Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Antara Gorland Square dan Indomaret

2 Comments


Gorland Square, yang terletak di kompeks kuliner GOR Satria, ternyata menepati janji di slogannya, Murah dan Hemat. Tidak seperti Indomaret yang kadang tidak menepati slogannya sendiri. Apakah Gorland Square benar-benar hemat, apakah dengan adanya tukang parkir juga tetap hemat?

Layaknya minimarket yang ada, sebut saja Indomaret, Gorland hadir memberi pilihan belanja kepada masyarakat di Purwokerto. Berlokasi di Jalan Soeharso, menjual kebutuhan rumah tangga, makanan/minuman, kosmetika, dan masih banyak lagi.

Mencoba meniru konsep minimarket beken, sistem penataan barang, item barang, posisi kasir, sama persis dengan Alfa/Indomaret. Namun ada perbedaan yang cukup diperhitungkan jika Anda belanja di sini.

Pertama, harga lebih murah. Hal ini bisa karena di sini tidak menerapkan pajak 10% seperti minimarket yang lain. Harga netto terpaut jauh jika harga barang semakin mahal. Misal Shampo Pantene 340 ml harga Rp 26000 di Gorland, maka di Alfa/Indomaret akan dijual Rp 28600 (26000+2600). Wow, cukup signifikan bukan?

Kedua, Gorland ada tukang parkirnya, sementara di Indomaret tidak ada . (sekarang Indomaret di jalan Kampus ada juga tukang parkirnya, Rp 1000). Apakah tetap lebih murah? Ya. Parkir Cuma 500 perak tetap tidak menambah beban kantong dibanding selisih harga yang terpaut. Misal Anda beli Shampo Pantene tadi di Gorland, Anda tetap hemat Rp 2100 bukan?

Ketiga, Gorland barang-barangnya tidak komplit dan kalo pun ada, ternyata barang second choice. Mencari biskuit Roma ga ada, yang ada biskuit-buskuit murah tapi rasanya gak enak.

Keempat, Gorland tidak buka 24 jam, bagaimana donk?

Sekarang, dipertigaan lampu merah mau ke arah GOR juga ada minimarket WARKOM (Warung komplit murah). Ruangannya lebih besar dan lebih komplit dibanding Gorland. Parkir tetap ada, 1000 rupiah.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

2 thoughts on “Antara Gorland Square dan Indomaret

  1. Kalo gitu salah dong jika dibilang Indom / Alfam mengalahkan toko/warung konvensional. Terbukti dari harga yang lebih mahal berarti mrk memang punya pelanggannya sendiri dan tidak mengalahkan toko/warung biasa non minimarket. Tapi faktanya Indom dan Alfam justru dipersulit izinnya. Gimana sih Purwokerto? Kasihan..

  2. Indomaret memang mahal gan. Dulu ane sering belanja di situ karena mungkin baru buka toko jadi untuk promo dimurahin tapi sekarang udah gak pernah. Pernah kemaren kepepet si istri nyidam nata de coco cup. Padahal di supermarket langganan harganya biasanya cuma Rp 3000-3500 eh di Indomaret harganya Rp 4600 bahkan ada yang Rp 5000. Gila nih Indomaret. Pantes aja tokonya sepi. Herannya meski sepi kok bisa bertahan ya? Mungkin karena jurusnya memanfaatkan orang yang lagi kepepet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s