Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Ultra Jaya: Pandai Mengelola Mutu

2 Comments


Ultrajaya-LogoBagi Anda pecinta minuman dalam kemasan, saya jamin pasti sangat familiar dengan Ultra Jaya. Ya, sebuah perusahaan yang konsen membuat produk-produk berbagai minuman, di kemas dalam kemasan karton, dengan variasi produk yang cukup beragam. Jika Anda membuka refrigerator transparan di minimarket, produk-produk Ultra Jaya dengan rapi dipajang di bagian depan, karena memang banyak diburu konsumen. Apa saja produknya, apa bedanya dengan merek lain, lebih enak mana?

Teh Kotak, teh kotak Ultra Jaya adalah minuman favorit saya. Entah ada apanya, rasanya beda dan agak berkelas saja minum teh kota ini (maksudnya…). Pernah coba merek lain kayak teh kotak-nya Sosro, beda sih rasanya. Sosro emang lebih unggul dan sudah populer di Teh Botol, ketika mencoba masuk ke teh kotak (walau tetap tertulis Teh Botol dalam kemasan kotak), dan menawarkan harga yang lebih rendah, tetap saja tidak bisa mengalahkan Ultra Jaya. Teh kotaknya Ultra Jaya dalam kemasannya menuliskan begini kira-kira “Pertama, membuat teh dalam kemasan karton”. Mungkin kemasan ini yang membuat citarasanya tetap segar dan beda. Jika dibandingkan dengan kemasan botol plastik (yang saat ini produk seperti ini sangat membanjiri pasaran), tetap saja Ultra Jaya tetap fokus di kemasan kotak.

Pernah saya amati teh dalam kemasan botol plastik untuk berkompetisi dengan berbagai inovasi. Misal Nu Green Tea, kayaknya pioner-nya dengan rasa teh dan madu-nya yang khas, kini merambah ke varian teh hijau yang rasanya lebih agak pahit. Frestea (merek teh dari Coca Cola) selain merambah teh botol, juga masuk ke botol plastik. Variasi rasanya gak jelas, aneh-aneh, malah bikin pusing kepala abis meminumnya. Kadang dia menambahkan zat yang bikin semwriwing dan rasa buah-buah, tapi justru meninggalkan rasa teh aslinya. Lain lagi dengan Fruit Tea (merek yang sudah lama juga, kondang juga, seumuran dengan Teh Kotak), hadir dengan kemasan karton juga namun bentuknya gak kotak. Dia memang konsen teh dengan rasa buah, jadi bagi konsumen yang suka dengan kombinasa itu ya silahkan-silahkan saja. Produk yang lebih baru dan gak terkenal banyak juga menjamur di refrigerator indomaret. Tapi karena follower, ya rasanya gak bisa ngalahin yang leader. Saya ambil contoh merek C2 (sering nongol di iklan Efisiensi TV) dalam kemasannya tertulis kira-kira begini “mengandung sisa daun teh di dalam botol”. So what gitu loh? Ini ceritanya mungkin mau ikut-ikutan Pulpy Orange yang ada pulp di botolnya. Tapi untuk teh, mungkin ga cocok karena residu daun  teh yang ikut masuk ke kemasan malah bisa bikin cepat busuk. Rasa C2 juga jauh dari rasa teh, lebih kental rasa esensnya.

Teh kotak, dengan Bonus Ekstra 50%-nya yang ada sejak lahir sampai sekarang, saya juga ga tau kapan bonus itu ada. Tapi mungkin strategi aja kali ya biar kayak Toga Mas, diskon-nya ga abis-abis dan sepanjang masa. Ha..ha.. Saat ini, teh kotak Ultra Jaya hadir dalam kemasan baru. Tetap sama kotaknya, hanya desain grafisnya beda dikit. Tenang saudara-saudara, tetap ada tulisan ekstra bonus 50% nya kok. Inovasi baru yaitu hadir kemasan 500 ml (baca setengah liter) dalam kemasan yang elegan dan rasa yang menawan. Bedanya, kemasan ini pakai tutup botol ulir, beda dengan kemasan 200 ml+100 ml (ukuran normal) yang combine dengan sedotan. Tapi sayangnya, di kemasan 500 ml ini gak bisa dihabisin sampai abis, selalu ada sisa sedikit di kotak lantaran gak bisa keluar. Desainnya yang ada lekukan di sekitar tutup botol membuat gak bisa kayak iklan susu bendera “hingga tetes terakhir”. Ha..ha..

Susu Ultra Jaya, ini juga favorit saya. Sebenarnya ada banyak merek di pasar susu kemasan kotak semacam ini. Sebut saja Frisian Flag (susu bendera), dan Indomilk. Tapi, rasanya susu Ultra Jaya emang beda. Gak bikin eneg atau bikin mual. Natural aja gitu, kayak rasa strawbery-nya, rasa moka, atau coklat-nya. Pernah coba merek yang susu bendera rasa strawbery, rasanya beda, esensnya terlalu kuat dan bikin pusing lidah. Susu coklat Ultra Jaya juga enak, ada malt-nya yang bikin rasanya jadi berat dan kental gimana gitu. Yang rasa strwabery, saya perhatikan mengandung pewarna karmin (si biang merah) yang memang pewarna aman dan direkomendasikan untuk pewarna makanan (merek lain ga tau pake apaan). Rasa moka, wah yang ini nonjok juga, enak banget rasanya.

Buavita (upss..). Sebenarnya semula saya mau membahas produk ini, tapi gak jadi ah, karena sekarang merek ini sudah dibeli ma Unilever dua tahun silam. Sejarahnya, produk ini  bikinan Ultra Jaya (sampai sekarang juga masih diproduksi di pabriknya Ultra Jaya, tapi lisensinya udah dipegang Unilever). Buarvita sebenarnya merek lama, zaman saya SD juga udah ada sekitar tahun 1995-1996an. Masih ingat ga dulu iklannya sekelompok penari dengan pakaian rumbai-rumbai ala Hawai nyanyi-nyanyi di pinggir pantai sambil pegang Buavita. Kira-kira skrip lagunya kayak gini “Buavita buavita buavita.. Sari buah asli segar ..na..na.. na.. lupa”. Tera khir ada kata Buavita dengan tempo naik disusul bunyi kemasan buavita yang sedang dikocok. Semenjak pindah tangan ke Unilever, jadi agak malas beli coz harganya jadi mahal banget bro…Hoho

Produk-produk lain ada Kacang Ijo dan Asam Jawa. Untuk kedua produk ini, Ultra Jaya berkompetisi dengan merek-nya ABC. Tapi untuk produk ini jarang saya beli karena ga cocok, mending langsung beli di burjo aja, masih seger dari panci. Lagian kalo abis minum kacang ijo dalam kemasan bawaannya malah pengen ke toilet, perut melilit. Nah, kalo Asam Jawa bikin perut jadi enak. Tapi, harganya lebih mahal Asam Jawa lho dibanding teh kotak.

Bisa diambil kesimpulan, dari sekian produk-produk Ultra Jaya mengapa bisa tetap menjadi pilihan konsumen tak lain adalah dia pandai mengelola mutu. Bikin produknya itu beneran, gak main-main atau sekedar ikut-ikutan. Juga tetap fokus dan telaten mengelola produk-produknya supaya tetap segar dan nikmat sampai di tangan konsumen.

Terakhir, mungkin Anda akan bilang “Dibayar berapa mas ma Ultra Jaya abis nulis ginian “. Ha..ha..

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

2 thoughts on “Ultra Jaya: Pandai Mengelola Mutu

  1. iya susu ultra jaya yang saya minum kok asam… sial, gak jadi beli lagi deh…

  2. serius dong mas moko… dibayar brapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s