya: FK UB
  • Dentika dental journal: FKG USU
  • MDVI: Perdoski
  • Microbiology Indonesia: Perhimpunan mikrobiologi indonesia

Periode I 2013 (sampai 5 tahun kemudian)

  • Universa medicina: Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
  • Majalah kedokteran bandung: Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Jurnal Ners:Program Studi Ilmu Keperawatan Fak. Keperawatan bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Propinsi Jawa Timur.
  • Journal of Indonesian Medical Association (JInMA)/Majalah Kedokteran Indonesia (MKI): Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia (YPIDI)
  • Oto Rhino Laryngologica Indoneisiana: Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia.
  • Medical Journal of Indonesia: Fakultas Kedokteran UI
  • Majalah Obstetri & Ginekologi: Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas kedokteran Universitas Airlangga RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
  • Majalah Farmasi Indonesia (Indonesian Journal of Pharmacy): Fakultas Farmasi UGM
  • Indonesian Journal Of Chemistry: Jurusan Kimia FMIPA UGM.
  • Indonesian Journal of Biotechnology: Sekolah Pascasarjana UGM dan Pusat Studi Biotechnologi UGM Yogyakarta
  • Makara Seri Sains: Universitas Indonesia.

Referensi: http://www.kopertis12.or.id/2014/08/07/inilah-daftar-jurnal-nasional-terakreditasi-dikti-yang-masih-berlaku.html

Advertisements


Leave a comment

Bapak lagi apa ya?

IMG20180112114403

Sembari menunggu reaksi DNA sequencing, saya melongok pandangan luar dan tertarik pada bangunan kecil di tengah sawah itu. Ini bukan pertama kali saya melihatnya, dulu sering liat tayangan iklan di Waku Waku Jepang juga nunjukin bangunan serupa. Mungkin semacam gudang kali ya, tempat petani menyimpan peralatan pertanian, pupuk, dsb.

Sambil membayangkan ada apa aja di “rumah” tersebut, seketika pikiran ini meloncat ke puluhan tahun silam jaman saya belum masuk SD. “Ada ga ya Indrim, Thiodan, dan botol-botol yang ada gambar tengkoraknya?” Itu beberapa bahan insektisida yang masih tersisa teringat di kepala saya. Walau ternyata pengejaannya salah waktu itu, bukan Indrim tapi yang benar “Endrin”, bahan dalam botol coklat besar ini sangat populer waktu itu.

“Itu kali-nya baru di indrim” (Itu sungainya baru diberi Endrin”) yang artinya “Ayo cari ikan di sungai kecil dekat sawah kita” ajak teman saya. Dulu fahamnya, kali di “indrim” atau kali di “putas” (mungkin maksudnya garam Potasium bla…bla…) artinya adalah waktu buat cari ikan.

“Eh dimana di putasnya” tanya teman saya. “Itu di kali cabang 3 di ujung sana” jawab teman yang lain. Dan pikiran sederhananya, dimana pusat putas diberikan, berarti disana banyak ikan yang mati dan dengan mudah bisa diambil.

Screen Shot 2018-01-12 at 11.40.50

Kali (sungai) kecil yang dimaksud, yang sering di kasih Endrin

Dulu tidak faham betapa kami saat itu sedang bermain-main dengan racun yang sangat berbahaya. Endrin, begitu juga senyawa organoklorin lainnya, sudah dilarang penggunaannya oleh banyak negara. Efek toksiknya yaitu bisa mengganggu sistem saraf, dan makanan yang terkontaminasi Endrin (ikan yang mati karena zat ini) bisa berbahaya terutama pada anak-anak.

Lain cerita Endrin dan ikan, ada juga cerita menarik Endrin dan bapak saya. Sore hari sebelum besok adalah agenda “nyemprot”, bapak sudah menyiapkan alat tersebut. Keesokannya, biasanya setelah subuh, Bapak berangkat ke sawah sebelum matahari terbit. Saya tidak tahu alasannya saat itu mengapa sedemikian pagi.

Dan pukul 7 pagi, saya yang belum sekolah diajak ibu untuk “ngirim rantang”, artinya bekal berisi nasi, sayur, dan lauk untuk dikirim ke bapak sebagai sarapan. Senang kalo diajak ke sawah, karena bisa main-mainan alat semprot yang sudah selesai dipakai oleh bapak.

Bapak menyantap sarapan pagi, dan saya pun ikut sarapan lagi walau udah sarapan di rumah. Biasanya ibu menyisihkan sisa lauk untuk saya makan dalam porsi kecil di bagian tutup rantang itu.

rantanf.jpg

Memang petani tangguh kali ya badannya, meskipun sewaktu nyemprot Endrin, bapak ga pakai alat pelindung diri khusus, ga pakai masker, ga ganti baju dulu, ato boro-boro mandi dulu baru sarapan, tapi syukurnya bapak ga kenapa-kenapa.

Dan kian kini saya faham mengapa bapak berangkat pagi-pagi, kemungkinan adalah supaya insektisida tidak menguap jika disemprotkan sebelum matahari terbit. Dan kalau sempat terhirup, bisa berbahaya bagi tubuh.

Kembali ke “rumah” di sawah tepat depan kampus saya ini. Yang pasti, di rumah tsb ga bakal ada Endrin atau Thiodan karena pertanian disini adalah organik, ga pakai insektisida. Dan dari  “rumah” tersebut “Bapak lagi apa ya sekarang?” tanya hati ini rindu. Dan tak sadar reaksi sequencing pun telah selesai dan lanjut ke ethanol precipitation.

Nara, 12 Januari 2018.


Leave a comment

f1000, adakah yang pernah coba?

 

f1000 atau faculty1000 adalah website yang berisi rekomendasi artikel di bidang biologi dan kedokteran. Seperti kita tahu bahwa setiap hari ribuan artikel diterbitkan per harinya di PubMed, hingga kita kewalahan artikel mana yang kudu dibaca. Ketika kita bingung artikel mana yang penting yang banyak dibaca orang, atau ada artikel bagus yang perlu kita tahu, maka f1000 adalah solusinya.

Bayangkan f1000 semacam imdb (kalau untuk film). Di sana, artikel pada jurnal tertentu direview lalu diberi score 1-3 oleh staf faculty member f1000, yaitu kumpulan pakar-pakar sesuai bidangnya yang terdiri dari lebih 7000 pereview. Menariknya, juga ada kategori artikel sesuai apa minat riset kita, misal imunologi, cell signaling, pharmacology, neurosains, dsb.

  • Jadi, mau jurnal club dan bingung mau presentasi artikel apa, f1000 adalah sangat recommended.
  • Mau tau sekilas isi paper tertentu dengan bahasa yang lebih mudah atau di-extended ga hanya sebatas abstract, cukup ketik judul arikel di search.
  • Pengen update sesuai minat riset kita, klik kategori/spesialis, dan akan muncul ribuan review karena website ini diupdate setiap hari.

Menarik bukan, dan jangan ragu lagi kunjungi situs ini. Sayangnya ga gratis selamanya saudara-saudara, free trial 1 bulan. Untuk bisa akses terus biaya langganannya sekitar 9 $/bulan, atau karena kita mahasiswa dapat diskon 50% dengan cara mengunggah kartu mahasiswa ketika daftar. Manfaat yang besar yang bisa dinikmati sebulan hanya dengan seharga setara bento pak Dedi sekali makan siang. Apalagi kalo patungan dan dibagi 10 orang, wah itu mah lebih cerdas lagi.

Salam, selamat belajar, dan happy week-end.

Nara, September 2017.

Screen Shot 2017-09-08 at 23.35.58Screen Shot 2017-09-08 at 23.36.36.png

 


Leave a comment

The myths that make you feel guilty

by Lester Johnson

Every time I open a newspaper, I read a new piece of advice about what I’m doing wrong. I don’t drink enough water, I sleep too much, I don’t sleep enough … it can get depressing. So I decided to do some research myself and find out if I should really feel so guilty.

I’ve always felt bad because I find it difficult to get up in the morning – mainly because I can never sleep before 2 a.m. So while my colleagues arrive for work looking bright and fresh at eight o’clock, I arrive at ten, feeling grumpy. And everyone knows that people who get up early more productive, right? Wrong actually, according to a report from the University of Liege. Two hours after waking, researchers found that early birds and night owls are equally productive. But ten hours after waking, night owls like me are less tired and better able to concentrate! So next time I’m late for work I won’t apologise, I’ll just tell my boss that I’m a night owl – and that’s good!

Like many people, I constantly worry about the amount of exercise I take … or rather don’t take. I know I should spend hours in the gym every day and run marathons just for fun. After all, there’s no such thins as too much exercise, is there? Actually, according to a recent study, there is. Researchers studied top athletes who are now in their fifties and found that some of them had damage to their heart muscles. Men of the same age who didn’t exercise so intensively had no damage. So perhaps I’m doing the best thing by sitting at home on the sofa? Unfortunately not. It seems the best advice is still the old saying: moderation in all things.

Everyone says that young people spend too much time on the internet, and as someone who grew up with technology – a ‘digital native’ – I often worry that I might be an internet addict. But apparently, a recent study of Americans shows that it’s not young people who go online the most, it’s the middle-aged. The study found that18- to 24- year-olds spend around 32 hours a week online, but for 45- to 54-year-olds it’s 40 hours! However, it’s not all good news for digital natives. According to research, we are not as good as older people at actually using the internet. It seems we are too impatient and believe what we read too easily!

I’m not the kind of person who can talk on the phone, shop online and cook dinner all at the same time, but I keep reading that multitasking is an essential modern skill. Does this mean there is something wrong with me? I googled the subject and felt a little better. It seems, after all, that the human brain can’t do several things at the same time: it can only switch quickly from one task to another. If you try to do several things at once, experts say that you simply do each thing less well. According to workplace psychologist Steven Nguyen, we should stop worrying about multitasking. ‘Concentrate on what you are doing and do fewer things better,’ he says. Now that’s advice that I’m happy to follow!

Ref. Cutting Edge Student Book p.10

Quiz


4 Comments

Internship in New Zealand

 

Please describe what you learned from participating in the English courses.  Were the General English courses useful to you?  Why? Why not?

The first day was orientation and placement test encompasses grammar, vocabulary, and speaking test. Based on this test, I obtained a result of Intermediate (5 of 8) and I took General English class at 10.40 am. From this class, I got four units from our module that inspired me to be more confident in English speaking. Continue reading