Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Refleksi 5 Tahun Group Belajar Farmasi Klinik: Mari Fokus Belajar

Leave a comment


Group ini dibuat 15 November 2010, artinya hari ini adalah HUT-nya yang ke-lima. Group ini adalah salah satu pilihan tempat belajar, dimana para anggota saling berdiskusi dan belajar untuk menambah pengetahuan tentang Farmasi secara umum dan Farmasi klinik secara khusus. Apoteker, profesi dengan amanah tugas yang disandangnya, sedang bergeliat menunjukkan perannya ke masyarakat. Teman-teman apoteker yang bekerja di garda depan pelayanan (apotek, rumah sakit) terus berjuang menghadapi tantangan yang kian kompleks.

Ada sebuah tulisan bagus, saya kutip dari blog ibu Zullies Ikawati. Tulisan menceritakan bagaimana perjuangan seorang pahlawan farmasi dan teman2nya menunjukkan eksistensi profesi dengan bekerja lebih keras, walaupun sangat melelahkan dan berdarah-darah.

Cerita terjadi pada tahun 1960an dimana praktek apoteker bersifat stagnan, pelayanan kesehatan saat itu sangat didominasi oleh dokter. Lulusan farmasi saat itu ilmunya diawang-awang, tidak mendarat ke bumi, kurang dimanfaatkan, apatis, dan inferior. Beliau dan teman-temannya memunculkan ide untuk pelayanan kefarmasian, fokus pada pasien. Ide yang tidak mudah diterima, namun akhirnya bisa diterapkan. Awal-awal, dokter-dokter agak bingung ngapain apoteker masuk bangsal, turut campur dalam peresapan obat. Namun para perawat happy karena obat-obat sudah disiapkan oleh apoteker. Perawat sadar apoteker adalah ahlinya obat, dan mereka jadi bisa lebih fokus ke perawatan pasien. Tapi apotekernya kecapen, jam kerja lebih lama, peran bertambah dan perlu banyak belajar. Ada tekanan mental juga karena harus selalu siap dan prima setiap kali dibutuhkan. Siapakah beliau? Beliau adalah ibu Mary Anne Koda-Kimble, dekan farmasi UCSF sekaligus penulis buku legendaris yang dipakai sebagai referensi di seluruh dunia, Applied Therapeutics.

Singkat cerita, setelah melalui perjuangan yang panjang, kini profesi apoteker mendapat tempat yang sangat layak di Amerika sana. Namun, wacana farmasi klinik ini belum banyak dipahami oleh banyak orang. “Tapi tentunya apoteker juga harus introspeksi jangan berharap dokter bisa segera menerima keberadaan apoteker, kalau performa apoteker sendiri masih meragukan….. jangan-jangan apotekernya sendiri juga belum siap berubah dan mengambil peran baru yang lebih signifikan dalam pelayanan pada pasien” pesan ibu Zullies di blog-nya.

Saya mau berbagi sedikit pengalaman ini.

Pagi hari, istri saya sakit perut dan diare. Kebetulan saya lupa stock Norit di rumah. Keluar mencari obat, tapi saya benar-benar kecewa dan marah “kok belum ada apotek yang buka?”. Masih banyak apotek konvensional, yang baru buka jam 9 pagi. Ini mah sudah siang dan telat, mengapa tidak buka dari Subuh? Akhirnya saya teringat ada apotek dengan dominasi warna hijau dekat stasiun yang buka 24 jam. Salut ma apotek yang satu ini, benar-benar ada ketika dibutuhkan.

Tetangga dikampung halaman, anaknya usia 3 tahun malam-malam kena demam. Jam 22 malam mau dibawa kemana, ke kota tidak memungkinkan. Waktu itu ada bidan yang masih magang di desa, siap dibangunkan kapan saja dan memberikan pertolongan pertama. Mengapa tidak ada apoteker yang ditempatkan di desa ya, yang tugasnya secara khusus memberikan pelayanan dan bertanggung jawab terhadap desa tersebut terkait obat.

Kakak, lagi ambil spesialis di kampus di pnggir kali Bengawan. Waktu itu saya tanya kampusnya udah langganan UpToDate atau belum? Ternyata belum dan ketika saya lihatkan daftar isinya, dia tertarik dan minta diprintkan semua artikel tentang Anestesi. Oke, setelah diunduh dan dikumpulkan ternyata ada ribuan halaman, dicetak dibagi menjadi 6 buku. Nganterin 1 kardus berisi buku setebal masing-masing 800 halaman itu ke UGD, melihat wajah kakak yang stress karena habis nanganin pasien yang jelek. “Berat ya jadi dokter, kayak gini masih mau baca buku sekardus ini?” pikir saya sambil geleng-geleng kepala.

Saya pernah meng-unggah buku bagus Clinical Pharmacy and Therapeutics. Banyak yang request, saya kirimin email satu-satu ke teman2 yang tertarik. Tapi saya kapok habis itu. Karena kemudian, hati saya bertanya. Itu buku benar-benar dibaca ga ya?Adakah yang sudah selesai membaca 1 bab saja? Pertanyaan yang sama. Siapakah yang sudah membaca buku Koda-Kimble sampai selesai? Koda kimble pahlawan profesi yang saya ceritakan di atas. Beliau orang cerdas, tulisannya bagus. Mengikuti kasus-kasus yang beliau paparkan dan penjelasannya? Ini buku yang sangat bagus dan sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Di kelas, saya seringkali memberi pesan kepada murid-murid saya untuk banyak membaca. “Membaca adalah aktivitas yang jauh lebih mudah, dibanding menulis. Membaca ibarat tinggal makan, makan makanan (membaca) yang sudah dihidangkan (ditulis) oleh orang lain. Sedangkan menulis adalah aktivitas yang paling sulit, ini sama dengan memasak makanan, repot kudu nyari bahan ini itu, motong2, nyampur, masak, dst. Jadi, alasan apa yang membuat kita malas membaca? Tinggal makan aja kok, apa susahnya. Ketika menemui kasus, coba buka buku Anda. Jangan eman kalo beli buku. Ajukan proposal ke ortu berapa juta rupiah tiap semester untuk belanja buku. Jangan sampai besok pas pada praktek, ga punya buku karena ketika kuliah pelit untuk beli buku”.

Cerita-cerita di atas, saya hanya berbagi pengalaman. Betapa untuk mencapai sesuatu yg diinginkan, tidak mudah dan perlu perjuangan ekstra keras. Berhenti untuk meminta, tapi teruslah memberi. Idealis, mengapa tidak?

Terakhir, dinamika group inipun sama dengan dinamika kehidupan pada umumnya, marilah saling belajar, saling menghormati dan berinterospeksi. Lebih tenang dan adem dalam menaggapi isu. Jangan suka memprovokasi, juga jangan mudah terprovokasi. Group ini tidak hanya beranggotakan apoteker, tapi beberapa dokter, perawat, dan bidan juga tertarik dengan group ini. Mari perbanyak kawan dan fokus bekerja sesuai kompetensi masing-masing.

Saya memohon maaf jika ada kata-kata kurang berkenan. Salam semangat buat teman-teman di lapangan, yang lebih expert karena langsung bertemu dengan pasien setiap hari. Saya jadi banyak belajar dari group ini. Mari perbanyak membaca dan belajar.

Lima tahun mengudara, semoga memberi manfaat buat teman-teman semua. Proficiat Apoteker Indonesia.

Referensi: https://zulliesikawati.wordpress.com/…/farmasis-klinik-riw…/

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s