Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Provokatif: Bus Efisiensi

12 Comments


Bus Efisiensi, merupakan salah satu angkutan darat terkenal yang melayani trayek Jogja-Cilcacap dan Jogja-Purwokerto. Saya bisa dikatakan penggemar setia bus ini, terutama untuk rute Jogja-Purwokerto tentunya. Namun selain penggemar bus, saya juga pecinta Logawa, Cipaganti, dan sesekali Gajahwong, Fajar/Senja Utama Jogja, Bima, dan Taksaka.

Service yang diberikan oleh bus ini memang tidak tanggung-tanggung. Kata dosen saya orang manajemen, service ini dinamakan TQM (Total Quality Management). Bayangkan saja, datang dan pergi tepat waktu, busnya masih bagus-bagus, istirahat di rest area juga efisien (hanya 10 menit), sampai di Ambar Ketawang dianter juga sampai Bandara dan Kota Jogja via Shuttle Bus. Wow.. Untuk harga juga kompetitif dengan fasilitas sedemikian. Toilet bersih, plus Aguaria (tapi volume kecil, dulu besar, dulunya lagi malah Sprite, Frestea, dan berbagai pilihan-really softdrink), ruang tunggu di Agen Ambarketawang juga nyaman, ada fasilitas penjemputan juga di beberapa titik kota Jogja semisal di UPN, Kentungan, dan Jombor untuk di antar ke Ambar Ketawang.

Update 2013: Sekarang juga bisa dipesan di Alfamart di daerah Cilacap dan dijemput shutle dari Alfamart ke pool Cilacap. Untuk jurusan Cilacap-Jogja malah ada kelas Super Executive dengan formasi tempat duduk 2-1. Juga ada jurusan Jogja-Purbalingga, agen ada di dekat pertigaan selepas Klenteng Sokaraja.

Foto0363Dengan penawaran dan service yang sedemikian paripurna, alhasil konsumen tersedot abis ke sana. R****ja, yang dulu menjadi punggawa untuk trayek serupa sekarang pun gigit jari. Konsumennya banyak yang lari ke Efisiensi, ya ga semua sih masih ada beberapa yang loyal, juga tetap ada yang doyan naik bus AC biasa, ekonomi juga, dengan kisaran harga 32-38 ribu.

Foto0277Foto0278Namun kondisi demikian juga tidak sehat lho. Apa maksudnya? Ya, dengan kedigdayaan Efisiensi yang demikian maka bisa mengarah ke monopoli. Dan kondisi ini memang tidak bisa disalahkan, karena konsumen berani membayar mahal dan diganjar dengan fasilitas sedemikian. Sekarang Efisiensi telah mengeluarkan Royal Class, dengan armada yang masih gress keluaran dealer dan memberi tambahan snack (walau hanya roti doank dan minum tetap Aguaria kecil), namun berani membandrol harga 50ribu. Namun, sok atuh, Royal Class juga tetap penuh dengan ritme jalannya tiap 2 jam (sekarang hampir tiap jam ada), gantian dengan yang kelas Patas.

Selain rawan muncul adanya monopoli, juga muncul masalah ketika musim liburan atau ada cuti bersama. Oleh siapa calon penumpang akan diangkut, kalau semua menuju ke Efisiensi? Mau cari bus pengganti, agak mikir2 karena fasilitas buruk dan tidak nyaman. Namun dengan meningkatnya jumlah penumpang, namun  Efisiensi kapasitas tampungnya juga ada maksimalnya, akhirnya sisa konsumen yang tidak terangkut inilah yang tidak jadi mudik.

Bagaimana seharusnya? Buatlah tandingan Efisiensi dengan memberikan fasiltas yang mencukupi, syukur menandingi. Dengan ini maka konsumen bisa memilih dan tidak harus antre panjang di loket Efisiensi atau serasa tidak punya pilihan selain menunggu hingga berjam-jam, bahkan menunda perjalanan keesokan harinya. Dengan adanya alternatif, juga akan semakin sehat karena diserahkan langsung ke pasar. Penumpang juga bisa terangkut semua, dan bus alternatif tadi juga tetap bisa survive karena bisa menyedot pasar yang mulai kian jenuh di bus Efisiensi.

Beberapa bus seperti Sumber Alam kini mulai menggeliat dengan mengeluarkan Shuttle bus malayani Jogja-Purwokerto, namun masih kurang greng. Raharja, kurang tau nasibnya bagaimana sekarang, tapi diharapkan segera bangun dan memperbaiki diri. Moda angkutan lain juga terbatas, Logawa kadang penuh (karena Kereta Api sekarang sudah mulai nyaman, juga jadwalnya yang fix hanya jam 15, tidak seperti Pramex yang ada tiap jam), travel yang jumlahnya juga banyak, namun kapasitasnya juga terbatas. Semoga bus-bus alernatif supaya bisa memperbaiki diri supaya setara dengan Efisiensi. Untuk bus Efisiensi, selamat dan sukses selalu karena telah menjadi pioner dan leader dan bisa jadi percontohan buat awak bus yang lain, tetap jaga kualitas !!

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

12 thoughts on “Provokatif: Bus Efisiensi

  1. saya sangat puas dengan pelayanan efisiensi. Saya harap efisiensi membuka trayec solo – tasikmalaya

  2. Saya pikir ini bukan monopoli. Monopoli terjadi jika investor dalam hal ini manajemen Efisiensi menggunakan alat kekuasaan untuk menguasai jalur secara eksklusif. Tapi yang terjadi disini adalah diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Manajemen Efisiensi hanya menawarkan sebuah jasa dengan pelayanan yang semaksimal mungkin. Ternyata pasar menerima walau konsekuensinya memang harga berbeda. Pasar/penguna angkutan umum di Indonesia sekarang sudah bisa memilih. Bukan hanya harga murah tapi juga kenyamanan. Bukan hanya Raharja, Aman dan Utama yang dulu merajai jalur Cilacap – Jogja/Jogja – Cilacap saja tergusur karena statis dan lambat atau bahkan tidak melakukan peremajaan armada.

  3. Benar MONOPOLI…butuh dana yang besar untuk bisa menyaingi bus efisiensi..coba kita berpikir berapa dana untuk membuat rest area di wanasari plus penyediaan shuttle bus ditambah lagi service dan armada yang bagus…hayo siapa yang berani menandingi?R*YAN cilacap?

  4. http://efisiensibus.com/tentang-kami/

    menyebutkan :

    4. Shuttel [ Gratis , ke Kota dan Bandara ] tiap 30 menit sekali

    kira-kira sampe jam brapa ya ? adek saya nyampe ambar ketawang jam 7 malam, mau ke bandara aja, yang nyupir dengan wajah cemberut….

    • secara managemen, efisiensi memang bagus. Karena beberapa hal yang sebenarnya bersifat “aksesoris” pun, sudah di garap oleh bus efisiensi. Misalnya adanya Efi TV, melibatkan pihak ketiga untuk membuat video2 kreatif dan menghibur. Lagi, coba perhatikan botol kemasa air minum pun tercetak logo perusahaan dan gambar busnya (special insert package). Namun, pada level bawah (sopir shuttle) atau petugas tiket di agen2 kurang memahami visi perusahaan, sehingga kadang mengecewakan dan kurang bekerja profesional

  5. Saya beberapa kali naik bis ini dari Jogja-Pw.kerto atau sebaliknya. Tidak pernah ada masalah selama ini sih..
    Pelayanannya menurut saya sangat bagus, jarang ada bis jarak menengah fasilitasnya seperti ini..
    Semoga Efisiensi semakin bagus pelayanannya.. Kalau bisa sih, tambah trayek sekalian.. Semarang-Purwokerto sepertinya baru Nusantara yang layanannya bagus.. itu pun jam berangkatnya hanya 3 kali sehari kalau tidak salah..

  6. Saya pernah teriak marah-marah kepada agen Efisiensi di Giwangan karena tidak diperbolehkan naik dari Giwangan. Padahal saya sudah membeli tiket di Kentungan, yang kebetulan dibawa teman saya dan telah janjian ketemu di Ambar Ketawang. Yang menjadi persoalan bagi saya adalah (1) Saya bukan pelanggan setia efisiensi, jadi saya sama sekali tidak tahu bahwa ada aturan (kata agen) “tempat beli tiket adalah tempat keberangkatan”, jadi seorang pelanggan tidak boleh naek dari Giwangan kalau beli tiketnya di Kentungan, contoh kasus saya. Lantaran saya tidak tahu oleh aturan tersebut, dan tidak mendapat pemberitahuan tersebut dari agen, maka tidak seharusnya agen menolak pemberangkatan saya dari Giwangan. Walhasil, tiket saya hangus dan akhirnya pesan lagi di Giwangan untuk dua jam keberangkatan setelah itu. (2) Aturan itu sendiri “tempat beli tiket adalah tempat keberangkatan” adalah adalah aturan yang terlalu “saklek”. Artinya, seseorang yang bertempat tinggal di dekat Giwangan harus ke Kentungan yang lebih jauh jaraknya hanya karena dia pesan di Kentungan. Dalam kasus saya, karena saya berangkat bersama seorang kawan yang tinggal di dekat Kentungan dan telah menjadi pelanggan setia agen tersebut, maka kami pesan dua tiket di sana, meskipun saya tinggal relatif dekat ke Giwangan. Padahal jika kita amati, pasti ada space (kursi) yang kosong dari Giwangan, dan seharusnya dapat dimanfaatkan sementara oleh mereka yang membeli tiket di agen lain. Peraturan yang saklek ini berujung pada praktik yang tidak masuk akal sehat dan tidak manusiawi. Oleh agen Giwangan, saya disuruh naik Bus Ekonomi sampai Ambar Ketawang, padahal jelas kursi bus Efisiensi yang saya lihat masih banyak yang kosong. (3) Pelayanan yang buruk oleh agen. Agen Efisiensi tidak mendengarkan keluhan saya dengan baik, tetapi malah “kabur” kesana kemari seperti maling ayam yang takut dikejar hansip. Keluhan saya tidak didengar dengan baik dan cara yang sopan dan elegan tetapi malah ditanggapi dengan gaya pelayanan yang masih “ndeso” begitu. Tidak selayaknya perusahaan bus sebesar Efisiensi memberikan pelayanan yang tidak bermutu semacam itu. Bahkan yang bersangkutan tidak mau melakukan koordinasi dengan agen Bus Kentungan untuk memastikan ke-valid-an saya sebagai penumpang yang sudah membeli tiket. Dengan entengnya dia bilang, “coba mas telpon agen Kentungan, kita nggak mau tahu, pokoknya beli tiket di Kentungan ya berangkat dari Kentungan”. Busyeeet! Koordinasi yang buruk antar agen tersebut mengapa bisa terjadi? Apakah karenan gaji agen belum gaji bulanan sehingga mereka harus bersaing/berlomba-lomba mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dari jumlah pelanggan yang membeli tiket kepada mereka? Saya tidak tahu. Demikian cukup sekian, saya senang dan bahagia dengan adanya Efisiensi, karena kondisi bus dan sopir yang sangat baik. Kepada pihak manajemen, mohon ditata kembali sistem pelayanan dan ticketing, agar pelanggan merasa lebih nyaman. Jangan sampai terjadi tuba setitik rusak susu sebelanga. All the best, Efisiensi! Terima kasih mas Moko yang telah mem-posting tulisan ini.🙂

  7. Saya punya pengalaman dikecewakan oleh manajemen efisiensi di lebaran kemarin. Saya menginginkan tiket bisa dipesan dahulu jauh2 hari sebelumnya agar pasti hari dan jam keberangkatannya. Namun ternyata efisiensi tidak melayani pemesanan tiket, mereka menerapkan sistem beli tiket di hari keberangkatan saja. Itu merupakan hal yg buruk, karena kita tidak tahu pasti keberangkatan yg jam berapa karena saat musim lebaran sangat banyak calon penumpang. Saya datang ke agen efisiensi jam 9 pagi baru tersedia tiket untuk jam 7 malam. Bayangkan harus menunggu selama 10 jam di agen yang kecil, sedang berpuasa dan banyak orang dengan barang bawaan yang banyak (bikin emosi,). Coba kalau tiket bisa dipesan kita sudah tahu berangkat jam berapa, dan akhirnya datang ke agen dengan waktu yang cukup tidak menunggu terlalu lama. Sempat saya ngotot2an dengan pihak manajemen, namun mereka tetap tidak mengabulkan permintaan saya.
    Kedepan saya sangat berharap efisiensi bisa memperbaiki sistem penjualan tiket agar lebih menguntungkan pada penumpang, penumpang tidak harus menunggu lama di agen terutama pada saat musim libur dan lebaran.
    Satu hal yang sedikit mengherankan di agen efisiensi tidak menyediakan kotak tempat untuk menuliskan kritik dan saran atau dengan cara mengirimkan sms. Menurut saya hal itu sangat penting untuk perusahaan sebesar efisiensi, itu artinya mereka mau mendengar keluhan dari konsumennya. Yang sekarang ini menurut pandangan saya efisiensi masih terlalu egois/semena-mena dalam menentukan kebijakan untuk konsumen, wajar mereka menyediakan fasilitas yang istimewa, namun juga harus diimbangi dengan pelayanan yang istimewa juga

    • bukanya emang kyak gitu?? ga semua loket efi melayani pembelian sebelum hari keberangkatan,

      cuma loket2 tertentu aja yang bisa.. CMIIW..😀

    • kalau itu sih tergantung agen, mungkin kurang paham sama sistem perusahaan haha soalnya aku juga pernah telat dan tetep bisa ngikut, emang beberapa agen menurutku kurang kompeten bahkan beberapa nggak mau angkat telpon padahal waktu itu pengen banget pulang, kan sia-sia kalau udah jauh-jauh ke agen tau-tau ga bersisa. Duh!

  8. pelayanan/service yg bagus yg menyebabkan konsumen beralih kesitu semua, itu bukan monopoli. baca dulu teori ttg apa yg dimaksud monopoli, hehehe…..

    • ya thanks masukannya. sya ga begitu paham teori begituan, tp its oke masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s