Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Farmakodinamika PPI

Leave a comment


Kembali kita bahas PPI dari sisi yang lain yang ternyata juga menarik untuk dibagikan. Kemarin sudah kita bahas mekanisme aksinya, dan terima kasih atas diskusi teman sejawat sehingga kasus clear dan terjawab. Hari ini kita bahas lebih lanjut tentang aspek farmakodinamikanya.

Hal yang perlu kita ingat dari PPI adalah, dia hanya menghambat pompa yang aktif. Andaikan kita memiliki 100 pompa proton, hanya sekitar 70-80% saja yang diaktifkan oleh makanan, dan sekitar itu pulalah pompa yang akan dihambat.

Hari pertama minum, sebanyak 80% sudah dihambat. Hari kedua minum lagi, PPI akan menghambat sisanya dan pompa baru regenerasi yang terbentuk. Demikian seterusnya hingga dicapai kondisi steady-state yaitu pada hari ketiga atau keempat.

Toleransi Tidak Terjadi pada PPI

Toleransi obat adalah sebuah kondisi yang ditandai oleh penurunan efek obat pada pemberian berulang. Dalam beberapa kasus, toleransi obat menyebabkan kebutuhan untuk meningkatkan dosis obat agar mencapai efek yang sama. Toleransi biasanya berkembang dalam hitungan hari sampai minggu, dan dibedakan dari takifilaksis (tachyphylaxis), penurunan yang lebih cepat dalam pengaruh obat. Toleransi dapat merupakan hasil dari beberapa mekanisme, termasuk perubahan dalam metabolisme obat dan perubahan dalam jumlah atau respon dari reseptor (Kamus Kesehatan).

Merki dkk (1994) melakukan penelitian membandingkan ranitidin dan omeprazol dalam hal toleransi obat. Mereka mengukur berapa dosis yang diperlukan untuk menjaga pH lambung di atas 4. Hasil menunjukkan bahwa ranitidin menunjukkan toleransi, artinya dosis yang dipakai perlu ditingkatkan selama periode lebih dari dari 3 hari, sedangkan pada PPI tidak menunjukkan fenomena toleransi.

Rebound Hipersekresi Terjadi pada PPI

Selama beberapa tahun, orang berfikir ketika sudah minum PPI pada periode tertentu maka asam lambung tidak akan naik lagi. Kemudian Waldum dkk (1996) melakukan penelitian tentang efek rebound pada PPI. Dia memberikan omeprazol 40 mg selama 90 hari, lalu mengukur luaran asamnya. Setelah periode tsb, ketika tidak minum omeprazol selama 14 hari, si asam naik lagi. Ini menandakan PPI menunjukkan efek rebound.

Demikian sedikit parapan tentang aspek farmakodinamika dari PPI, semoga bermanfaat. Selamat pagi dan selamat beraktivitas.

Bacaan lebih lanjut:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8276209
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1383386/
http://onlinelibrary.wiley.com/…/j.1742-7843.2004.pto9…/full

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s