Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Dosen Harus Banyak Membaca

2 Comments


Judul yang to the point, mengkritisi beberapa dosen Indonesia yang “malas” atau jarang membaca selama 4 bulan di tahun 2013 ini. Dinamika kehidupan kampus, sejatinya ruhnya terletak di dosen dan mahasiswa. Betapa 2 elemen ini sangat menentukan “gairah” akademik di suatu kampus, jika salah satunya tidak berjalan dengan fungsinya maka ketidakseimbangan bisa terjadi.

Membaca adalah aktivitas yang lebih mudah tingkatannya, dibanding menulis misalnya. Membaca dikatakan mudah, ibarat tinggal menyantap makanan yang ada di depan mata (menikmati informasi yang sudah ditulis oleh orang lain). Tingkatan yang lebih sulit yaitu menulis karena untuk bisa menulis, kudu banyak membaca. So, bisa kita fahami di sini bahwa Membaca adalah aktivitas yang sangat penting.

Membaca, tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tapi juga dosen lho. Bisa Anda bayangkan kalo dosen jarang membaca. Ilmu pengetahuan di luar sana yang berkembang cepat, di satu sisi informasi bisa di peroleh mana saja, mahasiswa pun kadang lebih aktif membaca dibanding dosennya, dosen harus menyampaikan kuliah dengan referensi-referensi terkini, dsb. Apa yang terjadi jika dosen jarang membaca?

Pengalaman ketika menguji skripsi, dimana sebenarnya di situ ada proses belajar tidak langsung baik dosen atau mahasiswa karena disitu sedang berlangsung “mempertahankan” skripsi/tesis. Mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya, dan ada point pembahasan yang tentunya sudah dikonsultasikan ke dosen pembimbing. Ketika mahasiswa dan dosen jarang membaca, maka pembahasannya dangkal dan tidak bisa memberi jawaban atas perumusan masalah. Ditambah juga kalo dosen penguji juga demikian, ya sudah, tidak ada akselarasi update ilmu pengetahuan, ujian just menguji saja, keluar ruangan tidak ada tambahan ilmu apa-apa selain tanya jawab biasa apa yang sudah diketahui bersama.

Parahnya, dosen justru menguji dengan pengetahuan ketika zaman S1 nya (sudah 10 tahun yang lalu misalnya), wah gawat nih. Bahwa pengetahuan masa lalu tidak bisa diterapkan ke masa sekarang karena sudah beda zaman. Kita mungkin tidak cukup lagi menjelaskan khasiat tanaman obat sebagai antiradikal bebas karena mempunyai kandungan senyawa fenolik, lalu meredamnya. Bisa juga demikian, namun ada temuan-temuan lain yang membuktikan ternyata kandungan metabolit dari tumbuhan yang bisa menginduksi ekspresi gen-gen antioksidan endogen (misal GSH, peroksidase), yang ini lebih superior efeknya meredam radikal bebas dibanding senyawa itu bertarung langsung dengan radikal bebas.

Konsep-konsep baru seperti di atas bisa diperoleh hanya dengan banyak membaca literatur ilmiah terkini.Pembahasan bisa masuk ke ranah baru yang bisa menjelaskan fenomena dari hasil yang didapat, diskusi bisa hidup, ada penambahan pengetahuan di semua elemen: mahasiswa, dosen pembimbing, dan dosen penguji.

Wahai rekan-rekan dosen Indonesia, mari perbanyak aktivitas kita dengan kegiatan positif, MEMBACA. OKE..

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

2 thoughts on “Dosen Harus Banyak Membaca

  1. Wow, takjub baca blog Moko. Baru tau blog ini… :p #KemanaAja

    Minder deh blogku, hehehe…😀

    Sukses selalu ya, Moko! ( ‘̀⌣’́)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s