Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Imodium untuk Diare

Leave a comment


Suatu pagi di hari Jumat yang penuh barokah, kawan mengirim pesan via watsap:

Kawan : Mas, punya obat diare ngga ya mas. Maturnuwun

Saya : Ada pak, saya ke Sentan sekarang.

Siangnya abis sholat jumat, ketemu lagi dan dia bilang:”Wah mandi (manjur) betul ya obatnya. Cuma minum satu, ni udah ga diare lagi” dengan gayanya khas Purwokerto Banyumas.

Jadi pagi itu saya beri obat namnya Lopemin 1 mg yang isinya tak lain adalah loperamid. Di Indonesia, obat ini lebih populer dengan nama Imodium dari Jassen cilag. 

Tentang loperamid

Loperamide bekerja dengan cara cara mengurangi peristaltik usus dengan harapan obat ini akan memperpanjang lama kontak dan penyerapan air di usus. Loperamide juga mampu menormalkan kembali keseimbangan sekresi dan resorpsi sel – sel mukosa usus dengan cara memulihkan kembali sel – sel yang mengalami hipersekresi menjadi resorpsi sehingga dicapai keseimbangan kembali. Dengan cara kerjanya tersebut Loperamide dapat menurunkan volume feses, meningkatkan kembali viskositas dan kepadatan feses serta menghentikan hilangnya cairan dan elektrolit.

Obat loperamide dapat bekerja lebih cepat dan lama kerja bertahan lebih lama dibanding difenoksilat dan kodein. Obat ini juga memiliki efek obstipasi yag lebih kuat 2 sampai 3 kali lipat, dan obat ini juga tidak dapat menembus sawar darah otak sehingga tidak memberikan efek terhadap saraf pusat.

Indikasi

Sebagai obat anti spasmodik, fungsi obat imodium adalah untuk mengatasi diare akut yang sebabnya tidak diketahui mengatasi diare kronik.

Kontraindikasi

Kontraindikasi imodium tidak dianjurkan untuk digunakan oleh penderita yang diketahui :

  • mempunyai riwayat hipersensitif atau alergi terhadap imodium dan komposisi obat.
  • mempunyai kolitis akut karena berpotensi untuk menyebabkan megacolon toksik
  • tidak boleh mengalami konstipasi
  • mempunyai usia kurang dari 12 tahun.

Informasi Keamanan 

  • Tidak boleh digunakan pada hari pertama diare karena kotoran hari pertama harus dikeluarkan.
  • Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan terjadinya konstipasi.
  • Hindari penggunaan pada diare yang diikuti demam tinggi atau pada tinja yang mengandung darah
  • Obat imodium tidak boleh digunakan pada keadaan diare akut yang disebabkan oleh infeksi Salmonella, Shigella dan Eschericia coli.
  • Obat imodium sebaiknya digunakan secara hati – hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan penyakit hati
  • Gunakan obat loperamide ini secara hati – hati pada wanita hamil dan menyusui.
  •  Obat ini harus dijauhkan agar tidak terjangkau anak – anak.
  • Obat naloksoon dapat diberikan sebagai antidotum apabila terjadi overdosis imodium.

Sumber: Mediskus, dr. Ahmad Muhlisin

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s