Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Autoimunitas dan penyakit autoimun

Leave a comment


antibody-therapyDalam rangka untuk melindungi tubuh dari infeksi dan neoplasia (ketika antigen baru diekspresikan), sistem kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) harus mampu membedakan diri (self) dari yang bukan dirinya (non-self). Sistem imun bawaan menggunakan sejumlah besar reseptor permukaan sel nonklonal (seperti TLR) yang berusaha membedakan secara kasar antara diri dan bukan dirinya untuk mengenali mikroba. 

Sistem imun adaptif menggunakan reseptor sel T (TCR) untuk mengidentifikasi MHC-peptida, sedangkan sel B menggunakan antibodi permukaan sel (yaitu, immunoglobulin membran) untuk menyelesaikan tugas ini. Sistem kekebalan tubuh adaptif dapat mengenali perbedaan yang sangat halus antara diri dan bukan dirinya yang tidak dapat “diamati” oleh reseptor sistem imun bawaan.

Autoimunitas mengacu hanya pada kehadiran antibodi atau limfosit T yang bereaksi dengan antigen sendiri dan tidak serta merta berarti bahwa reaktivitas-diri memiliki konsekuensi patogenesis. Autoimunitas terjadi di semua individu. Namun, penyakit autoimun merupakan hasil akhir dari pemecahan satu atau lebih dari mekanisme dasar yang mengatur toleransi kekebalan (breakdown tolerance) (Diamond dan Lipsky, 2011).

Secara normal, autoimunitas dicegah oleh toleransi pusat (timus) dan toleransi perifer. Penghapusan sel T self-reaktif selama perkembangan timus adalah penting dalam pencegahan autoimunitas. Eliminasi aktif dari sel T autoreaktif secara klasik telah ditunjukkan melalui delesi selektif timosit self-reaktif. Hal yang sama, penghilangan nyaris lengkap dari sel T autoreaktif TCR-transgenic CD4 dan CD8 pada tikus yang mengekspresikan self-antigen pasangan selanjutnya menguatkan kebutuhan toleransi imun sentral dalam perlindungan terhadap autoimunitas. Residual sel T self-reaktif TCR-transgenic yang tetap hidup pada delesi timus juga secara istimewa berdiferensiasi menjadi sel Treg (sel T regulator supresif) yang selanjutnya menguatkan self-tolerance (Jiang dkk, 2016).

(dan penjelasan bagian ini adalah panjang dan tidak sederhana, sementara saya skip dulu).

Autoimunitas menjadi patologis ketika penyakit klinis dimanifestasikan. Sebuah respon imun normal diarahkan terhadap “bukan dirinya” antigen seperti mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Respon imun tersebut bermanfaat. Pada penyakit autoimun, respon imun diarahkan terhadap antigen “diri” yang menyebabkan cedera. Ketika self-antigen ditargetkan, dapat dihasilkan kerusakan jaringan dan kerusakan organ. Kebanyakan penyakit autoimun melibatkan humoral adaptif (reaksi hipersensitivitas jenis II dan III ) dan / atau (reaksi hipersensitivitas tipe IV ) diperantarai sel yang bisa menyebabkan penyakit.

Screen Shot 2017-04-12 at 18.46.46.png

Autoimunitas adalah istilah yang lebih luas daripada penyakit autoimun. Misalnya, autoantibodi yang ditujukan terhadap self-antigentiroid seperti thyroperoxidase dan tiroglobulin relatif sering terjadi pada populasi umum (5% atau prevalensi yang lebih besar pada orang dewasa). Namun, hanya sebagian individu dengan autoimunitas humoral tersebut akan mengalami manifestasi klinis penyakit tiroid autoimun (autoimmune thyroid disease, AITD). Manifestasi paling umum dari AITD adalah tiroiditis Hashimoto. Ketika autoantibodi agonis terhadap reseptor TSH diproduksi, dihasilkan penyakit Graves.

Bacaan lebih lanjut: Agarwal2013

Referensi

Diamond B, Lipsky PE, 2011, Chapter 318. Autoimmunity and Autoimmune Diseases, dalam Harrison’s Principles of Internal Medicine: Volumes 1 and 2, 18th Edition.

William E. Winter, Neil S. Harris, Kimberly L. Merkel, Amy L. Collinsworth and William L. Clapp, Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods, Link

Jiang TT, Martinov T, Xin L, Kinder JM, Spanier JA, Fife BT, Way SS. Programmed Death-1 Culls Peripheral Accumulation of High-Affinity Autoreactive CD4 T Cells to Protect against Autoimmunity. Cell Rep. 2016 Nov 8;17(7):1783-1794. doi: 10.1016/j.celrep.2016.10.042.

 

Advertisements

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s