Skandal Diovan (valsartan) di Jepang

Skandal Diovan (valsartan) di Jepang


Last update: July 10, 2018

Bagaimana perasaan warga Jepang jika mereka dibohongi? Tidak karuan rasanya. Karena mereka orangnya jujur dan percayanya tinggi. Sekali dibohongi, maka mereka akan sangat tersakiti.

Ini sebenarnya kasus lama, 5 tahun lalu. Namun saya Googling belum ada yang bahas ini dalam bahasa Indonesia. Saya tahu kasus ini entah juga lupa, kalo ga salah dari suatu majalah kedokteran.

Terima kasih kepada bapak Bambang Priyambodo yang telah memposting berita tentang valsartan yang tercemar, sehingga saya teringat kembali kisah kelam Diovan masa lalu yang tidak tersentuh oleh media di Indonesia bahkan oleh wikipedia bahasa inggris sekalipun. (! Catatan: tulisan ini adalah kasus masa lalu Diovan, berbeda dengan kasus yang sedang terjadi saat ini).

Ada skandal apakah dengan produk Diovan yang mengandung valsartan yang diproduksi oleh farmasi raksasa Novartis ini?

Valsartan merupakan obat golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yang diindikasikan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung kongestif, dan untuk meningkatkan kemungkinan hidup lebih lama setelah serangan jantung.

Pada tahun 2010, penjualan tahunan tahunan Diovan mencapai sebesar $ 2.052 miliar di Amerika Serikat dan $ 6.053 miliar di seluruh dunia.

Diovan di Jepang

Diovan (valsartan) disetujui FDA tahun 1997 (bentuk kapsul) dan tahun 2001 (bentuk tablet). Unit Novartis di Jepang merilis obat tahun 2000 dengan mengklaim obat bekerja lebih baik daripada obat pesaing dalam mengurangi stroke dan angina, menurut laporan sementara panel.

Di Jepang, penjualan tahunannya mencapai ¥ 100 miliar dalam lima tahun setelah rilis pertama kali, dan puncaknya mencapai pada ¥ 140 miliar pada 2009. Obat ini menyumbang hampir setengah dari pendapatan tahunan Novartis Pharma pada saat itu.

Iklan berlebihan

Novartis mengiklankan produk ini berlebih-lebihan. Dalam salah satu iklan di jurnal kedokteran, mereka mengatakan: Diovan as the “world’s most-prescribed drug.” “Diovan was the star drug,” tambah kata medrepnya.

Untuk tampak wah lagi, mereka mencoba ngiklan pakai artikel jurnal, yang berisi penelitian betapa hebatnya Diovan untuk pasien Jepang. Sembari kerap dilakukan kuliah dan presentasi ilmiah. Brosur untuk dokter dan hand-out kuliah, mengacu pada penelitian yang akan saya ceritakan berikut ini, yang selanjutnya akan terkuak skandal Diovan di negeri sakura.

Skandal Diovan

Dalam penelitian Diovan ini mereka hire kardiologist kawakan dan kerja sama dengan 5 universitas di Jepang. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal kedokteran bergengsi, dan sejak tahun 2006, artikel dan dicitasi sekitar 700 kali. Citasi-citasi ini konon membanggakan superioritas Diovan dibanding obat-obatan pesaing.

Ternyata eh ternyata, hasil penelitian adalah data fabrikasi, atau bahasa awamnya data telah dimanipulasi. Artikelnya ga hanya satu, tapi beberapa artikel ditebar ke jurnal-jurnal sekelas Lancet. Dan kemudian, setelah ketahuan, satu per satu artikel di-retract (ditarik). Retraction Watch sangat getol memberitakan ini, silahkan kunjungi blog mereka.

Dalam penelusuran lebih lanjut, ditemukan ada 2 karyawan Novartis yang terlibat dalam penelitian, sebagai analisis statistik, tapi namanya tidak ikut dalam naskah penelitian, dan saat pemeriksaan mereka berdua tidak lagi bekerja di Novartis.

Jepang “marah”

Menteri Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan bilang: “Hey, kenapa kamu tega berbuat itu kepada kami. Kami sekarang lagi fokus untuk meningkatkan kekuatan dalam teknologi medis inovatif berbasis stem cell, bisa terhambat kami dengan adanya skandal ini” begitu kira-kira kritik menteri kepada bos Novartis yang dipanggil ke Jepang, September 2013.

Novartis akhirnya meminta maaf kepada warga Jepang atas skandal ini. Salah satu karyawan yang terlibat dalam manipulasi data, akhirnya dipenjara. Dan Novartis merombak besar-besaran unitnya di Jepang dalam hal training ke sumber daya manusia.

Bacaan bagus

image: JapanTimes

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s