Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Farmakologi Molekuler: What’s up?

3 Comments


Farmakologi Molekuler (Farmol), mata kuliah baru di beberapa Perguruan tinggi Farmasi. Farmol mempelajari hal-hal molekuler, kecil-kecil, njlimet tentang mekanisme aksi obat. Sebenarnya gak melulu menjelaskan aksi obat, di pelajari juga tentang mekanisme penyakit, sama, ditinjau juga dari sisi molekulernya. Basic ilmu sebelumnya yang sudah harus di fahami sebelum ambil Farmol yaitu Farmakologi, Biologi Sel dan Biologi Molekuler. Jadi harapannya kalo di ajak ngomong reseptor, protein, kanal ion, transduksi signal, transkripsi-translasi, sudah bisa ada bayangan.

Bergunanya di mana sih ilmu Farmol ini? Sebenarnya Farmol bisa dipakai setidaknya untuk dua tujuan, pertama ke arah penemuan dan  pengembangan obat, kedua adalah untuk tujuan klinis. Arah pertama, mudah dipahami yaitu untuk eksplorasi target aksi obat baru, eksplorasi obat familiar untuk penyakit lain (old drug new trick), dan mensuport drug-design (kimia medisinal). Sedangkan untuk tujuan klinis, ilmu ini mencoba mengurai hal-hal terkait mekanisme aksi obat, menjelaskan efek samping obat, bisa menjelaskan terjadinya interaksi obat, dan tentunya lebih membantu memahamkan ketika mengambil mata kuliah Farmakoterapi. Jadi tidak perlu menghapalkan ribuan nama obat, cukup fahami prinsip aksinya, mau nama obatnya apa, penyakitnya apa, ternyata prinsipnya sama saja.

Misal, waktu tugas presentasi ada kelompok mahasiswa yang mengambil topik Isradipin. Dari namanya yang akhirannya -ipin, bisa langsung ditebak dia itu adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB). Ini sekerabat dengan nifedipin, amlodipin, dll yang biasa kita temukan pada terapi penyakit jantung. CCB akan menghambat arus ion kalsium masuk ke dalam otot jantung dari luar sel. Karena kontraksi otot polos tergantung pada ion kalsium ekstraseluler, maka dengan adanya antagonis kalsium dapat menimbulkan efek ionotropik negatif. Akibatnya pembuluh darah mengendur/lebar, yang membuat jantung lebih mudah memompa dan mengurangi beban kerjanya.

Gambar di atas adalah membran sel jantung atau sel otot polos pembuluh darah. Perhatikan, ada suatu kanal ion kalsiumnya, suatu protein integral yang menghujam di membran bilayer dan menjadi penghubung intra dan ekstraseluler, tempat lalu lintas keluar masuknya ion kalsium secara selektif. Pada gambar ada senyawa Amlodipin (bulatan merah) yang mengeblok kanal, sehingga ion kalsium tidak bisa masuk ke dalam (intraseluler). Akibatnya ion kalsium intra menurun dan tidak terjadi kontraksi. Inilah mekanisme aksi dari CCB.

Kembali ke kelompok mahasiswa tadi, yang ternyata menyajikan Isradipin sebagai obat Alzeimer. Wow, apakah bisa? Berikut penjelasannya. Hallmark of Alzeimer Disease (AD) yaitu adanya protein beta-amiloid dan neufibril tangles (NFT) yang memicu apoptosis (kematian sel) sel syaraf, dan terjadilah neurodegenerasi. Perkembangan kedua marker ini ternyata melibatkan kanal kalsium tipe L (Cav1.2). Oleh Isradipin, kanal ini dihambat sehingga kematian sel syaraf juga di hambat.

Gambar di atas, adalah sel syaraf. Jadi, sekarang Anda faham kan? Mau sel otot jantung, sel otot polos pembuluh darah, maupun sel syaraf, yang sama-sama memiliki kanal kalsium, bisa dihambat oleh CCB dan bisa beraksi pada berbagai penyakit dengan mekanisme yang sama. Jelas, dengan menguasai Farmol, ini memudahkan pemahamanan, tidak perlu menghapal nama obat, cukup pegang kata kuncinya maka semua bisa dijelaskan dengan mudah.

Memang penulis akui, dari porsi penyakit yang dijadikan contoh dalam mekanisme obat di Farmol, hampir 70% didominasi oleh penyakit yang berkaitan dengan syaraf. Reseptor dopamin, serotonin, nikotinik, asetilkolin, penyakit Alzeimer, Parkinson, Schizoprenia banyak bermunculan di kuliah dan di bukunya Ibu Zullies Ikawati, Pengantar Farmakologi Molekuler (buku acuan yang cukup bagus, disampaikan dengan ringkas dan sederhana). Terutama di bagian kanal ion, reseptor terkait kanal ion, dan G-protein coupled receptor (GPCR). Namun ketika sudah masuk reseptor tirosin kinase, banyak diambil contoh untuk penyakit kanker. Sedangkan dibagian reseptor intraseluler, banyak diambil contoh penyakit metabolik seperti penyakit diabetes (dengan PPAR-nya), inflamasi (dengan obat gol steroid-nya) dan penyakit kolestrol (PPAR juga).

Apakah mahasiswa kesusahan mengikuti mata kuliah ini? Untuk awal-awal karena pertama kali diajarkan, memang terasa berat. Mengajak mahasiswa berfikir sesuatu yang tidak nampak, namun terlihat jelas efek klinisnya. Misal bagaimana terjadinya beta-amiloid dan NFT tadi, yang berawal dari ter-ekspresinya protein APP dst dst, yang sebenarnya menarik jika kita memahaminya. Jadi, ketika mempelajari Farmakologi atau Farmakoterapi tidak menggunakan hafalan mati, tapi ada cerita dibalik efek-efek tadi. Sehingga metode yang paling pas yaitu mengadakan diskusi dalam kelompok-kelompok kecil, membahas topik tertentu. Tidak usah terlalu berat, tapi pilihlah topik ringan yang sering dijumpai di klinis, misal mengapa captopril bisa bikin batuk? Juga, perlu rajin buka Youtube untuk mencari animasi-animasi yang banyak tersebar di sana, dan ini cukup efektif dalam membantu pehamaman mahasiswa.

Sekian dulu tentang Farmol, dan sampai jumpa di kuliah dan sama-sama menyelami Farmakologi Molekuler.

Sumber acuan untuk postingan ini:

  • Pharmacology Corner
  • Calcium channel blocking as a therapeutic strategy for Alzheimer’s disease: the case for isradipine [Link] –> bagi yang menginginkan fulltext-nya, bisa request ke email saya.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

3 thoughts on “Farmakologi Molekuler: What’s up?

  1. terimakasih kak..🙂
    kak punya jurnal ttg target obat untuk Alzheimer dan reseptor target untuk obat nifedipin ga ya..?
    terimakasih..

  2. maaf mas..
    sy boleh minta fulltextnya Calcium channel blocking as a therapeutic strategy for Alzheimer’s disease: the case for isradipine..?
    terimakasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s