Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Ikatan Trimolekuler

Leave a comment


Di dalam tubuh mempunyai sistem marker glikoprotein yang dikode oleh gen yang dikenal dengan Histocompatability Complex (MHC). Molekul ini melekat pada permukaan membran sel terutama pada sel assesoris. Sifat MHC adalah polimorfisme, terdapat pada semua individu dan pada orang kembar (identical twins) mempunyai kombinasi protein MHC yang sama (bisa dijadikan pembeda pada kasus hukum). Protein tersebut sangat berperan dalam komunikasi antara sel dan respon imun dalam tubuh, termasuk kemampuan merespon tipe antigen.

Molekul MHC terdiri dari 3 klas yaitu: MHC-I, MHC-II dan MHC-III. Setiap klas mempunyai peranan berbeda dalam regulasi imun. MHC-I secara umum mengolah antigen dari dalam seperti protein virus dan kanker. MHC-II mengolah antigen eksogen misal bakteri. MHC-III masih belum dieksplorasi dan sedikit berhubungan dengan sistem imun.

MHC akan berikatan dengan potongan antigen dan akan berada di permukaan sel APC, sehingga bisa dikenali oleh limfosit. Bakteri (antigen eksogen) akan ditelan oleh makrofag (suatu APC) lalu dipecah-pecah menjadi fragmen-fragmen antigen. Setelah itu fragmen berikatan dengan MHC-II dan disajikan di permukaan APC. Berikut mekanisme detailnya:

(1) Antigen eksogen adalah sesuatu dari luar sel tubuh misalnya adalah bakteri, virus, yeast, protozoa, dan toksin. Antigen eksogen masuk ke APC (makrofag, sel dendritik, dan limfosit B) melalui fagositosis. Mikroba ditelan dan berada dalam fagosom.

(2) Lisosom berfusi dengan fagosom membentuk fagolisosom, setelah itu

(3) protein antigen didegradasi dengan protease menjadi serangkaian peptida.

(4) Di lain pihak, retikulum endoplasma mensintesis molekul MHC-II. Pada pembuatan ini terdapat protein dinamakan invarient chain (Ii) terikat pada peptide-binding groove dari molekul MHC-II.

(5 &6) MHC-II yang berikatan dengan Ii chain ditransport ke Golgi, dan dibawa oleh vesicle.

(7) Vesicle yang membawa MHC-II berfusi dengan fagolisosom yang berisi peptida. Ii chain lepas dan peptida secara bebas dapat berikatan pada grooves MHC II.

(8) MHC-II yang terikat peptida ditransport ke membran plasma di mana mereka menjadi anchored. Sekarang, kompleks MHC-II dan pepida ini dapat dikenali oleh limfosit T4 karena TCR dan molekul CD4 yang memiliki bentuk komplemen.

Kompleks MHC-II dan fragmen antigen ini akan dikenali oleh sel Th dan membentuk ikatan trimolekuler yaitu fragmen antigen, molekul MHC-II, dan reseptor sel T (TcR). Ada juga CD4 menempel, yang merupakan marker dari sel Th. Perannya adalah meningkatkan ikatan kompleks trimolekuler.

Makrofag kemudian mengeluarkan interleukin-1 (IL-1) dan akan membangkitkan sel Th sehingga sel Th menjadi bekerja secara optimal. Kemudian sel Th menghasilkan IL-2 dan sitokin lainnya, membuat proliferasi sel T (menjadi banyak). Aktivasi ini juga memicu aktivasi sel B, sel B teraktivasi dinamakan sel plasma (plasmosit), yang nanti akan menghsilkan antibodi. Juga terbentuk sel T memori yang bekerja pada paparan yang sama pada waktu yang berbeda.

Keywords: antigen virus, MHC-I, TcR, CD8+

Antigen bakteri, MHC-II, Th, CD4+

Apa yang terjadi jika antigen adalah protein endogen? Jawabnya adalah lisis sel, melibatkan sel limfosit T dan CD8.

Referensi

Catatan Kuliah Imunologi di KG Unsoed, dosen: Pak Haris

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s