Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Mari Menjelajah Purwokerto Barat

1 Comment


Purwokerto Barat, ada apa yang menarik dari daerah ini? Karena iseng, cobalah menelusuri daerah dan mengambil beberapa gambar selama perjalanan. Jumat, Desember pagi hari, berangkatlah saya dan kawan menyusuri kawasan tersebut. Perjalanan di mulai dari kawasan Griya Limas Permai, ke arah Jalan Kampus Unsoed, lalu ke arah Sumampir, SPN, Pasar Cermai, dan menuju ke arah Unwiku.

Unwiku

Unwiku, atau Universitas Wijaya Kusuma kalau dilihat sekilas dari luar, tergolong kampus yang besar. Dari bangunan fisik, kelihatan lah ini kampus dengan beberapa Fakultas di gedung depan. Ada fakultas Hukum, Fisip, gedung Rektorat, dan masjid Unwiku. Saya tanya ke kawan, ini padahal hari Jumat hari kerja  tapi kok sepi, mana mahasiswanya? “Emmm.. gimana ya, ga tau lah” jawab teman saya aneh, tampak menyembunyikan sesuatu. Ha..ha…

Bodo ah, ambil beberapa gambar, dan tak lupa jepret masjidnya yang bersih. Ada tulisan di plangnya dapat sumbangan dari Yayasan Pancasila nya Pak Harto. Masjid Unsoed dan masjid UMP (dulu) juga tipe bangunannya kayak gini, berarti sumber bantuan dari yayasan yang sama (baru paham). Karena dari yayasan Pancasila, coba perhatikan di pucuk kubahnya tulisan Allah berada di dalam segilima (Pancasila). Iseng.com, menganalisa aja, haha..

Di depan Unwiku, ada rumah makan terkenal “Tantene”. Heran juga ma Tantene, letak nan jauh dari pusat kota, tapi kok ramai, dan bangunannya lumayan besar. Kata kawan “Ini restoran sudah lama dan terkenal, jadi ramai dan tetap survive. Sekarang malah ada 2, satunya lagi di kawasan arah ke Baruraden, sebelahan ma Libero dan Kemangi”.

Selamat Datang di Desa Kebocoran

Foto0304Dari Unwiku, ambil arah selatan ada pertigaan ambil kanan, masuk lah anda di kawasan Desa Kebocoran. Aneh benar ya nama desanya. Apa artinya Kebocoran? Kalau secara harfiah, berarti kalo ada hujan air netes dari genteng. Haha.. Di desa ini jalanan sepi, tapi jalannya bagus dan mulus. Ada lapangan besar di kanan jalan, backgroundnya Gunung Slamet, hmm mantap lah. Rumah-rumah juga gak padat, standar lah sama dengan tipe desa-desa di Indonesia pada umumnya. Desa ini, Mei yang lalu sempat populer di media massa gara-gara belasan kambing pada mati dengan kondisi yang aneh (usus terburai, organ-organ penting pada ilang). Ada yang bilang ada makhluk jelmaan singa bernama “Aul”, artinya ada orang yang lagi ngisi ilmu. Tapi isu tidak benar, kambing-kambing pada mati lantaran 2 anjing yang akhirnya tertangkap dengan pengawasan CCTV. Keren bener ni desa ada CCTV nya segala. Ooo, jangan salah, desa ini juga ada gerbangnya lho, bagus masih baru, di desa lain mana ada. Dan lebih mencengangkan lagi, juga ada websitenya, http://kebocoran.or.id, glekk..glek…

Perjalanan dilanjutkan dan sampailah jalan di bawah rel kereta api. Kata rekan mahasiswa, dulu jalan di bawah rel ini gak ada. Biasa lah, jalan kereta di kasih palang dan di jaga petugas. Tapi petugasnya sering sekali di “ganggu” oleh makhluk-makhluk serem kalo malam. Berasal dari situlah (katanya) di buat jalan under pass tsb.

Turun bentar dan ambil beberapa gambar rel dan jalan menurun itu. Lanjut, dan masuk lah ke terowongan jalan tersebut. Jalan yang tergenang air, dan ada air menetes dari rel dengan frekunensi yang tinggi. Keluar dari terowongan, ” Sekarang sudah tahu kan asal nama desa Kebocoran?” tanya kawan saya tadi sambil melongok ke kameranya, takut kena kebocoran, haha..

Musium Soedirman

Foto0310Lepas dari Desa Kebocoran, lanjut ke arah Karangwelas meninggalkan kawasan kecamatan Kedungbanteng. Sama, jalanan lengang tapi aspalnya mulus. Liatin anak-anak SD yang lagi “Jumat Bersih” (program sejak jaman saya SD tuh). Ada pasar tradisional yang ga se rame pasar Ceremai. Melewati masjid apa lupa namanya yang menaranya tinggi dan besar. Sampailah kita di jalan besar, jalan pintu keluar Kota Purwokerto, daerah Karanglewas.

Apa yang spesial, tampaknya gak ada. Selain toko-toko dan pasar yang ramai memenuhi jalan. Tapi lepas dari pasar ada bangunan besar Musium Jenderal Soedirman. Karena tahu masuk kudu bayar, ya udah deh foto dar luar pagar saja. Pemandangan gak terlalu bagus karena di halaman dipenuhi mainan khas pasar malam. OOh, di sini kayak gini masih laku ya. Ada kinciran, kuda-kudaan, haha.. zaman SD saya bgt tuh.

Puas jalan-jalan, capek, bensin sudah nipis, cabut dan melanjutkan ke Purwokerto Selatan. Tunggu postingan berikutnya…

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “Mari Menjelajah Purwokerto Barat

  1. jadi kangen purwokerto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s