Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Ini Bukan MasterChef Australia

Leave a comment


mc7_ep_48_051

Kala itu, malam sudah larut. Ruangan yang kala siang ramai dengan belasan orang, kini meninggalkan beberapa orang. Mereka terus bekerja, ga ada lelah seperti masih punya batere yang cukup untuk menghidupkan lampu ratusan watt. Seorang bocah sedang asyik mencuci semacam kertas putih kecil segiempat di kotak biru, lalu menggoyang-goyangnya perlahan. Satu orang yang selalu memakai kaos basket setiap hari, keluar dari suatu ruangan sambil membawa puluhan cawan bening berisi larutan berwarna merah. Dia mulai menggosok dasar cawan sepertinya mengambil lapisan tipis di atasnya, kemudian memindahkannya ke tabung bertutup orange.

Cewek yang konon katanya fasih berbahasa inggris tampak sibuk dengan tabung-tabung kecil, lengkap memakai masker dan sarung tangan, dan tidak pernah berbicara selama itu. Wanita satu lagi berkerudung sedang asyik menghadap mesin yang bisa berputar dengan kecepatan tinggi, berputar memberikan endapan kecil dibawah tabung yang ada di dalamnya. Ketika menongak ada cukup endapan dibawahnya, tampak senyum puas berkembang.

Seorang bocah di belakang saya pun tak mau kalah. Dia membuka tabung transparan, yang ketika tutupnya dibuka mengeluarkan bau tidak sedap. Berulang kali dia memasukkan cairan bening berganti-ganti, mengocoknya, kadang mengeluarkan busa, kadang berubah warna, kadang ada endapan, entahlah.

Pemandangan di malam itu menarik memori saya 1,5 tahun yang lalu. Di rumah kecil nan jauh disana, perempuan di sebelah saya sedang asyik tayangan televisi, acara program memasak dari benua tetangga. Walau hanya melihat kadang-kadang, namun pas menontonnya seringnya sampai selesai. Ada puluhan peserta rapi bercelemek putih bersih, mereka diberikan tantangan membuat makanan untuk dinilai. Peserta sibuk di area memasaknya masing-masing. Memotong, melihat resep, menggoreng, mengaduk, itulah cuplikan beberapa aktivitas di tayangan tersebut. Selanjutnya, diakhir acara hasil dinilai oleh 3 juri.

Heii, bukankah ini sama dengan yang sedang berlangsung saat ini? Walaupun tidak sama persis, tapi sangatlah serupa. Setiap orang sibuk dengan “resep”nya, mencampur ini dengan itu, sedih ketika gagal, dan tersenyum puas jika berhasil. Dan tiap minggu hasil kerjaan ini pun dinilai olah seseorang yang tidak hanya sekedar juri, orang inilah yang memegang kendali atas semuanya. Dia menyediakan bahan-bahan dan alat, sana bermainlah dengan alat dan bahan itu. “Yang saya perlukan tolong ke saya minimal seminggu sekali dan berikan hasil “masakan” yang lezat. Itulah hiburan bagi saya”.

Disaat melihat dan melamun tentang apa yang saya lihat malam itu, bunyi dering telepon pun menyadarkan saya. Sebuah pesan singkat yang isinya kabar masakan sudah siap di meja makan. Tidak perlu berfikir panjang, segera berkemas dan bergegas meninggalkan teman-teman saya yang sedang ikut program semacam “MasterChef Australia”.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s