Studi kasus: Regimen penyakit ulkus peptik


Last update: May 27, 2018

KM, seorang pria 40 tahun, datang ke apotek Gede Bagus setelah mendapat diagnosis penyakit ulkus peptikum diinduksi Helicobacter pylori. Dia menebus resep untuk azitromisin 250 mg dua kali sehari, amoxicillin 1000 mg dua kali sehari, dan omeprazole 20 mg dua kali sehari, masing-masing yang akan diminum selama 10 hari, diikuti dengan tambahan 18 hari omeprazole 20 mg. KM tidak memiliki kondisi komorbiditas atau alergi obat-obat di atas.

Mari teman2 bantu apoteker Gede Bagus, apakah ini sebuah rejimen obat yang tepat?Jika tidak, perubahan apa yang direkomendasikan?

Jawaban:

Penyakit ulkus peptikum (PUD) memiliki 3 etiologi utama:

  • penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid
  • adanya H pylori
  • stress.

Masing-masing memiliki terapi nonfarmakologi yang berbeda.

Dalam kasus PUD terkait H pylori kasus di atas, pedoman yang ditetapkan oleh American College of Gastroenterology merekomendasikan rejimen obat proton pump inhibitor (PPI). Rejimen ini termasuk dosis standar :

  • PPI dua kali sehari (esomeprazol adalah pengecualian dan seharusnya hanya diberikan sekali sehari)
  • klaritromisin 500 mg dua kali sehari, dan
  • amoxicillin 1000 mg dua kali sehari — semuanya untuk 10 hingga 14 hari.

Jika ulkus aktif ada pada awal terapi, diperlukan tambahan 18 hari penggunaan PPI sekali sehari.

Dalam kasus KM, resep mengganti azitromisin, antibiotik makrolida yang berbeda, untuk klaritromisin. Pedoman jelas menyatakan bahwa azitromisin dan eritromisin tidak boleh menggantikan klaritomisin, sebagai bukti menunjukkan bahwa klaritromisin adalah antibiotik yang paling efektif dalam pengobatan PUD. Apoteker perlu menelpon dokter untuk mengganti azitromisin menjadi klaritromisin.

Jika KM memiliki alergi penisilin, untuk amoksisilin bisa diganti dengan metronidazole 500 mg dua kali sehari.

Konseling lain yang perlu disampaikan kepada KM bahwa ia perlu mengonsumsi omeprazole 1 jam sebelum makan untuk meningkatkan kemanjuaran obat dan mengonsumsi antibiotik dengan makanan untuk mencegah mual dan dispepsia.

Case from pharmacy times jan 2016 (dimodifikasi minor tanpa mengubah substansi).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s