Daftar masalah obat pasien

Daftar masalah obat pasien


Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan APTFI tahun 2016 lalu mengeluarkan Standar Kompetensi Apoteker. Ada yang menarik, pada dokumen tersebut dilampirkan daftar masalah baik pada pasien maupun pada apoteker sendiri yang telah berhasil diidentifikasi oleh kedua organisasi tersebut.

Daftar masalah ini disusun sebagai acuan bagi institusi penyelenggara pendidikan apoteker dalam menyiapkan lulusan yang memiliki karakter yang baik. Selama pendidikan mahasiswa perlu terpapar dengan berbagai permasalahan terkait obat yang dihadapi pasien/masyarakat maupun permasalahan yang berasal dari diri pribadi seorang apoteker. Pemahaman tentang berbagai permasalahan praktik kefarmasian diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme lulusan.

Berikut daftar masalah obat pasien, sedangkan daftar masalah praktik apoteker ada di artikel berikut.

#1. Masalah pasien dalam mendapatkan obat

  • Membeli obat di toko obat tidak berijin, di kios, atau di warung sehingga tidak terjamin legalitas, keamanan dan kegunaannya.
  • Membeli obat di apotek hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau atas saran dari keluarga atau teman tanpa memperhatikan status klinisnya.
  • Merasa paham tentang obat dan bersikeras meminta obat yang seharusnya dengan resep dokter.

#2. Masalah pasien pada pelayanan resep dokter

  • Hanya mengambil sebagian obat yang diresepkan.
  • Obat yang diresepkan tidak tersedia.
  • Tidak mengetahui atau menginformasikan adanya potensi alergi,
  • Adanya duplikasi, kontra indikasi, interaksi obat, atau masalah terkait obat lainnya (DRP’s) dalam resep.
  • Adanya potensi medication error dalam resep, antara lain tulisan tidak terbaca, nama produk obat atau penampilan produk obat mirip.

#3. Masalah pasien pada pelayanan swamedikasi

  • Tidak menginformasikan keluhan/gejala, hanya minta obat yang dirasa cocok.
  • Tidak memahami gejala yang dialami.
  • Tidak menginformasikan keluhan secara lengkap sehingga warning symptoms tidak dikenali.
  • Tidak mau dirujuk ke dokter, minta diberi obat saja.
  • Tidak memperoleh informasi tentang pilihan obat non-resep yang tersedia.
  • Tidak memperoleh penjelasan tentang kenapa permintaan obat tidak dilayani.

#4. Masalah pasien terkait pemberian informasi obat

  • Tidak memperoleh informasi dan edukasi tentang tujuan penggunaan obat.
  • Tidak memperoleh penjelasan yang memadai tentang cara penggunaan obat.
  • Tidak memperoleh penjelasan tentang jangka waktu pengobatan.
  • Tidak memperoleh informasi tentang cara penyimpanan obat yang benar.
  • Tidak memperoleh penjelasan tentang pentingnya kepatuhan pengobatan.
  • Tidak memperoleh informasi tentang potensi efek samping yang dapat terjadi dan tindakan solusinya.
  • Tidak memperoleh informasi tentang pentingnya olahraga & gaya hidup yang dapat mendukung tercapainya target terapi.
  • Tidak bertemu dengan apoteker sehingga tidak dapat meminta penjelasan tentang obat yang digunakan.

#5. Masalah pasien terkait penyiapan dan peracikan obat

  • Penyiapan obat atau sediaan farmasi lainnya kurang akurat.
  • Puyer hasil racikan lembab.
  • Tidak memperoleh penjelasan tentang batasan masa pakai obat (BUD).
  • Obat yang diresepkan dokter tidak tepat untuk diracik, antara lain tablet salut, sediaan obat dengan pelepasan terkendali.
  • Obat yang diresepkan dokter inkompatibel saat diracik.

#6. Masalah pasien terkait penggunaan antibiotik

  • Membeli antibiotik tanpa resep dokter, hanya berdasarkan pengalaman atau saran keluarga/teman.
  • Menggunakan antibiotik tanpa memahami indikasi dan dosis yang dibutuhkan.
  • Tidak mengetahui masalah resistensi antibiotika.
  • Tidak menyadari bahwa perilaku pasien/masyarakat dalam menggunakan antibiotik mempercepat terjadinya resistensi.

#7. Masalah pssien terkait pengelolaan obat

  • Tidak memahami cara penyimpanan obat yang benar.
  • Menyimpan obat di lemari es, tidak terlindung dari lembab.
  • Tidak memperoleh penjelasan tentang cara penyimpanan obat yang tepat/benar.
  • Membuang sisa obat sembarangan, antara lain di tempat sampah masih utuh, masih dalam kemasan lengkap dengan etiketnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s