Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Mengapa gerakan sel menarik?

Leave a comment


Semua gerakan dari sistem kehidupan berasal dari gerakan dalam sel atau kelompok sel, dan studi tentang gerakan selular membentuk jembatan antara disiplin ilmu biokimia dan biologi organisme keseluruhan atau fisiologi. Banyak aktivitas selular dapat dianggap di bawah cakupan umum gerakan, dan berbagai sistem selular yang berbeda harus beroperasi untuk menghasilkan gerakan; ini berarti bahwa kita perlu pendekatan multidisiplin, dan ini bukan area semata-mata untuk spesialis sempit. Fenomena gerakan sel memiliki daya tarik pada tingkat primitif atau kekanak-kanakan. Gerakan menarik perhatian dan menimbulkan pertanyaan: bagaimana?, mengapa?, untuk apa?. Kenaifan jelas dari pertanyaan tidak berarti bahwa mereka akan dijawab dengan mudah.

Migrasi sel merupakan dasar atau landasan dari perkembangan, homeostasis, dan penyakit.

  • Embriogenesis melibatkan migrasi, proliferasi, dan diferensiasi terkoordinasi dari sel prekursor untuk menghasilkan lapisan berbeda dari embrio dan jaringan dan organ dari mereka.
  • Sel imun berpatroli di tubuh, melewati aliran darah dan bermigrasi ke jaringan dalam merespon insult dan infeksi.
  • Migrasi fibroblast dan sel epitelial berkolaborasi dalam penutupan luka dan regenerasi jaringan.
  • Migrasi sel tanpa terkontrol memicu penyakit autoimun dan merupakan sentral dari diseminasi sel tumor dan metastasis.

Jenis migrasi

(a) sel bermigrasi tunggal mengadopsi morfologi yang bergantung pada reseptor adhesif yang diekspresikan, lingkungan mikro di mana mereka bermigrasi, dan kontraktilitas intrinsik dari sel: mereka dapat kecil dan bergerak cepat, seperti sel-sel imun tubuh bergerak dari aliran darah ke jaringan target yang memanggil mereka dengan mengeluarkan molekul pro-inflamasi; atau mereka bisa lebih besar, bergerak lambat dan menampilkan struktur aktin rumit dan adhesi besar, seperti pada migrasi fibroblas pada sebuah dish.

(b) rantai terkait, di mana sel leading mengarahkan migrasi dari sel “kereta” yang secara fisik terhubung satu sama lain; ini terlihat dalam penyebaran sel tumor yang berbeda selama invasi dan metastasis;

(c) guided by heterotypic cell–cell contacts, seperti pada progenitor saraf yang bermigrasi ke lapisan tertentu dari otak menggunakan glia radial sebagai “lintasan” fisik

(d) dikoordinasikan dan multiseluler, membentuk sel lapisan sheet atau gelombang yang membentuk barisan depan sel bergerak dan beberapa, terikat erat lapisan sel yang jejak setelah barisan depan, seperti dalam embriogenesis dan penyembuhan luka.

Reference

Claire M. Wells and Maddy Parsons (eds.), Cell Migration: Developmental Methods and Protocols, Methods in Molecular Biology, vol. 769, DOI 10.1007/978-1-61779-207-6_1, © Springer Science+Business Media, LLC 2011

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s