Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Kuliah Jaman Sekarang

6 Comments


Tulisan ringan dan (mudah-mudahan) segar, kepikiran sambil mengikuti training PEKERTI tentang “Bagaimana cara mengajar”.

Sistem kuliah jaman sekarang “seolah-olah” keren sekali. Baik dosen maupun mahasiswa menenteng laptop dan pakai power point. Emang bagus sih, “Hi-Tech” gitu. Namanya kapur tulis dan OHP sudah disingkirkan jauh-jauh dari peradaban. Sudah berganti dengan whiteboard yang kinclong dan LCD yang bisa menampilkan gambar full color dan bisa gerak-gerak.

Belum lagi masalah ini, internet. Betapa  mudahnya mencari literatur jaman sekarang. Cukup satu situs utama (baca Google), apa yang kita cari langsung ada di depan mata. Komunikasi pun jadi sangat mudah sekarang, bisa pakai jejaring sosial, email, blog, dll. Mau menulis artikel atau opini ga perlu repot-repot bikin mading atau pengumuman yang ditempel, cukup satu klik, semua orang di dunia bisa tahu.

Membuat makalah atau tugas presentasi, kayaknya mahasiswa sekarang juga sudah pintar-pintar. Makalah dan ppt seperti apa yang di mau juga banyak tersebar di internet. Mau cari animasi video juga sudah komplit di Youtube. Gak kaget lagi para dosen mikir “kok bisa cepet amat ya mahasiswa bisa mengerjakan makalah, satu hari bisa kelar”. Ck…ck..

Pernah dengar namanya SCL? Ya, student center learning, dan sekarang hampir semua kampus sudah menerapkan itu. Mahasiswa membuat makalah, diskusi, tanya jawab, dosen hanya sebagai fasilitator.

“Wow .. kalo demikian berarti mahasiswa sekarang pintar-pintar donk. Fasilitas dan metode pembelajaran sedemikian canggih. Beda sekali pada zaman dulu, apalagi pas zaman Soekarno yang listrik aja belum ada. Tapi di zaman Soekarno orang-orangnya sudah pinter, berarti di zaman SBY ini jauh lebih pintar-pintar donk?” celetuk salah satu peserta training.

Ups tunggu dulu, mari kita telusuri lebih lanjut apa yang terjadi di lapangan.

Di suatu kelas, sang dosen masuk, mempersiapkan media belajar tadi, kelas tenang dan perkuliahan pun di mulai. Mahasiswa mendengarkan, sesekali mencatat, tapi selebihnya mulai tidak fokus. Di akhir kuliah, sang mahasiswa menyodorkan flasdisk sambil bilang “Boleh minta file ppt nya pak?”. Jadi selama kuliah, mahasiswa cenderung berkata “Ah sudah ada di slide, nanti tinggal di pelajari sendiri aja”. Lantas, apa yang terjadi berikutnya?

Kemudian mahasiswa pulang ke rumah atau kost, sibuk mengerjakan aktivitas lain (baca: main PS, facebook-an, baca komik, dll) dan akhirnya, power point tadi pun tidak tersentuh. Dijadikan koleksi secara rapi di folder-folder, kalau ditanya temannya punya PPT ini itu, bisa jawab “Sudah donk”. Sebenarnya alasan hobi ngoleksi PPT tidak lain adalah “hati sudah merasa tenang rasanya, walo entah baca nya kapan”. Hand-out hardkopi pun tidak ketinggalan dikopi semua, karena keasyikan kopi sampai dobel-dobel ternyata yang dikopi sama.

Demikian terus-menerus, sampailah menjelang UAS atau UTS ukuran file sudah menggemuk di level Megabyte. Misal besok ujian Kalkulus (sengaja, tidak nyebut nama kuliah yang ada di farmasi), mulai lah di buka tabungan file tadi. Di buka satu per satu PPT dan mata langsung kaget di PPT pertama. “Busyet banyak banget slide-nya. Ada 125 slide per PPT, padahal ini ada 7 file”. Niat perang udah keder duluan, mana besok ada ujian 2 mata kuliah (satu lagi kuliah mengulang), ya sudah , Wassalamualaikum, strategi SKS (sistem kebut semalam) pun gagal total.

“Anak-anak, minggu depan kita presentasi, materi dan panduannya ada di RPKPS. Acara presentasi, dilanjutkan dengan diskusi” jelas salah satu dosen di akhir kuliah. Esok hari, esok harinya lagi, sampai hari kelima belum juga di garap. Pas hari ke enam, salah satu mahasiswa mulai gelisah dan sms ke teman sekelompoknya, “Eh gimana nih tugas kelompok kita, kapan kia ngumpul”.

Berkumpul-lah dan semua membawa komplit laptop dan modem. Jreng..jreng ketemu deh makalah apa yang di cari, sama persis apa yang diharapkan. Ssst ..(diam-diam mengganti slide pertama doank, diisi dengan judul dan nama anggota kelompok, di baca sebentar, dan besoknya mulai tampil). “Ni udah selesai, so kita ga perlu ke perpus, di perpus panas, bukunya jadul-jadul” alibi mahasiswa.

Di hari H, yang katanya sistem SCL, mulailah kelompok presentasi. Ada setidaknya 4 atau lima kelompok dengan topik berbeda mempresentasikan hasil kerjanya. Dan mulailah diskusi. Apa yang terjadi? Karena materi kurang matang, jadi diskusi ya seperti itu deh. Mahasiswa yang presentasi ngomong gak tau isinya, jawab pertanyaan pun sekenanya. Mana ada dosen yang gak OK banget malah keasyikan nanya “NIM nya berapa”, sampai lupa menjelaskan materi yang sebenarnya dari presentasi tadi.

Tapi kisah-kisah tadi hanya sekelumit contoh, di kampus antah berantah sana, yang pastinya “tidak terjadi” di kampus kita tercinta. Bahwa hakikatnya belajar adalah suatu kebutuhan, dan tiap elemen baik mahasiswa atau dosen harus tau perannya masing-masing. Ini bukan masalah siapa-siapa, solusi semuanya ada di tiap elemen, so introspeksi dan memperbaiki diri masing-masing.

Salam Kuliah !!

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

6 thoughts on “Kuliah Jaman Sekarang

  1. duh, jngn komen beginian, soft copy jauh lebih bermanfaat klo diliat secara keseluruhan daripada nyatat, dosen ane nggak mo ngasih soft copy mungkin krn baca artikel situ…

  2. kalo saya sih,… kelas itu adalah surga. Waktu sejenak kabur dari penelitian dan istirahat di kelas sambil terkantuk2 :p Kalau bisa ambil kelas yang gak ada ujian model konvensionalnya… kalau gak ada yah terpaksa SKS hahaha :p oppss…

  3. ;p
    nice review..

  4. Tantangan ni ya… Kurikulum yang katanya KBK…apa iya? ha ha ha…

  5. Nice moko,, aq senyam-senyum diri bacanya,, :p

  6. Mmg jeko moko ini tmn yg plg menjiwai dunia pendidikan….keinget jaman kuliah dulu …salam iqbal sevenscope

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s