Contoh hasil review Talk 5


Some people think that there’s
a TED Talk formula: 
“Give a talk on a round, red rug.” 
“Share a childhood story.” 
“Divulge a personal secret.” 
“End with an inspiring call to action.” 
No.

Beberapa Ada orang yang berpikir bahwa ada   *
sebuah rumus   *
untuk TEDTalk TED Talk:   *
“Berbicara di atas sebuah sesi, karpet bundar merah. ”   *
“Berbagi cerita masa kecil. ”
“Bocorkan rahasia pribadi. ”
“Diakhiri “Akhiri dengan ajakan untuk beraksi. ”   *
Bukan Tidak.   * –> TED selalu ditulis TED (semua kapital)

That’s not how to think of a TED Talk. 
In fact, if you overuse those devices, 
you’re just going to come across 
as clichéd or emotionally manipulative. 

Itu TED Talk bukan bukanlah cara untuk berpikir itu semua.   *
Bahkan tentang TEDTalk   *
Pada dasarnya,   *
jika Anda kerap melakukan melakukannya itu berlebihan,   *
Anda akan terasa terdengar klise atau   *
memanipulasi manipulatif. secara emosional   *

But there is one thing that all 
great TED Talks have in common, 
and I would like to share 
that thing with you, 
because over the past 12 years, 
I’ve had a ringside seat, 
listening to many hundreds 
of amazing TED speakers, like these. 

Tapi ada satu hal yang jadi menjadi persamaan   *
pada TED TedTalks Talks yang memukau bagus,   *
dan saya akan membaginya berbagi hal itu dengan Anda,   *
karena selama lebih dari 12 tahun,   *
saya telah duduk sebagai di sisi panggung   *
pendengar mendengarkan   *
mencerna ratusan pembicara TED   *
yang mengagumkan, seperti ini.   *

I’ve helped them prepare 
their talks for prime time, 
and learned directly from them 
their secrets of what 
makes for a great talk. 

Saya membantu mereka menyiapkan
sesi kejayaan prime time mereka,   *
dan belajar langsung dari mereka   *
rahasia mereka tentang sebuah   *
sesi TEDTalks yang bagaimana membuat presentasi memukau.   *

And even though these speakers 
and their topics all seem 
completely different, 
they actually do have 
one key common ingredient. 

Dan meskipun semua pembicara
dan topik mereka
amat tampak sangat berbeda,   *
mereka sebenarnya mempunyai satu kesamaan.   *

And it’s this: 
Your number one task as a speaker 
is to transfer into your listeners’ minds 
an extraordinary gift — 
a strange and beautiful object 
that we call an idea. 
Let me show you what I mean. 

Dan itu adalah: inilah dia.   *
Tugas pertama utama Anda sebagai pembicara   *
adalah untuk memindahkan ke benak   *
pendengar Anda,   *
satu hadiah yang   *
luar biasa  kepada benak pendengar Anda   *
sebuah obyek yang indah dan aneh   *
yang kita sebut ide.
Izinkan Mari saya menjelaskan tunjukkan apa maksud maksudnya saya.   *

She is about to give a TED Talk 
and frankly, she’s terrified. 
Over the course of 18 minutes, 
1, 200 people, many of whom 
have never seen each other before, 
are finding that their brains 
are starting to sync with Haley’s brain 
and with each other. Dia akan memberikan sesi TedTalks TED Talk   *
dan sebenarnya dia sangat gugup
Selama lebih dari sekitar 18 menit,   *
1, 200 1.200 orang, yang banyak kebanyakan diantara dari mereka yang   *
belum pernah saling bertemu sebelumnya,   *
menyadari bahwa otak mereka mulai 
bersinkronisasi dengan otak Haley
dan bersinkronisasi juga dengan sesama mereka juga.   * –> Dalam bahasa Indonesia, titik digunakan sebagai pemisah ribuan, bukan koma seperti dalam bahasa Inggris.

And I don’t just mean 
they’re feeling the same emotions. 
There’s something even more 
startling happening. 

Dan yang maksud saya maksud bukan sekedar   *
berbagi emosi merasakan hal yang sama.   *
Ada sesuatu yang lebih 
menakjubkan 
yang sedang terjadi.   *

Let’s take a look inside 
Haley’s brain for a moment. 
There are billions of interconnected 
neurons in an impossible tangle. 

Mari sejenak kita lihat sejenak   *
apa yang terjadi 
di dalam otak Haley.
Ada jutaan milyaran sel otak yang saling terhubung   *
dalam jalinan kusut lewat sambungan yang memungkinkan.   *

But look here, right here — 
a few million of them 
are linked to each other 
in a way which represents a single idea. 

Tapi coba kita lihat disini —
jutaan dari sel otak itu   *
saling terhubung   *
satu sama lain
yang tampaknya menunjukan sehingga menjadi satu kesatuan ide.   *

And incredibly, this exact pattern 
is being recreated in real time 
inside the minds of everyone listening. 

Dan yang menakjubkan, pola nyata ini   *
dibuat diciptakan ulang berulang kali secara langsung   *
di dalam otak orang-orang 
yang mendengarkan.

That’s right; in just a few minutes, 
a pattern involving millions of neurons 
is being teleported into 1, 200 minds, 
just by people listening to a voice 
and watching a face. 

Benar; hanya dalam beberapa menit,
sebuah pola yang melibatkan
jutaan sel otak
ditransfer ke kepada 1, 200 1.200 otak,   *
hanya dengan mendengarkan suara
dan melihat wajah seseorang.   *

But wait — what is an idea anyway? 
Well, you can think of it 
as a pattern of information 
that helps you understand 
and navigate the world. 

Tapi nanti dulu — apakah apa sih ide itu?   *
Anda bisa membayangkan memahami ide   *
sebagai 
sebuah pola informasi   *
yang membantu Anda memahami
dan mengarungi dunia.

Ideas come in all shapes and sizes, 
from the complex and analytical 
to the simple and aesthetic. 
Here are just a few examples 
shared from the TED stage. 

Ide memiliki datang dalam berbagai bentuk   *
dan ukuran,
mulai dari yang kompleks dan analitis,
sampai dengan yang sederhana 
dan berestetika indah.   *
Ini adalah beberapa contoh dari 
panggung TedTalk TED.   *

(Video) Sir Ken Robinson: 
My contention is that creativity now 
is as important in education as literacy, 
and we should treat it 
with the same status. 

(Video) Sir Ken Robinson:
Saya berpendapat percaya bahwa   *
kreativitas saat ini,   *
memegang peranan kreativitas sama penting pentingnya dengan   *
baca tulis dalam pendidikan   *
seperti halnya baca-tulis,   *
dan kita harus memperlakukannya 
dengan status yang sama.   *

Chris Anderson: Elora Hardy — 
building from bamboo is beautiful. 
(Video) Elora Hardy: 
It is growing all around us, 
it’s strong, it’s elegant, 
it’s earthquake-resistant. 

Chris Anderson: Elora Hardy — 
keindahan 
membuat bangunan dari bambu.
(Video) Elora Hardy: Dia   *
Bambu tumbuh   *
di sekitar kita,
dia kuat, elegan, 
tahan terhadap gempa bumi.

CA: Chimamanda Adichie — 
people are more than a single identity. 

CA: Chimanda Adichie — orang-orang
memiliki lebih dari sekedar satu identitas.   *

(Video) Chimamanda Adichie: 
The single story creates stereotypes, 
and the problem with stereotypes 
is not that they are untrue, 
but that they are incomplete. 

(Video) Chimamanda Adichie: Satu   *
cerita Cerita   *
membuat yang sama menciptakan stereotip,   *
dan masalahnya permasalahan dengan stereotip   *
adalah bukan bukannya   *
stereotip itu salah,
tapi stereotip itu tidak lengkap.

CA: Your mind is teeming with ideas, 
and not just randomly. 
They’re carefully linked together. 

CA: Otak Anda dipenuhi dengan ide-ide,
dan bukan tidak sekedar acak.   *
Ide-ide itu saling berkaitan terkait satu sama lainnya.   *

Collectively they form 
an amazingly complex structure 
that is your personal worldview. 

Secara kolektif Bersama-sama, ide-ide itu membuat   *
sebuah struktur yang kompleks
dan itu adalah yang merupakan sudut pandangan pandang Anda   *
terhadap dunia.

It’s your brain’s operating system. 
It’s how you navigate the world. 
And it is built up out of millions 
of individual ideas. 

Itu Ia adalah sistim sistem operasi otak Anda.,   *
yang Itu menunjukkan bagaimana   *
Anda gunakan untuk mengarungi dunia.   *
Dan itu dibuat Struktur tersebut terdiri dari jutaan ide satuan.   *

So, for example, if one little 
component of your worldview 
is the idea that kittens are adorable, 
then when you see this, 
you’ll react like this. 

Misalnya Jadi, contohnya, jika satu komponen kecil   *
dari cara pandangan pandang Anda terhadap dunia   *
adalah ide bahwa anak kucing
itu menggemaskan,
dan maka ketika Anda melihat ini,   *
Anda akan bereaksi seperti ini.

But if another component of your worldview 
is the idea that leopards are dangerous, 
then when you see this, 
you’ll react a little bit differently. 

Tapi jika komponen lainnya dalam
cara pandangan pandang Anda terhadap dunia   *
adalah ide bahwa 
macan tutul itu berbahaya,
maka ketika Anda melihat ini,
Anda akan memberikan memiliki reaksi yang berbeda.   *

So, it’s pretty obvious 
why the ideas that make up 
your worldview are crucial. 

Jadi sudah cukup jelas 
mengapa 
ide-ide yang membuat membangun cara pandangan pandang   *
Anda terhadap dunia sangat penting.

You need them to be as reliable 
as possible — a guide, 
to the scary but wonderful 
real world out there. 
Now, different people’s worldviews 
can be dramatically different. 

Anda juga memerlukan ide-ide itu sebagai   *
panduan yang dapat diandalkan,
untuk (mengarungi) dunia nyata yang menyeramkan   *
menakutkan, namun memukau di luar sana.   *
Sekarang Nahsetiap beragam pandangan orang bisa mempunyai   *
pada dunia dapat sudut pandang yang amat berbeda secara drastis.   *

For example, 
how does your worldview react 
when you see this image: 

Sebagai contoh,
bagaimana sudut pandangan pandang Anda   *
bereaksi terhadap   *
saat Anda melihat gambar ini:   *

What do you think when you look at me? 
“A woman of faith, ” 
“an expert, ” maybe even “a sister”? 
Or “oppressed, ” “brainwashed, ” 
“a terrorist”? 

Apa yang ada Anda pikir pikirkan   *
saat Anda melihat saya?   *
“perempuan “Perempuan beriman, ” “seorang “ahli ahli, ”   *
atau mungkin “suster “saudara? ”   *
atau Atau “tertindas, ” “korban cuci otak, ”   *
“seorang teroris? ”

So that’s why ideas really matter. 
If communicated properly, 
they’re capable of changing, forever, 
how someone thinks about the world, 

Jadi itulah itu sebabnya mengapa kenapa ide   *
menjadi sangat penting.   *
Jika disampaikan dengan layak benaride   *
ide mampu mempunyai kemampuan untuk mengubah,   *
cara pikir selamanya,   *
bagaimana seseorang berpikir tentang dunia,   *

So if you accept 
that your number one task 
as a speaker is to build an idea 
inside the minds of your audience, 
here are four guidelines 
for how you should go about that task: 
One, limit your talk 
to just one major idea. 

Jadi jika Anda menerima setuju   *
bahwa tugas pertama Anda sebagai
pembicara adalah membangun sebuah ide
di dalam otak pendengar Anda,
ini adalah empat panduan bagaimana untuk   *
Anda mengerjakan tugas Anda tersebut:   *
Satu, batasi pembicaraan presentasi Anda   *
pada satu ide besar saja.   *

Ideas are complex things; 
you need to slash back your content 
so that you can focus 
on the single idea 
you’re most passionate about, 
and give yourself a chance 
to explain that one thing properly. 

Ide adalah sesuatu yang rumit;
Anda perlu mengurangi bobot presentasi membagi isi ide Anda   *
jadi supaya Anda bisa fokus berkonsentrasi   *
pada satu ide yang paling Anda jiwai,
dan berikan kesempatan pada di Anda untuk   *
menjelaskan hal satu ide tersebut secara layak.   *
dengan baik.   *

You have to give context, 
share examples, make it vivid. 

Anda perlu harus memberikan konteks dan bobot pada ide   *
Anda, berikan contoh, buat itu jadi   *
untuk menjadikan ide tersebut nyata.   *

So pick one idea, 
and make it the through-line 
running through your entire talk, 
so that everything you say 
links back to it in some way. 

Jadi pilih satu ide,
dan membuatnya tersirat sepanjang sesi pembicaraan jadikan ia benang merah yang mengikat   *
keseluruhan presentasi Anda,   *
jadi apa pun yang Anda katakan, dapat   *
dihubungkan kembali ke ide awal Anda.

Two, give your listeners a reason to care. 
Before you can start building things 
inside the minds of your audience, 
you have to get their permission 
to welcome you in. 

Dua, berikan alasan bagi pendengar Anda,   *
untuk kenapa mereka harus peduli.   *
Sebelum Anda memulai bisa membangun ide   *
di dalam benak pendengar Anda,
Anda harus membuat mendapatkan izin mereka agar   *
bisa menerima Anda untuk memasuki benak mereka.   *

And the main tool to achieve that? 
Curiosity. 
Stir your audience’s curiosity. 

Dan caranya cara utama untuk itu adalah?   *
Rasa ingin tahu.
Kendalikan Anda harus menggugah   *
rasa ingin tahu mereka pendengar Anda.   *

Use intriguing, provocative questions 
to identify why something 
doesn’t make sense and needs explaining. 

Gunakan pertanyaan yang mengusik
dan provokatif
untuk mengidentifikasi menunjukkan mengapa sesuatu jadi   *
tidak masuk akal dan butuh penjelasan dijelaskan.   *

If you can reveal a disconnection 
in someone’s worldview, 
they’ll feel the need 
to bridge that knowledge gap. 

Jika Anda dapat menyingkap ketiadaan-hubungan ketidak-   *
sinambungan dalam pandangan seseorang,   *
mereka akan merasakan merasa dibutuhkan perlu untuk   *
menjembatani kesenjangan tersebut.   * –> Akurasi terjemahannya perlu dilatih lagi. they’ll feel the need to bridge that knowledge gap. = mereka akan mereasa membutuhkan, bukan mereka yang dibutuhkan.

And once you’ve sparked that desire, 
it will be so much easier 
to start building your idea. 

Setelah Anda menyambungkan menumbuhkan kebutuhan jurang pemisah pengetahuan.   *
Dan sekalinya Anda menyalakan hasrat itu,   *
akan jadi sangat mudah untuk   *
mulai 
membangun ide Anda.

Three, build your idea, piece by piece, 
out of concepts that your audience 
already understands. 
You use the power of language 
to weave together 
concepts that already exist 
in your listeners’ minds — 
but not your language, their language. 

Tiga, bangun ide Anda 
setahap 
demi setahap,
dari di luar konsep yang telah sudah dipahami   *
oleh pendengar Anda.   *
Anda gunakan Gunakan daya bahasa Anda   *
untuk merajut konsep yang telah sudah ada   *
di dalam benak atau otak pendengar Anda —   *
bukan dengan bahasa Anda,
tapi dengan bahasa mereka. –> Out of the concept = dari konsep, BUKAN di luar konsep. Hati-hati, jangan mengubah arti!

You start where they are. 
The speakers often forget that many 
of the terms and concepts they live with 
are completely unfamiliar 
to their audiences. 

Anda awali sebagaimana pendengar Anda Mulailah dari (sudut pandang) mereka.   *
Para pembicara Pembicara kerap melupakan bahwa   *
banyak terminologi   *
istilah dan konsep   *
yang awam bagi mereka pahami   *
sepenuhnya tidak umum dimengerti oleh   *
pendengar mereka.

Now, metaphors can play a crucial role 
in showing how the pieces fit together, 
because they reveal 
the desired shape of the pattern, 
based on an idea that the listener 
already understands. 

Sekarang, metafora Metafora dapat memegang peranan menjadi sangat berguna   *
untuk penting dalam menunjukkan bagaimana   *
konsep-konsep itu saling terhubung serpihan ide jadi cocok satu sama lainnya,   *
karena mereka (bisa) menunjukkan beragam   *
bentuk pola yang diinginkan,   *
berdasarkan sebuah ide yang telah sudah   *
dipahami oleh para pendengar.   *

For example, when Jennifer Kahn   *
wanted to explain the incredible 
new biotechnology called CRISPR, 
she said, “It’s as if, for the first time, 
you had a word processor to edit DNA. 

Sebagai contoh, ketika Jennifer Kahn
ingin menjelaskan 
bioteknologi terbaru baru yang menakjubkan   *
yang dinamakan disebut CRISPR,   *
dia berkata, “seperti halnya   *
“Seakan, untuk pertama kali kalinya,   *
Anda mempunyai pengolah kata aplikasi Word Processor   *
untuk mengedit DNA.

CRISPR allows you to cut and paste 
genetic information really easily. ” 

Dengan CRISPR membuat, Anda mampu untuk bisa dengan mudah   *
memotong dan memindahkan   *
melakukan “cut & paste” informasi genetik dengan sangat mudah   *

Now, a vivid explanation like that 
delivers a satisfying aha moment 
as it snaps into place in our minds. 

Sekarang, penjelasan Penjelasan gamblang seperti itu   *
menciptakan dapat membuat momen ‘aha’ yang memuaskan   *
seperti halnya itu tercetus dari ketika ide tersebut dicerna oleh   *
benak Anda otak kita.   *

It’s important, therefore, 
to test your talk on trusted friends, 
and find out which parts 
they get confused by. 

Ini Jadi penting untuk menguji presentasi, jadi ujilah sesi pembicaraan   *
Anda dengan teman yang bisa Anda dipercayai percayai,   *
dan temukan untuk mengetahui bagian mana yang   *
membuat mereka bingung.

If the idea only serves you 
or your organization, 
then, I’m sorry to say, 
it’s probably not worth sharing. 
The audience will see right through you. 

Jika ide Anda hanya menguntungkan Anda
atau organisasi Anda,
maka maaf dengan sangat menyesal saya saja katakan,   *
mungkin ide Anda 
tidak layak dibagikan dibagi.   *
Pendengar akan melihat melalui niat Anda.   * –> Pendengar akan melihat niat Anda, bukan melihat melalui Anda (tembus pandang dong orangnya??)

or inspire someone to do 
something differently, 
then you have the core ingredient 
to a truly great talk, 
one that can be a gift to them 
and to all of us. 

atau menginspirasi seseorang untuk
berbuat melakukan suatu sesuatu secara hal yang berbeda,   *
maka Anda sudah mempunyai resep inti untuk sebuah TedTalk yang baik,   *
seseorang untuk membuat presentasi hebat,   *
yang bisa menjadi anugerah hadiah untuk   *
para pendengar dan kita semua.

>> Kembali ke Halaman Utama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s