Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Molecular Mechanisms of Disease: Liver Fibrosis

Leave a comment


Paparan pagi kemarin tentang peran sistem imun innate dan sinyal inflamasi terhadap penyakit liver sungguh menarik. Ekihiro Seki, dokter lulusan Fak Kedokteran Hyogo yang saat ini bekerja di UC San Diego (UCSD) menyampaikan materi mekanisme molekuler penyakit fibrosis/sirosis.

Ada 6 subtopik yang disampaikan yaitu: (1) mekanisme umum fibrosis/sirosis, (ii) hepatic stealate cells, (iii) sitokin TGF-beta, (iv) Toll-like Receptor (TLR), (v) chemokine receptors, (vi) targeting revolusioner of liver fibrosis.

Pada penyakit hati kronis, jenis sel hati yang berbeda (hepatosit, sel Kupffer dan hepatic stealate cells) saling berkomunikasi dengan protein-protein regulator dalam sinyal intramolekul dalam sistem imun, infamasi, apoptosis, fibrogenik dan metabolik.

Fibrosis hati adalah respon penyembuhan luka yang merupakan konsekuensi dari penyakit hati kronis, seperti hepatitis B dan C, hepatitis autoimun, steatohepatitis non-alkohol (NASH), dan penyakit hati alkoholik (ALD). Sirosis hati, tahap akhir fibrosis hati, terkait dengan disfungsi hepatoseluler, peningkatan resistensi intrahepatik ke aliran darah, dan hepatosit displasia, yang dapat menyebabkan gagal hati, hipertensi portal, dan karsinoma hepatoseluler (HCC).

Saat ini, tidak ada pengobatan kuratif untuk fibrosis hati, dan transplantasi hati adalah satu-satunya terapi yang efektif. Namun, pasokan hati donor selalu tidak cukup untuk semua pasien sirosis yang membutuhkan transplantasi hati. Oleh karena itu, kita harus memahami patofisiologi molekul fibrosis hati. Dalam rangka mengembangkan terapi baru yang efektif untuk fibrosis hati, misi Seki Lab adalah untuk mempelajari mekanisme molekuler fibrosis hati.

Pada penyakit hati kronis, sel stellata hati (HSCs) teraktifkan dan mengalami transdifferensiasi menjadi myofibroblast yang merupakan tipe sel utama menghasilkan matriks ekstraselular (ECM) protein (kolagen tipe I, III dan IV). Produksi yang berlebihan dan deposisi protein ECM menyebabkan fibrosis hati. TGF-β dan PDGF adalah dua mediator yang paling penting untuk mengaktifkan HSCs. Dalam hati, sel Kupffer (makrofag residen hati) adalah sumber utama sitokin inflamasi dan fibrogenik (TNF-α, IL-6, MCP-1, IL-1, dan TGF-β). HSCs aktif juga mengekspresikan sitokin dan kemokin. Mediator inflamasi dan fibrogenik ini berpartisipasi dalam aktivasi dan migrasi HSCs dan sel Kupffer. Dengan demikian, aktivasi inflamasi dan signaling fibrogenik dan interaksi antara sel-sel Kupffer dan HSCs merupakan peristiwa penting untuk aktivasi HSC dan fibrosis hati.

Dokter Seki orangnya enak, ramah, antusias, dan bahasa Inggrisnya cihuy.. Jika teman-teman hendak mengadakan seminar internasional dan membutuhkan pakar gastroenterologi, pembicara yang satu ini sangat highly recommended untuk diundang.

Oleh-oleh dari: Seminar Biochemistry and Molecular Biology BMB2015,12,1-4.

Komentar

Laksmi Maharani jd ada potensi anti fibrosis yg bs dkembgkan gt mas mok?

Sarmoko Sadimin Ada banyak mbak laksmi, sedang dikembangkan dari hulu ke hilir: (i) mengobati penyakit liver primernya (HBV, HCV, alkohol, NASH, kolestasis), (ii) mencegah kerusakan hepar (list obatnya ga sempat dicatat), (iii) mengontrol inflamasi liver (bbrp ada list obatnya), (iv) menekan aktivasi sel stealat, (v) mendorong regenerasi sel2 baru. Obat dengan target nomor v sepertinya sangat menarik

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s