Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Superoxid Dismutase (SOD)

Leave a comment


Superoxide dismutases (SOD, EC 1.15.1.1) adalah enzim yang mengkatalis dismutasi superoksid menjadi oksigen dan peroksida hidrogen. SOD merupakan enzim penting dalam pertahanan sel terhadap paparan oksigen. Oksigen diperlukan untuk mempertahankan hidup, namun proses metabolisme oksigen dalam sel akan menciptakan unsur-unsur destruktif yang disebut radikal bebas. Radikal bebas, atau oksidan, secara kimia tidak seimbang, membawa elektron bebas yang dapat merusak molekul dalam sel kita ketika mencoba untuk mencapai keseimbangan – berpotensi merusak sel itu sendiri. Kerusakan radikal bebas, juga disebut stress oksidatif, diterima secara luas sebagai teori radikal bebas dari penuaan.

Untungnya, tubuh memiliki sistem pertahanan sendiri terhadap radikal bebas. Hampir setiap sel menghasilkan enzim antioksidan yang disebut Superoxide Dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GPx). Enzim ini melindungi sel selama metabolisme oksigen, secara aman menangjap radikal bebas berbahaya menjadi unsur seimbang seperti H2O.

SOD mengkatalis reaksi sebagai berikut (setengah reaksi)

  • M(n+1)+-SOD + O2 → Mn+-SOD + O2
  • Mn+-SOD + O2 + 2H+ → M(n+1)+-SOD + H2O2.

Di mana M = Cu (n=1) ; Mn (n=2) ; Fe (n=2) ; Ni (n=2). Tingkat oksidasi dari kation antara n dan n+1.

Ada tiga bentuk SOD yang terdapat pada manusia yaitu SOD1, SOD2, dan SOD3. SOD1 berlokasi di sitoplasma, SOD2 di mitokondria, dan SOD3 di ekstraseluler. SOD1 adalah dimer, sedangkan lainnya adalah tetramer. SOD1 dan SOD3 mengandung copper dan seng, sedangkan SOD memgandung mangan pada pusat reaksi. Gen penyandi berturut-turut terletak pada kromosom 21, 6, dan 4 (21q22.1, 6q25.3 dan 4p15.3-p15.1).

Diet antioksidan, seperti vitamin A, C, E, bermain peran sebagai pendukung sekunder. Mereka bertindak sebagai pengakap radikal bebas dengan “menyumbangkan” elektron untuk memberikan keseimbangan kimia. Antioksidan ini menjadi cepat jenuh – hanya sekali mereka dapat menyumbangkan elektron. Idealnya, keseimbangan antara produksi radikal bebas dan pertahanan antioksidan harus tetap terjaga terus-menerus.

 

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s