Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Antara Madiun-Ponorogo, Versi Naik Ojeg

4 Comments


[26 Agustus 2012] Madiun dan Ponorogo, mereka adalah kabupaten yang saling bertetangga. Madiun di sebelah utara, sedangkan Ponorogo ada di sebelah selatan. Dalam percakapan sehari-hari, warga Madiun dan Ponorogo menggunakan Bahasa Jawa dengan dialek Madiun atau dialek Mataraman yang lebih condong ke logat Surakarta/Solo. Madiun terkenal dengan kisah tahun 1948 yang menjadi basis pembentukan negara sendiri, sedangkan Ponorogo terkenal dengan Reognya.

Perjalanan dari Madiun ke Ponorogo bisa dikatakan mengasyikkan, apalagi naik ojeg dimana bisa menghirup udara lepas langsung. Perjalanan ojeg tidak memakan waktu lama, sekitar 45-60 menit. Biaya juga tidak terlalu mahal, standard 50ribu start dari Stasiun Madiun ke Ponorogo. Kalo bisa nawar, malah bisa dapat 45rb sampai ke Pondok terkenal di Ponorogo.

Keluar stasiun, melewati jalan tengah kota beberapa menit saja, maka sampailah ke jalan Madiun-Ponorogo. Jalan besar terbelah jadi dua, dan ketika keluar dari Kota Madiun ada gapura Selamat jalan Kota Madiun PT INKA (industri kereta api). Kita tahu PT INKA emang lokasinya di Madiun. Lewat gapura PT INKA, tidak ada pembelah jalan lagi, alias jalan cuma satu ruas. Anda telah masuk Kabupaten Madiun. Sambil naik motor, sambil membaca plang-plang toko di sepanjang jalan, dan inilah rangkuman daerah yang masih hapal namanya.

Pagotan, adalah sebuah desa di Kecamatan Geger. Pada zaman Belanda dahulu di desa ini berdiri pabrik gula. Pagotan merupakan pusat perdagangan Kecamatan Geger karena letaknya strategis di tepi jalan utama Madiun-Ponorogo.

Geger, gak tahu bacanya geger yang berarti “tulang punggung”, atau geger yang berarti “heboh/kerusuhan” (tanya orang Madiun saja kalo pengen tahu). Jalanan di sini tidak terlalu ramai, di dominasi kendaraan pribadi, bus-bus kecil Cendana atau Jaya, dan bus besar seperti Harapan Jaya dan Restu. Bus-bus tadi trayeknya ada dari Madiun-Ponorogo, Madiun-Pacitan, atau Surabaya-Pacitan.

Kondisi jalanana sangat halus, baru di aspal lagi sebelum lebaran kemarin. Tidak ada jalan bergelombang, apalagi jalan bolong. Tak perhatiin speedometer tukang ojeg stabil di angka 60-70 km/jam. Jalan mulus dan lurus, mungkin orang tuna netra yang dikasih motor otomatis bakal bisa sampe Ponorogo kali saking lurus dan mulusnya (hehe, becanda). Keluar dari kota Madiun juga ga banyak lampu merah, paling satu dua saja di daerah Dolopo.

Dolopo, adalah nama kecamatan di Madiun. Daerahnya ramai dan sedikit lebih maju. Jalan terbelah jadi dua lagi, lampu kota berjejer rapi di tengah jalan. Dolopo, saya mengartikannya Jual Apa (dol opo), temen saya yang berasal dari Magetan malah ketawa. “Saya aja gak kepikiran begitu” katanya. Haha… Dolopo maju dan ramai, mengapa? Dolopo terletak di perbatasan antara Madiun dengan Ponorogo. Daerah ini telah menjadi salah satu pusat perdagangan daerah Madiun bagian selatan, karena letaknya yang strategis yakni pertemuan dari empat penjuru, di timur daerah wisata Ngebel (Ponorogo),di barat daerah pertanian kecamatan Kebonsari, di utara ke arah kota Madiun dan ke selatan ke arah kota Ponorogo, makanya memiliki sebuah pasar yang cukup besar dan ramai.

Mlilir, ini juga masih kelurahan di kecamatan Dolopo. Jaraknya 20 km dari Madiun dan 10 km dari Ponorogo. Kelurahan Mlilir adalah kelurahan paling selatan Kabupaten Madiun dan berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, dipisahkan oleh Kali Asin. Kali ini asalnya dari Telaga Ngebel, lalu berakhir di Bengawan Madiun, dan akhirnya ke Bengawan Solo.

Setelah melewati jembatan Kali Asin, masuk deh ke Kab Ponorogo. Ada gerbang Kab bertuliskan selamat datang di bumi Reyog (pake Y). Tukang ojegnya pinter, jadi tidak masuk kota biar ga kena lampu merah dan macet.

Tidak lama setelah jembatan, ada jalan pintas ke kiri (ke arah Telaga Ngebel), lalu ke kanan dan lurus terus ..sampailah di kecamatan Mlarak. Jalanan ini yang gw demenin, walau siang-siang tetep adem. Daerahnya diapit gunung Wilis, gunung Lawu, dan daerah pegunungan di daerah selatan (Pacitan, Trenggalek). Jalan bagus dan aspalnya masih baru, di kiri kanan jalan ada sawah hijau yang ditanami palawija kedelai dan jagung. Mantap lah. Angin berhembus pelan nan segar, sampai pengen melepas helm rasanya. Hehe…

Ada cerita seru, tahun 2006 silam saya dan temen-temen kampus (Dodi, Edison, Hendy, Adi, Haryadha) bolos kuliah Farmol sore-sore malah jalan ke Ponorogo. Berangkat dari Jogja pukul 14an sampai di Ponorogo via Purwantoro (Wonogiri) pukul 20an. Saya ma Haryadha pernah suatu sore jalan-jalan sampai kota Ponorogo, lalu nyobain minuman semacam cendol/dawet. Lalu tiba-tiba perutku mules, dan sibuk mencari masjid. Waktu itu sore-sore (pukul 17an), terdengar sayup-sayup orang mengaji, gak taunya malah masuk gang bertuliskan “Selamat Datang di Pondok Gontor”. Kata Haryadha, “Ke masjid lain aja Mok, gak berani masuk gw, tuh banyak santri-santri wajahnya bersih-bersih tuh pada menuju ke masjid”. Akhirnya dapatlah masjid di jalan yang sama, masjid bagus baru dibangun kala itu. Dasar bolang, dari Jetis bisa nyasar ke daerah Mlarak sejauh itu. Haha..

Back to topic, Antara Madiun-Ponorogo, Versi Naik Ojeg, tukang ojeg di sana cukup ramah kok. Kalo ada barang bawaan pasti dibawain sampai pangkalan ojegnya. Helm yang dikasih ke penumpang juga standar SNI, masih bagus dan bisa di-klik talinya. Dibanding naik bus, waktu tempuh ojeg lebih cepat, kalau bus bisa sampai 2 jam. Untuk harga kalau dirinci juga gak jauh. Ojek dari stasiun ke jalan besar Madiun-Ponorogo atau terminal sekitar 10-15, bus Madiun-Ponorogo 6.000, ojek dari terminal Ponorogo 10-15rb.

Sekian dulu, besok di sambung lagi.

Link: Foto kota Madiun : http://www.4shared.com/all-images/gtaEYncB/Kota_Madiun.html

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

4 thoughts on “Antara Madiun-Ponorogo, Versi Naik Ojeg

  1. Ada ojek ga yg bisa nganter saya ke ponorogo sekarg ya

  2. Klo boleh nanya jam brp bus terakhr dari ponorogo? mksh

  3. jalan yg tdi bagus bersih tp ada yg kurang jalannya kurang besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s