Referensi bagus farmasi klinis berbasis genomik


Last update: July 9, 2018

#1 Interaksi obat dan riset translasional

Ilmu dasar tentang interaksi obat, termasuk mekanismenya, kepentingan klinis, dan manajemen optimal akan memerlukan penelitian terpadu oleh berbagai peneliti. Lebih lanjut, manajemen klinis yang optimal dari interaksi obat potensial akan membutuhkan pengetahuan lebih dari sekadar apakah obat yang terlibat dapat berinteraksi. Pertanyaan penting lainnya termasuk:

  • Melalui mekanisme apa interaksi obat terjadi?
  • Apa akibat interaksi obat?
  • Seberapa parah?
  • Apakah ini risiko tetap konstan atau berubah seiring waktu?
  • Apakah faktor pasien (misal usia, komorbiditas, nilai laboratorium, obat penyerta) mempengaruhi risiko?
  • Apakah faktor manajemen (misalnya, pengurangan dosis empiris, pemantauan obat terapeutik) mempengaruhi risiko?
  • Adakah alternatif terapeutik yang masuk akal yang akan menghindari risiko ini

Baca papernya di: Hennessy S, Flockhart DA. The need for translational research on drug-drug interactions. Clin Pharm Ther. 2012;91:771-773.

#2 Sistem untuk menilai risiko efek samping obat

Di zaman -omic seperti sekarang, ditambah kekuatan bioinformatika yang canggih, seyogyanya masalah efek samping bisa dinilai risikonya. Maksudnya, bisa kali ya dibuat integrasi data-data yang ada sekarang, misal interaksi obat-reseptor, dll sehingga pengobatan menjadi personal dan efek samping pun bisa dihindarkan. Baca di: Lesko LJ, Zheng S, Schmidt S. Systems approaches in risk assessment. Clin Pharm Ther. 2013;93: 413-424.

#3 Farmakometabolomik

Metabolomik yaitu studi tentang metabolisme pada tingkat “omic”, memiliki potensi untuk mengubah pemahaman kita tentang mekanisme aksi obat dan dasar molekuler untuk variasi dalam respon obat.

Aplikasi metabolomik untuk studi efek obat dan variasi dalam respon obat menciptakan “farmakometabolomik,” sebuah disiplin yang akan berkontribusi terhadap terapi obat yang dipersonalisasi dan akan melengkapi farmakogenomik dengan menangkap pengaruh tingkat mikrobiom dan lingkungan pada respon terhadap terapi obat.

Bidang ini berpotensi untuk mengubah farmakologi dan farmakologi klinis secara signifikan dan akan berkontribusi pada upaya terapi yang dipersonalisasi. Baca: Kaddurah Daouk R, Weinshilboum RM. Pharmacometabolomics: implications for clinical pharmacology and systems pharmacology. Clin Pharmacol Ther. 2014;95:154-167.

#4 Farmakovigilans

  • White RW, Harpaz R, Shah NH, et al. Toward enhanced pharmacovigilance using patient-generated data on the internet. Clin Pharmacol Ther. 2014;96:239-246.

#5 Farmakogenetik dan pengobatan personal

  • Johnson JA, Cavallari LH. Pharmacogenetics and cardiovascular disease: implications for personalized medicine. Pharmacol Rev. 2013;65:987-1009.

#6 Genomik dan respon obat

  • Wang L, McLeod HL, Weinshilboum RM. Genomics and drug response. N Engl J Med. 2011; 364:1144-1153.

#7 Farmakogenomik kanker

  • Wheeler HE, Maitland ML, Dolan ME, et al. Cancer pharmacogenomics: strategies and chal- lenges. Nat Rev Genet. 2013;14:23-34.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s