Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Asam nalidiksat : Antiseptik Saluran Kemih Golongan Kuinolon

Leave a comment


Asam nalidiksat adalah obat yang tua, digunakan di klinik sejak tahun 1967. Obat ini sudah hampir lenyap di pasaran, di Amerika obat ini sudah tidak lagi di beredar, sedangkan di Indonesia satu-satunya produsen yang masih “menghidupkan” obat ini yaitu pabrik yang bermarkas di daerah Puncak Kab Cianjur, PT Armoxindo, dengan brand “Urineg”.

Cukup sulit mencari informasi obat ini di buku-buku Farmakologi terkini karena obat ini memang obat yang sudah langka. Sebuah literatur lama karangan Ganiswara tahun 1995 membahas lengkap obat ini di halaman 594 dalam sub-topik Antiseptik Saluran Kemih.

Asam nalidiksat (En: nalidixic acid), merupakan senyawa purwarupa dari golongan antimikroba yang sangat terkenal saat ini, fluorokuinolon. Asam nalidiksat tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi sistemik yang berasal dari dari saluran kemih karena bioavaibilitasnya dalam plasma tidak mencukupi. Namun pada tubuli renalis, asam nalidiksat mengalami pemekatan dan berdifusi kembali ke parenkim ginjal sehingga bermanfaat untuk pengobatan infeksi saluran kemih. Oleh karena kadarnya hanya cukup tinggi pada saluran kemih saja, maka obat ini dianggap sebagai antiseptik lokal untuk infeksi saluran kemih. Ketika rekan sejawat mencari obat ini di buku ISO 46, Anda tidak akan menemukannya dalam kolom Kuinolon, tapi masuk ke bagian 30.3 Obat yang mempengaruhi saluran kemih | Antiseptik.

Asam nalidiksat bekerja dengan menghambat enzim DNA girase bakteri dan biasanya bersifat bakterisidterhadap kebanyakan kuman patogen penyebab infeksi saluran kemih. Obat ini menghambat E. coli, Proteus spp., Klebsiella spp. dan kuman-kuman koliform lainnya.

Asam nalidiksat tersedia dalam sediaan tablet 500 mg. Dosis untuk dewasa adalah 4 kali 500 mg/hari. Asam nalidiksat diindikasikan untuk mengobati infeksi saluran kemih bawah tanpa penyulit (misalnya sistitis akut). Obat ini tidak efektif untuk infeksi saluran kemih atas, misalnya pielonefritis. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil trimester pertama dan juga anak dalam masa pubertas.

Asam nalidiksat adalah obat langka, untungnya ada “sahabat baik” yang masih hidup dan lestari sampai sekarang yaitu asam pipemidat (En: pipemidic acid). Asam pipemidat mempunyai indikasi sama dengan asam nalidiksat. Dosisnya adalah 2 kali 400 mg/hari. Jadi, jika rekan sejawat sulit menemukan asam nalidiksat (Urineg), asam pipemidat bisa digunakan dengan berbagai pilihan berikut:

  • Impresal (Zambon Spa)
  • Palin (Lek, Pharpros)
  • Urinter (Interbat)
  • Urixin (Abbot)
  • Urotracictin (Sanbe Farma)

Asam nalidiksat dan asam pipemidat mungkin akan semakin langka di masa depan, karena obat-obat baru seperti ciprofloksasin dan generasi lebih baru semakin populer dan efektivitasnya yang lebih baik.

Referensi:

Mariana Y, Setiabudy R, 1995, Sulfonamid, Kotrimoksazol dan Antiseptik Saluran Kemih, dalam Ganiswara SG (Ed), Farmakologi dan Terapi Edisi 4, Jakarta, Bagian Farmakologi FKUI, hal 594.

ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia 46, 2011-2012, Obat yang mempengaruhi saluran kemihISFI Penerbitan, hal 600.

 

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s