Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Sel NK dan iNKT

Leave a comment


Sel NK atau sel Natural Killer, pasti kita sudah sangat populer dengan nama ini. Lalu, bagaimana dengan iNKT, sel apakah itu? Apa saja perannya, apa bedanya dengan sek NK? Pada postingan ini akan dikupas tentang sel NK dan iNKT, perannya dalam komponen pertahanan tubuh.

Sel NK merupakan sel penting dalam imuntas bawaan karena mampu mengenali sel yang terinfeksi, sel kanker, sel yang stress, kemudian sel NK membunuh dan membasminya. Selain itu, sel NK juga memproduksi berbagai macam sitokin termasuk sitokin proinflamasi, kemokin, CSF, dan sitokin lain yang berfungsi dalam regulasi pertahanan tubuh. Melalui sitokin yang dihasilkan sel NK, juga mampu menekan atau mengaktifkan makrofag, kemampuan APC, dan respon limfosit.

Sel NK menggunakan sistem dual receptor dalam menentukan apakah dia akan membunuh atau tidak membunuh sel manusia. Sel yang stress, sel tumor, atau sel yang terinfeksi, maka akan memproduksi molekul MICA dan MICB (MHC class I polypeptide-related sequence A/B), yang pada sel normal tidak ada MICA/B.

Reseptor pertama, disebut killer-activating receptor, dapat berikatan dengan molekul induksi stress, dan hal ini akan mengirimkan sinyal yang membuat sel NK bisa membunuh sel yang terikat.

Reseptor kedua, disebut killer-inhibitory receptor, mengenali molekul MHC I yang biasanya ada pada semua sel manusia yang berinti. Jika protein berasal dari self, maka CTL tidak akan mengenali dan tidak akan membangkitkan respon imun.

The innate and adaptive immune response

Sel iNKT

Sel iNKT adalah subset limfosit T yang menjembatani imunitas bawaan dan imunitas adaptif. Seperti halnya sel imunitas adaptif, sel ini mempunyai reseptor yang dikode oleh gen somatik melalui re-arrangement, dan seperti halnya sel imunitas bawaan sel ini tidak mampu membentuk memori.

Jenis respons yang dihasilkan oleh sel-sel ini disebut sebagai transititional immunity. Berbeda halnya dengan subset sel T lain yang MHC-restricted, sel iNKT menghasilkan fenotip efektor yang tidak bergantung pada paparan antigen sebelumnya, dan terbentuk dalam timus melalui jalur perkembangan lain.

Sel iNKT dapat memproduksi berbagai sitokin Th1 dan Th2, dan sitokin ini dapat mengaktivasi sel efektor baik sistem imun bawaan maupun adaptif. Interaksi antara sel iNKT dengan sel DC immature mengakibatkan sel DC mampu mempresentasikan antigen, yang memfasilitasi respons sel CD4+, CD8+, dan sel B. Selain itu produksi sitokin oleh iNKT dapat dirangsang tanpa bergantung pada pengikatan TCR. Karena sifat-sifat di atas, iNKT dianggap merupakan sel poten dalam respons imun terhadap kanker dan immune surveilance.

Suatu penelitian pada menceit membuktikan bahwa sel iNKT dapat mengendalikan pertumbuhan tumor dengan cara membatasi atau menghambat fungsi tumor associated macrophage (TAM) yang berperan dalam menunjang neo-angiogenesis dan pertumbuhan tumor.

Referensi

Kresno SB, 2011, Ilmu Onkologi Dasar, BP FKUI, Jakarta

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s