Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Interaksi Obat: Pengalaman Seorang Dokter

Leave a comment


Belajar sepanjang hayat, entah apa pun profesinya sepertinya diberi amanah untuk terus belajar. Seperti pengalaman dokter yang satu ini, beliau menulis: Saya mempercayai perkataan Osler “It is the obligation and the joy of the physician to be a perpetual student” (kira-kira artinya: ini adalah kewajiban dan sukacita dari dokter untuk menjadi mahasiswa abadi). 

Beliau lalu menuliskan pengalamannya. Kesalahan yang kita buat dapat menjadi salah guru yang paling berharga, tetapi hanya jika kita siap untuk belajar dari mereka. Tekad untuk belajar dari kesalahan, dan membuat kesalahan yang diberikan hanya sekali, itulah sesungguhnya belajar seumur hidup.

Kesalahan fatal yang beliau buat adalah ketika masih magang junior pada tahun 1970. Seorang pria di bawah perawatannya memiliki stroke embolik karena fibrilasi atrium. Beliau menyesuaikan dosis warfarin di rumah sakit saat pasien juga diberikan barbiturat yang berisi barbiturat aksi pendek dan aksi panjang. Pasien kemudian dikirim pulang pada dosis warfarin itu tapi tanpa barbiturat.

Dalam seminggu, metabolisme warfarinnya, tidak lagi dipercepat oleh barbiturat, kini telah melambat ke titik dimana beliau tersadar adanya perdarahan mesenterika fatal. Memahami bagaimana beliau telah “membunuhnya” menyebabkan beliau belajar interaksi obat sepanjang hidupnya.

Interaksi obat, domain yang sangat penting untuk dipelajari, namun kurang tersentuh. Pengalaman saya waktu kuliah, baru mendapat mata kuliah Interaksi Obat sewaktu kuliah profesi. Semoga kurikulum farmasi Indonesia sekarang sudah mewajibkan mata kuliah ini sejak S1, semoga.

Apoteker, sangat memiliki andil besar dalam pencegahan dan manajemen interaksi obat. Tidak boleh menyerah, belajar Interaksi Obat itu menyenangkan jika sudah tahu polanya. Interaksi obat, bukanlah melulu menghafal obat ini vs obat itu, tidak. Tangkap sains-nya (struktur, reaksi jalur metabolisme, farmakokinetika, farmakodinamika, enzim sitokrom P450) lalu praktekkan untuk menganalisis interaksinya.

Barbiturat, sang inducer enzim sitokrom yang sangat poten (hanya butuh waktu 2 hari untuk menginduksi), membuat metabolisme warfarin semakin cepat, efek warfarin menurun, perlu dosis lebih tinggi. Jika barbiturat tidak ada lagi, warfarin ibarat keluar dari “kran” ngocor dan dengan membabi buta melakukan aksinya. Seandainya dokter di atas bertemu dengan apoteker keren, lalu diskusi sejenak, mungkin ceritanya akan berbeda. Selamat belajar Interaksi Obat. [sarmoko]

Referensi kasus: Spence D, Uses of error: knowledge gaps. Lancet. 2001 Dec 8;358(9297):1934.[Link]

Komentar:

Mas Pangestu Cendra Natha, minta bantuan bisa ceritakan tentang INR lebih jelas ga mas? terima kasih mas

NR (international normalized ratio) itu sebuah parameter untuk memonitor warfarin pak Sarmoko Sadimin. INR seseorang dihitung dari prothrombin time (PT) orang tersebut yang dibandingkan dengan PT orang normal.

Jadi semakin tinggi INR risk of bleeding semakin besar. INR orang normal biasanya antara 0.8 sampai 1.2, sedangkan dalam terapi warfarin untuk mencegah thromboembolic event pada pasien atrial fibrilasi, biasanya target INR 2.0-3.0.
INR segitu dianggap balance untuk bleeding risk dan thromboembolic event nya. Lebih tinggi dari itu bleeding risk besar, lebih rendah dari itu risiko thromboembolic event tinggi.

Nah sayangnya karena properti dari warfarin itu sendiri yg banyak interaksi obat dan makanannya, sangat susah agar INR stabil antara 2.0-3.0, sering terjadi INR yg lompat2 dari 2.0 kemudian menjadi 5.0 kemudian jadi 1.5, sehingga warfarin tersebut meskipun dianggap sangat efektif tapi juga tidak convenient.

Tapi sekarang sudah ada new oral anticoagulant (noac) contohnya rivaroxaban dan dabigatran yang sudah diakui untuk pencegahan thromboembolic event pada pasien dengan atrial fibrilasi atau post op kasus2 orthopeadi.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s