Apoteker tertinggal jauh oleh perawat dalam hal menulis buku

Apoteker tertinggal jauh oleh perawat dalam hal menulis buku


Last update: May 31, 2018

Jika melihat profesi lain dalam tulis menulis, profesi perawatlah yang paling produktif (menurut saya). Alasannya, saat saya masuk toko Gramedia, di lemari kesehatan, banyak sekali buku keperawatan yang ditulis oleh perawat. Kemudian disusul non-tenaga kesehatan tapi nulis buku kesehatan, baru deh apoteker.

Entah kenapa buku keperawatan itu banyak, buku kedokteran juga, tapi buku kefarmasian sangat dikit.

Pertama, bisa jadi karena buku keperawatan pasarnya tinggi. Ingat kan perawat itu ada D3 yang sekolahnya ada dimana-mana. Untuk satu kota ukuran Purwokerto misalnya, ada 5-10 stikes yang bukaan D3 perawat atau bidan.

Kedua, memang mereka lebih rajin sedangkan apoteker ga suka nulis. Apoteker sebenarnya pinter-pinter dan domain ilmunya unik karena beririsan kuat antara kedokteran dan MIPA.

Tapi kayaknya apoteker lebih suka dibalik layar. Jago baca resep, jago baca undang-undang, jago nulis laporan, tapu masih malu-malu untuk menulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s