Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Inflamasi dan Kanker: Hot Relationship

1 Comment


Pengantar Inflamasi

Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cidera dan melibatkan banyak mediator. Inflamasi merupakan respon fisiologis terhadap berbagai rangsangan seperti infeksi dan cidera jaringan. Inflamasi dapat bersifat lokal, sistemik, akut, dan kronis yang menimbulkan kelainan patologis. Ciri inflamasi adalah pain, redness, swelling, dan kadang hilangnya fungsi organ tertentu.

Ciri inflamasi salah satunya adalah udem (bengkak atau swelling), bagaimana ini bisa terjadi? Setelah beberapa menit terjadi cidera jaringan, ditemukan vasodilatasi yang menghasilkan peningkatan volume darah di lokasi tersebut. Permeablitas vaskuler meningkat menimbulkan kebocoran cairan pembuluh darah dan muncullah udem.

Setelah beberapa jam, leukosit menempel pada sel endotel di daerah inflamasi dan bermigrasi melewati dinding kapiler masuk ke rongga jaringan, proses ini disebut ekstravasasi. Berbagai faktor plasma seperti imunoglobulin, komplemen, sistem aktivasi kontak-koagulasi-fibrinolitik dan sel-sel inflamasi seperti neutrofil, mastosit, eosinofil, monosit-fagosit, sel endotel dan molekul adhesi, trombosit, limfosit, dan sitokin berinteraksi satu sama lain.

inflamasi 1

Pada keadaan normal, hanya sebagian kecil molekul melewati dinding vaskuler. Bila terjadi inflamasi, sel endotel mengkerut sehingga molekul-molekul besar dapat melewati dinding vaskuler. Cairan yang mengandung banyak sel inflamasi disebut eksudat inflamasi. Eksudat inflamasi mempunyai peranan penting yaitu mengencerkan toksin yang sering dikeluarkan oleh bakteri.

Sel-sel yang terlibat dalam inflamasi terutama adalah sel-sel pada sistem imun nonspesifik yaitu neutrofil. Neutrofil merupakan sel utama pada early inflamasi, bermigrasi ke jaringan dan puncaknya terjadi pada 6 jam pertama.

Proses inflamasi akut diperlukan sebagai pertahanan host terhadap mikroorganisme yang masuk ke tubuh, penyembuhan luka yang membutuhkan komponen seluler untuk membersihkan debris lokasi cidera serta meningkatkan perbaikan jaringan. Proses ini memerlukan kerjasama oleh komponen berikut:

– sel fagosit diperlukan untuk menyingkirkan bahan-bahan asing dan mati di jaringan yang cidera.

– mediator inflamasi yang dilepas fagosit seperti enzim, radikal bebas anion superoksid dan nitrit oksida (NO) berperan untuk menghancurkan makromolekul dalam cairan eksudat.

Tahapan inflamasi

Inflamasi akut

  • Eksudat inflamasi: neutrofil, makrofag, sel-sel mati, dan sel darah merah.
  • Makrofag merilis faktor angiogenik dan fibroblast-activating factor untuk menarik sel epitel, sel endotel vaskuler, dan fibroblast.

Fase rekonstruksi

  • epitelisasi (sintesis kolagen, perbaikan jaringan)
  • terbentuk jaringan parut

Fase pematangan: Remodelling of scar tissue and disappearance of capilaries.

tahapan inflamasi

Inflamasi kronis

Inflamasi dapat berhenti sendiri, namun bisa juga berkepanjangan yang disebut inflamasi kronis. Inflamasi kronis terjadi jika proses inflamasi akut gagal dan antigen menetap. Antigen yang persisten menimbulkan aktivasi dan akumulasi makrofag yang terus-menerus. Hal ini bisa memicu berbagai penyakit yaitu kanker, diabetes, arthritis (RA), kardiovaskuler, pumonary (COPD), dan penyakit neurologis (Alzheimer’s).

Inflamasi kronis telah dihubungkan dengan berbagai tahapan yang terlibat dalam karsinogenesis termasuk transformasi seluler, promosi, surivival, proliferasi, invasi, angiogenesis, dan metastasis. Inflamasi tersebut menjadi faktor risiko pada kebanyakan tipe kanker. Misal induser asap rokok, menyebabkan inflamasi bronkitis, ada pada kanker paru, % predisposisi pada progres kanker adalah sebesar 11-24%, dll.

Inflamasi dan karsinogenesis ada kemiripan, bedanya pada kanker proses inflamasi tidak untuk peroses perbaikan namun untuk pertumbuhan kanker itu sendiri.

Artikel bagus tentang inflamasi dan kanker, klik disini

Beberapa produk gen pro-inflamasi telah diidentifikasi memiliki peran penting pada penekanan apoptosis, proliferasi, angiogenesis, invasi, dan metastasis. Di antara produk gen tersebut adalah TNF alfa dan anggota superfamilinya, IL-1alfa, IL-1beta, IL-6, IL-8, IL-18, kemokin, MMP-9, VEGF, COX-2, dan 5-LOX. Ekspresi semua gen di atas utamanya diatur oleh faktor transkripsi NF-kB yang secara konstitutif aktif pada kebanyakan tumor dan diinduksi oleh karsinogen (asap rokok), tumor promoter, protein virus onkogenik, agen kemoterapi, dan iradiasi gama.

Mari kita tinjau peran sitokin-sitokin dan protein di atas pada proses karsinogenesis.

TNF alfa

TNF alfa ketika diekspresikan secara lokal oleh sel-sel imun, sitokin ini mempunyai efek terapetik bermanfaat. Namun ketika disekresikan pada sistem sirkulasi (terjadi disregulasi), justru ini bisa membuat jadi penyakit termasuk kanker. TNF alfa sendiri kini dikenal sebagai mediator utama inflamasi. Ketika ada stimulus patogen, TNF alfa akan menginduksi mediator inflamasi lain dan protease yang merupakan pemain dalam respon inflamasi. TNF alfa juga diproduksi oleh tumor dan dapat beraksi sebagai tumor promotor endogen. Peran TNF alfa bahkan dikaitkan pada semua tahapan pada proses karsinogenesis, termasuk transformasi seluler, proliferasi, invasi,  angiogenesis, dan metastasis (Gambar 1).

Microsoft PowerPoint - BCP-9107- Figures.ppt

Gambar 1. Inflammatory networking in cancer

– TNF alfa dan transformasi seluler. Group peneliti Komori melaporkan TNF alfa manusia adalah 1000 kali lebih efektif sebagai tumor promotor dibanding asam okadaic dan 12-o-tetradekanoilphorbol-13-asetat pada induksi kanker.

– TNF alfa dan mediasi proliferasi. Semula diketahui TNF alfa hanya diproduksi oleh makrofag, namun TNF alfa juga diproduksi oleh berbagai macam sel tumor termasuk limfoma sel B, limfoma sel T cutaneous, leukimia megakriosit, leukimia sel T dewasa, AML, CLL, ALL, sel kanker payudara, kanker kolon, kanker paru, karsinoam sel squamous, kanker pankreas, kanker ovarian

Daftar pustaka

Aggarwal BB, Shishodia S, Sandur SK, Pandey MK, Sethi G. Inflammation and cancer: how hot is the link? Biochem Pharmacol. 2006 Nov 30;72(11):1605-21. Epub 2006 Aug 4.

Albini A, Sporn MB. The tumour microenvironment as a target for chemoprevention. Nat Rev Cancer. 2007 Feb;7(2):139-47.

Bratawidjaja KG dan Rengganis I, 2010, Imunologi Dasar Edisi ke-9, FKUI Jakarta

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “Inflamasi dan Kanker: Hot Relationship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s