Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Mengenal 10 obat paling laris di dunia (Bagian 1)

Leave a comment


Berbagi pengetahuan obat apa saja paling laris di tahun 2014? Bagaimanapun, kita harus update perkembangan informasi obat-obat terkini. Saya ada cerita waktu itu peserta konferensi dibagi menjadi 3 kelompok dengan topik-topik tertentu untuk melakukan FGD. Pas di kelompok saya, para peserta kayaknya sudah langsung konek antara nama Merek dan kandungannya, nah saya masih loading Nexium, Enbrel itu apaan? Di waktu yang sama, mereka sudah asyik berdiskusi sengit tentang obat-obat tersebut.

Berikut sepuluh obat paling laris di dunia dari peringkat 10 (kayak MTV Ampuh aja …).

10. Mabthera
Di posisi 10, di duduki oleh Mabthera yang kandungannya adalah Rituximab. Dari namanya sudah ketahuan bahwa ini adalah suatu Monoclonal AntiBody (produk biologis, suatu protein terapetik bukan small molecule). Indikasi obat ini adalah untuk penyakit kanker limfoma, leukimia, penolakan transplant, dan gangguan auto-imun. Obat ini adalah sebagai anti-CD20, sementara CD20 adalah protein permukaan yang banyak ditemukan pada sel B (sel imun). Pada limfoma misalnya, terjadi gangguan pada sel B sehingga dengan obat ini sel yang rusak tersebut dieliminasi oleh rituximab. Obat mahal? Ga usah ditanya. Ada dari cerita tetangga yang terkena limfoma non-Hodgkin’s, sekali terapi jika dirupiahkan adalah senilai 40 juta, Alhamdulillahnya, BPJS meng-kover biaya tersebut. Namun sayangnya, obat ini berperangaruh besar terhadap kerja jantung. Maka sebelum terapi obat, pasien harus dicek dulu kondisi jantungnya. Oke, infus dan efek drastisnya adalah sering buang air kecil. Jika kondisi jantung tidak bagus, bisa berujung pada kematian. Mungkin teman-teman bisa menjelaskan mengapa bisa demikian, ditunggu diskusinya.

9. Nexium
Di posisi 9 bertengger Nexium atau terkenal dengan “si pil ungu”. Obat ini adalah “bikinan” Astra Zeneca si bos-nya PPI yang sudah sangat sering kita bahas di group ini, omeprazol. Berbeda dengan Prisolec (omeprazol), Nexium isinya adalah esomeprazol. Esomeprazol adalah obat pengembangan dari omeprazol yang “konon kabarnya” lebih bagus (kontroversi). Sebenarnya ide pengembangan ini bukanlah sesuatu yang mencengangkan, tapi sudah generik dilakukan. Omeprazol adalah produk rasemat yaitu berisi campuran enansiomer R dan S sebanyak fifty-fifty (50:50). Padahal yang berefek bagus adalah isomer S. Nah, si esomeprazol isinya cuma isomer S saja. Jadi kalau Anda minum kapsul omeprazol 20 mg, sebenarnya yang aktif hanya 10 mg saja (isomer S ada separo-nya). Tapi kalo meneguk esomeprazol 20 mg, ya dapat 20 mg. Sadar ga teman-teman bahwa ilmu enansiomer R dan S ini, saya yakin Apoteker lah yang paling jago. Mana ada profesi kesehatan di muka bumi ini yang dapat mata kuliah Kimia Organik 5 sks dan Kimia Medisinal sebanyak 5 sks? Jadi, mengapa tidak tampil di depan dan bangga dengan memberikan pelayanan prima dan totalitas kepada pasien?

Mengintegrasikan basic science ke farmasi klinis, itu akan menjadi senjata ampuh luar biasa. Kita semua bisa, jadi mengapa harus malas untuk belajar. Salam semangat belajar, dimana saja, dan kapan saja. Untuk posisi tangga berikutnya, nantikan di postingan berikutnya.

Selamat malam dan selamat beristirahat

Sumber peringkat: IMS Health MIDAS, December 2014

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s