Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Nyeri-Analgesik : Paramex dan Bodrex

1 Comment


Anda pernah mengalami sakit kepala bukan? Perasaan nyeri cekot-cekot, cenat-cenut sungguh lah menyiksa. Ada banyak sekali merek di pasaran. Lalu Anda pilih yang mana? Banyak konsumen berdasarkan cocok-cocokan/ pro yang mana. Dan kadang kalo bukan merek tersebut, ga sembuh. Ha..ha.. Mari kita kupas berbagai anti-nyeri dan analgesik di sekitar kita.

Analgesik atau pain-killer adalah istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat yang digunakan sebagai penahan sakit. Obat analgesik termasuk obat antiradang non-steroid (NSAID) seperti salisilat, obat narkotika seperti morfin dan obat sintesis bersifat narkotik seperti tramadol.

NSAID seperti aspirin, naproksen, dan ibuprofen bukan saja melegakan sakit, malah obat ini juga bisa mengurangi demam dan menurunkan panas (anti-piretik).

Nyeri adalah perasaaan atau sensasi tidak nyaman yang menandakan adanya kerusakan sel dalam tubuh atau inflamasi (radang). Nyeri timbul karena tubuh menerima rangsangan yang berupa rangsang mekanik (trauma, terpukul, teriris, cubitan), panas (cahaya matahari, api, listrik,) dan kimia (makanan/minuman terlalu asam, penyakit).

Jadi, nyeri sesungguhnya adalah respons tubuh yang disebabkan adanya salah satu atau beberapa rangsang yang mengenai bagian tubuh.

Mediator-mediator nyeri akan menyebabkan meningkatnya potensial saraf, khususnya yang diserabut saraf Ad dan C di sumsum tulang belakang (spinothalamic cord). Hantaran serabut Ad berlangsung sangat lambat, sementara serabut C sangat cepat. Perjalanan nyeri dilanjutkan oleh serabut-serabut saraf tersebut hingga di pusat nyeri di otak (thalamus), akhirnya sampai di somatosensori korteks (otak). Di somatosensori korteks inilah rasa nyeri kita persepsikan.

Jenis nyeri

Nyeri dibedakan setidaknya menjadi nyeri perifer (nyeri ringan) dan nyeri visceral (nyeri kuat yang biasanya karena rusaknya sel/radang di organ dalam).

Bagaimana mengeblok rasa nyeri?

Mengeblok rasa nyeri dimaksudkan mengurangi dan atau menghilangkan rasa nyeri. Banyak cara dapat dilakukan untuk mengeblok nyeri, berdasarkan pemahaman mekanisme terjadinya nyeri.

  1. Mengeblok pembentukan mediator nyeri khususnya prostaglandin, yaitu dengan pemberian analgetik steroid (prednison, deksametason), maupun nonsteroid/NSAID (parasetamol, ibuprofen, dll). Analgetik steroid (SAID) ini yang lebih menonjol adalah sifat anti-inflamasinya (anti-radangnya), sementara nonsteroid (NSAID, Non Steroid Anti Inflammatory Drugs) sebagian besar selain analgesik-antipiretik juga beberapa memiliki sifat anti-inflamasi.
  2. Mengeblok penghantaran nyeri oleh serabut saraf dapat dilakukan melalui anestesi (obat bius), baik lokal (di tempat rangsang nyeri) atau sistemik (seluruh saraf tubuh). Lidokain semprot/injeksi pada proses cabut gigi atau khitan adalah contoh anestesi lokal. Ada juga bermacam anestesi yang diberikan melalui injeksi intravena (masuk pembuluh darah vena), bahkan sekarang banyak diberikan melalui sumsum tulang belakang khususnya bila diinginkan efek obat sangat cepat seperti operasi section cesaria (bedah cesar).
  3. Mengeblok pusat nyeri/reseptor nyeri di otak, yakni dengan analgetik narkotik (morfin, petidin). Hanya analgetik bentuk narkotik yang mampu menembus penghalang antara darah dan otak (blood brain barrier) sehingga dapat mengeblok rasa nyeri yang amat sangat. Misal ada penderita kanker stadium lanjut yang rasa sakitnya minta ampun.

Bagaimana cara memperoleh pain killer?

Obat analgesik yang steroid, anestesi, dan analgesik narkotik hanya dapat diberikan oleh dokter, sementara yang nonsteroid dapat dibeli bebas di pasar.

Macam-macam analgetik

Golongan narkotik, contoh kodein. Biasanya dalam bentuk kombinasi dengan analgetik nonsteroid lain seperti parasetamol, asetosal, atau ibuprofen. Kodein, tidak diindikasikan untuk analgetik, merupakan obat batuk kering, harus dengan resep yang ketat, sangat diawasi walaupun harganya sangat murah.

Tramadol. Beberapa ahli menggolongkan tramadol sebagai jenis seminarkotik. Biasaya obat ini diberikan pada nyeri akibat tauma (kecelakaan patah tulang, pasca-operasi).

Golongan dipirin: metampiron/antalgin. Antalgin selain memiliki sifat analgetik juga menonjol sifat antispasmus-nya. Spasmus adalah kejang otot yang menyertai nyeri, biasanya nyeri visceral. Namun antalgin memiliki efek samping mengganggu pembentukan komponen darah (diskrasia darah) seperti sulitnya darah menggumpal, anemia, penurunan trombosit. Penderita yang mempunyai gangguan darah sebaiknya menghindari pemakaian obat ini. Di Amerika penggunaan obat ini sudah dilarang.

Propifenazon, adalah turunan fenazon dengan daya analgesik dan antipiretik yang sama.

Ibuprofen. Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan pertama kali dibanyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Contoh merek di pasar adalah Proris.

Cara minum analgetik

  1. Semua jenis salisilat harus diminum sesudah perut terisi makanan agar mengurangi keasaman lambung.
  2. Parasetamol dan antalgin dianjurkan untuk diminum sebelum perut terisi makanan. Kedua obat ini diserap oleh usus, bukan di lambung seinggga bila obat telah berada dalam lambung yang kosong, begitu ada makanan maka obat akan terdorong ke usus, dan proses penyerapan obat akan lebih cepat. Sebaiknya obat ini diminum dengan air yang tidak bersifat asam (jangan jus atau minuman berkarbonasi) karena akan menghambat penyerapan obat yang telah bereaksi membentuk sedikit garam dengan medium asam.
  3. Bila penderita tidak memiliki gangguan lambung, dianjurkan minum obat golongan salisilat dengan jus yang asam karena mempercepat penyerapan obat oleh lambung sehingga efek obat lebih cepat.

NYERI KEPALA

Nyeri kepala merupakan keluhan yang sering terjadi dalam setaun kehidupan manusia. Setidaknya, sekali dalam setahun seseorang akan mengalami nyeri kepala. Namun, jenis dan tingkat nyeri kepala yang dialami seseorang boleh jadi bervariasi bergantung banyak hal. Salah satunya adalah jenis nyeri kepala. Setidaknya terdapat lebih dari 4 macam nyeri kepala yang sering diderita.

Penggolongan nyeri kepala

  1. Tension. Ditandai dengan nyeri yang hilang timbul, dapat menyerang bagian depan maupun belakang kepala. Tanda yang khas adalah terjadinya kekakuan selain adanya rasa nyeri. Penyebab nyeri jenis ini antara lain yang paling sering terjadi adalah posisi duduk saat menggunakan komputer. Posisi penempatan komputer yang tidak pas dengan posisi kepala akan memicu nyeri kepala jenis tension ini.
  2. Migrain. Nyeri kepala yang terjadi akibat ketidaknormalan vaskuler ini biasanya menyerang dimulai dari dalam dan sekitar mata atau pelipis, menyebar ke satu atau dapat juga dua sisi kepala, namun yang paling sering terjadi hanya di salah satu sisi kepala. Nyeri diikuti rasa berdenyut, hilangnya nafsu makan, bahkan disertai mual dan muntah. Ketegangan psikologis dan faktor genetik diduga menjadi penyebab migrain.
  3. Cluster. Nyeri jenis ini terutama dialami oleh pria, biasanya menyerang satu sisi kepala, terjadi secara periodik diselingi adanya masa ketika ada keadaan terbebas nyeri. Gejala khas dari nyeri ini yaitu pembengkakan mata, hidung meler, dan mata ber-air di sisi nyeri.
  4. Kelainan sinus. Merupakan nyeri yang bersifat akut dan sub-akut, terjadi di kepala bagian depan, bersifat tumpul dan berat. Pada pagi hari, dalam keadaan yang dingin dan lembab, nyeri ini muncul kembali, nyeri ini sebagaian besar terjadi di tulang dahi dan tulang pipi.

Nyeri kepala jenis lain masih ada, namun jarang terjadi. Contohnya nyeri tumor otak, nyeri karena adanya produksi cairan di otak akibat infeksi toksoplasma, infeksi pada selaput otak/meninges, dan nyeri karena hipertensi.

Terapi farmakologi

Penggunaan obat utamanya menggunakan obat analgesik/pain killer. Pada migrain beberapa obat direkomendasikan untuk mengurangi nyeri yang terjadi antara lain dari golongan ergotamin (Ergotamin cafein-generik, Cafergot, Dihydroergot, Ericaf), metamizol (Arsinal, Medizol), cinnarizine (Merron) dan sumatriptan (Triptagic, Cetatrex).

Pain killer di pasaran

Paramex (Konimex)

Indikasi untuk meringankan sakit kepala dan sakit gigi. Komposisi : Paracetamol 250 mg, Propyphenazone 150 mg, Caffeine 50 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 1 mg

Saridon ((Bayer)

Indikasi untuk meringankan sakit kepala dan sakit gigi. Komposisi : Parasetamol 250 mg, Propifenason 150 mg, Kafein 50 mg

Bodrex (Tempo Scan Pacific)

Indikasi untuk sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan demam yang berkaitan dengan flu dan masuk angin. Komposisi: parasetamol 500 mg, kafein 50 mg.

Sumber:

Ika Puspitasari, Cerdas mengenali obat dan penyakit

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “Nyeri-Analgesik : Paramex dan Bodrex

  1. serabut Ad sebenarnya lebih cepat dari serabut c karena diameternya lebih besar (resistensi <) dan juga bermielin,, kok kebalik y ditulisnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s