Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Kenali Obat Anda : Acyclovir

Leave a comment


Anda pernah terkena herpes, atau di masyarakat dikenal juga dengan “dompo”? Jika Anda berkunjung ke dokter maka dokter akan merespkan obat bernama Acyclovir. Mau tahu lebih lanjut tentang obat ini? Simak postingan berikut.

Acyclovir generik dibuat dengan dalam dua kekuatan/dosis yaitu 200 mg dan 400 mg. Pembeda dari keduanya adalah warna tabletnya, kalau yang 200 mg warnanya putih, sedangkan yang 400 mg warnanya merah muda (pink). Bentuk tablet bukan bulat, tapi segi lima. Produsen obat generik obat ini di Indonesia utamanya adalah PT Indofarma. Obat dikemas dalam kotak 10 blister @ 10 tablet.

Bagaimana cara kerja acyclovir?

Acyclovir adalah analog nukleosida purin asiklik yang aktif terhadap virus Herpes simplex, Varicella zoster, Epstein-Barr dan Cytomegalovirus. Di dalam sel, acyclovir mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif acyclovir trifosfat yang bekerja mengahambat DNA polimerase virus herpes simplex dan replikasi virus, sehingga mencegah sintesis DNA virus tanpa mempengaruhi proses normal sel manusia.

Acyclovir diindikasikan untuk pengobatan infeksi virus herpes simplex pada kulit dan selaput lender, termasuk herpes genitalis inisial dan rekuren (kambuhan). Acyclovir juga diindikasikan untuk pengobatan infeksi herpes zoster dan varicella.

Bagaimana posologinya?

Untuk infeksi herpes genitalis insial : 200 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 5-10 hari. Untuk pemberian anak di bawah 2 tahun yaitu SETENGAH dosis dewasa (100 mg). Untuk penderita “immunocompromised” atau kelainan absorpsi pada usus, dosis ditingkatkan menjadi 400 mg, atau sebagai alternative diberikan pengobatan secara intravena. Pengobatan harus dimulai sedini mungkin, untuk rekuren sebaiknya pada periode mulai terjadi lesi pertama.

Untuk pengobatan supresif infeksi herpes genitalis rekuren: 400 mg 2 kali sehari atau 20 mg 2-5 kali sehari selama 12 bulan.

Untuk pengobatan intermitten infeksi herpes genitalis rekuren : 200 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 5 hari.

Sedangkan untuk infeksi herpes zoster dan varicella : 800 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 7-10 hari. Untuk pemberian anak 2-12 tahun : 400 – 800 mg 4 kali sehari, selama 5 hari. Untuk pemberian anak di bawah 2 tahun : 200 mg atau 20 mg/kg BB 4 kali sehari, selama 5 hari. Pengobatan harus dimulai sedini mungkin dan pada saat awal timbulnya gejala infeksi.

Tabel dosis untuk penderita yang mempunyai gangguan fungsi ginjal:

Creatinine clearance ml/menit/1,73 m2 Dosis (mg) Interval (jam)
Herpes genitalis

Inisial/intermitten

0 – 10

 

200

 

12

Supresi kronik

0 -10

 

200

 

12

Herpes zoster

0 – 10

10 – 25

 

800

800

 

12

8

 

Beberapa penderita mungkin mengalami infeksi “break through” pada pemberian dosis total 800 mg sehari. Pengobatan harap dihentikan secara periodik dengan interval waktu 6 -12 bulan dengan maksud untuk mengobservasi kemungkinan perubahan-perubahan riwayat penyakit.

Peringatan dan perhatian

Acyclovir TIDAK BOLEH digunakan selama kehamilan kecuali manfaat yang didapat jauh lebih besar daripada risikonya baik terhadap ibu maupun janin. Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.

EFEK SAMPING yaitu ruam kulit dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan sakit perut.

KONTRAINDIKASI yaitu pada penderita yang hipersensitif terhadap Acyclovir.

INTERAKSI OBAT yaitu dengan probenecid yang mampu meningkatkan t1/2 dan AUC dari Acyclovir.

Simpan obat ini di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

Referensi

Leaflet obat dari kemasan box PT Indofarma

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s