Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Fakta Indometasin

Leave a comment


  1. Hanya ada satu produk di Indonesia yang mengandung indometasin yaitu Dialon (PT Eisai Indonesia).
  2. Menurut AGS 2015 Beers List (hal 2236), indometasin adalah agen yang paling memberikan adverse effect pada CNS dibanding NSAID lainnya, sehingga hindari penggunaannya pada geriatri. Kekuatan rekomendasi: Kuat.
  3. Efek pada CNS meliputi: sakit kepala, dizziness, drowsiness, gannguan mood, dan kebingungan.
  4. Efek ini kemungkinan dikarenakan indometasin mampu menembus blood-brain barrier (sawar darah otak).
  5. Rasa pusing bisa mempengaruhi kinerja tugas-tugas yang membutuhkan keahlian/konsentrasi tinggi (misalnya mengemudi).
  6. Indometasin memiliki kekerabatan dekat dengan sulindak, namun sulindak tidak ada di Indonesia. Mereka sama-sama dalam golongan Asam arilalkanoat. Sulindac (pro-drug), an analog of indomethacin, is unique among the NSAIDs in not inhibiting prostaglandin synthesis in the kidneys. So, it may be one of the safest drugs for treating osteoarthrosis in older people.
  7. NSAID pada umumnya memiliki aktivitas anti-inflamasi, analgesik, antipiretik. Indometasin menduduki posisi berikut dalam aktivitas anti-inflamasi: indomethacin > diclofenac > piroxicam > ketoprofen > lornoxicam > ibuprofen > ketorolac > acetylsalicylic acid
  8. Untuk aktivitas analgesik, indometasin 6x lebih lemah dibanding diklofenak (uji pada tikus dii-induksi phenyl benzoquinon). It has about 10 times the analgesic potency of aspirin. 
  9. Indomethacin has more potent antipyretic than either aspirin or acetaminophen, 
  10. Indomethacin should not be used by children <14 years and during pregnancy.
  11. Berdasarkan klasifikasi selektivitas COX, indometasin lebih selektif ke COX-1
  12. Indomethacin is mainly used for acute gout and osteoarthritis. Ankylosing spondylitis responds better to a particular NSAID like indomethacin. It is probably related to its stronger inhibition of prostaglandin synthesis.
  13. Indomethacin, oxaprozin, aspirin, ibuprofen, naproxen, and sulindac have comparable efficacy in the treatment of rheumatoid arthritis (RA).
  14. Efek samping pada kardiovaskuler: Naproxen < Celecoxib < Piroxicam < Ibuprofen < Meloxicam < Indomethacin < Diclofenac < Rofecoxib (at doses more than 25 mg)
  15. Relative risks of gastrointestinal complications: Medium Risk.

Semoga bermanfaat. Selamat pagi

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s