Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Obat-obat yang bekerja pada sistem Kolinergik dan Adrenergik

Leave a comment


Daftar berikut bukan untuk panduan, hanya sebagai bantuan ketika menemui suatu obat dan ingin tahu termasuk kolinomimetik, antikolinergik, agonis adrenergik, atau antagonis adrenergik. “Mohon maaf, apa pentingnya saya mengetahui golongan tersebut? Selama ini saya baik-baik saja tanpa tau itu obat masuk kategori mana?”

Memang ga ada masalah meskipun ga apal, tapi ga ada salahnya tahu dan kenal obat-obat masuk golongan mana. Sebagai contoh, menemukan obat Tremenza. Isinya pseudoefedrin dan tripolidin. Atau Panadol Flu dan Batuk, yang juga mengandung pseudoefedrin.

Pseudoefedrin beraksi sebagai dekongestan dengan cara menyempitkan pembuluh darah pada membran hidung, yang selanjutnya memungkinkan sedikit cairan meninggalkan pembuluh darah dan memasuki hidung, yang menyebabkan penurunan swelling dari membran hidung. (Sumber lain mengatakan, pseudoefedrin causes constriction or tightening of the blood vessels in those membranes, which then forces much of the blood out of the membranes so that they shrink and the air passages open up again).

Pseudoefedrin adalah agonis adrenalin (secara struktur juga serupa dengan adrenalin), yang berikatan pada reseptor alfa1, beta1, dan beta2. Kita tahu adrenalin (norepinefrin) misalnya berikatan pada reseptor alfa1, beta1, efeknya adalah konstriksi.

Well, finish. So what setelah tahu ini? Larinya bisa menjelaskan ke efek yang tidak dikehendaki, atau kategori pasien apa yang tidak boleh, atau perlu perhatian bila memakai obat ini.

Efek yang paling terasa dan umum terjadi jika menggunakan pseudoefedrin adalah mulut kering !!!

” …at 4:30 because I have a cold and my mouth was as dry as the Sahara. I never really got back to sleep again.

” I used to use Sudafed (with pseudoephedrine) and I reacted …and it gave me terrible dry mouth. Personally, I’d rather have congested …sinuses!

” …OR night..at night i breath through mouth and have horribly dry mouth.

Oh, and waking up with a dry dry mouth is… ”

Mengapa bisa?
Tentunya kita masih ingat pelajaran Anfisman tentang saraf simpatik dan parasimpatik, yang ada gambar berbagai organ sebelah kiri dan kanan dengan efek yang berlawanan. Nah, sistem adrenalin ini dipersayarafi oleh saraf simpatik, dimana banyak gambar menulis “inhibit salivation”, persis dibawah gambar “dilate pupil”. Sehingga pseudoefedrin yang aksinya menyerupai adrenalin inilah yang membuat mulut kering karena dihambatnya proses salivasi-nya.

Itu adalah efek yang tidak dikehendaki. Lalu bagaimana obat ini tidak boleh diberikan, atau butuh perhatian khusus pada pasien tertentu?

Pertama adalah pasien glaukoma, mengapa? Sebenarnya saya belum menemukan penjelasan yang pas untuk hal ini. Sedikit yang bisa saya tulis, pseudoefedrin adalah salah satu obat yang menyebabkan midriasis (dilatasi pupil, mata menjadi besar). Mydriasis can produce pupillary block and precipitate acute or subacute angle-closure glaucoma. Relaxation of ciliary muscle may decrease traction on trabecular meshwork (TM) and increase resistance to aqueous outflow (artinya cairan air mata tidak bisa keluar dan tertahan dan meningkatkan tekanan intraokular, padahal pada glaukoma TIO-nya sudah tinggi). Mohon koreksinya.

Kedua, pasien pembesaran prostat. Masih ingat postingan tentang BPH yang pernah saya tulis di awal tahun ini (silahkan cari di kolom Search). Ada beberapa macam kelas obat yang diindikasikan untuk menanggani pembesaran prostat jinak, salah satunya adalah kelas alfa bloker, obat ini bekerja dengan menghambat reseptor alfa yang banyak ditemukan di otot polos di leher kandung kemih, prostat, dan kapsul prostat. Penghambatan ini akan menyebabkan relaksasi pada daerah prostat sehingga tekanan akan berkurang dan meringankan obstruksi, sehingga gejala gangguan berkemih akan teratasi. Sedangkan pseudoefedrin adalah agonis adrenergik yang juga bekerja pada reseptor alfa, yang justru akan memperparah sulitnya untuk berkemih.

Ketiga, pasien yang sedang mengkonsumsi obat – obatan golongan monoamine oxidase inhibitor (MAOI) atau sudah mengkonsumsi obat ini dalam waktu 14 hari terakhir. MAOI, salah satu antidepresan, menghambat enzim Mono Amin Oksidase (MAO). Pseudoefedrin adalah amina simpatomimetik yang berbagi kesamaan struktural dengan amfetamin dan efedrin; meningkatkan tekanan darah terutama dengan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer. Efek ini merupakan hasil dari aktivitas agonis adrenergik alfa sebagian besar dari stimulasi langsung reseptor adrenergik dan pelepasan norepinefrin saraf. Banyak norepinefrin dilepaskan, disatu sisi enzim pendegradasinya yaitu MAO malah dihambat oleh MAOI. Jadinya, konsentrasi norepinefrin meningkat kadarnya di plasma, dan bisa menyebabkan krisis hipertensi, apalagi jika terjadi pada pasien memiliki riwayat hipertensi atau penyakit arteri koroner. Mekanisme serupa di atas juga berlaku untuk sediaan obat flu yang mengandung propanolamin.

Peringatan-peringatan di atas memang sudah tertulis di liflet/kemasan obat. Namun pasien bisa saja kurang perhatian jika tidak dijelaskan selama konseling. Parahnya, rata-rata obat flu/batuk bebas dijual di warung-warung dan tentunya tanpa konseling dari penjualnya. Maka, dengan pengetahuan kita mari optimalkan penggunaan obat dengan mempelajari ilmu kita sebaik-baiknya. Jadi, membeli obat flu di warung atau apotek apakah sama? Ya, sama saja jika tidak ada penjelasan obat. Namun akan berbeda 180 derajat jika apoteker tampil di depan dan menjelaskan ini dengan gamblang, meskipun untuk obat sekelas obat flu/batuk. Selamat malam.

Note: dilarang share !!

CholinergicAdrenergicAgonistsAntagonists

 

Molina galuh: pak setau saya adrenalin = epinefrin agak sedikit berbeda dg norephineprine..

A: benar bu, mhn maaf sy belum menyeragamkan penggunaan salah satu dari kata di atas. adrenalin = epinefrin, sedangkan nor-epinefrin (NE) = nor-adrenalin. Epinefrin adalah bentuk setelah nor-epinefrin (NE) mengalami metilasi. Keduanya sama2 berperan sbg neurotransmiter, namun yang banyak beraktivitas di sistem adrenergik adalah bentuk NE, sedangkan epinefrin bekerja slh satunya di adrenal.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s