Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Menguak Keindahan Karanganyar (2)

5 Comments


“Karanganyar sangat indah”, begitu kata teman kost ketika melewati areal persawahan di daerah Kecamatan Kerjo, Kab Karanganyar. Terletak di lereng Gunung Lawu, sebuah kabupaten yang termasuk dalam wilayah Propinsi Jawa Tengah ini sangat kaya akan potensi wisatanya, baik wisata alam maupun budaya. Saya tidak akan membahas Grojogan Sewu karena sudah banyak di bahas orang. Kali ini akan ceritakan tempat-tempat lain yang gak kalah indah.

Meyusuri jalan dengan kiri dan kanan sawah adalah sesuatu yang menyenangkan. Kali itu bersama 3 teman kuliah berangkat dari daerah Jaten menuju Kota Karanganyar. Tujuan kami adalah menuju situs Hindu terkenal, Candi Sukuh. Perjalanan tidak sampai 20 menit, dengan track yang cukup tajam sampailah di kompleks Candi Sukuh. Candi Sukuh dikenal juga sebagai Candi Rusuh (saru atau tabu) karena secara vulgar menampilkan ornamen orang bersenggama. Di lantai pelataran Candi Sukuh juga terpampang jelas relief yang menggambarkan secara utuh alat kelamin pria yang sedang ereksi, berhadap-hadapan langsung dengan vagina.

Kompleks  Candi Sukuh berada di ketinggian 910 meter diatas permukaan laut. Berhawa sejuk dengan panorama indah, hanya berjarak sekitar 27 km dari pusat kota Karanganyar. Dari pertigaan setelah terminal Karangpandan, ambil belok kiri, kalau ke kanan ke arah Tawangmangu. Di sini, Anda dapat dengan jelas mendengar desusan angin berhembus, dengan suhu sekitar 20 derajat Celcius.

Puas menikmati keasrian candi (hanya bisa menikmati pemandangannya saja karena gak paham cerita relief atau patung2nya), perjalanan di lanjutkan ke Air terjun Jumog. Cukup jalan kaki dengan track cukup menantang, jalan kecil dengan turunan tajam di mana-mana, sampailah di pintu masuk air terjun. Cukup bayar Rp 3000 sudah bisa menikmati keindahan dan kesejukan udara di sana.

Pertama, Anda akan di sambut air sungai jernih mengalir di atas jembatan kayu. Wow, sungguh segar dan jernih. Kata teman “Indonesia ini kaya, air Aqua aja dibuang-buang ke sungai kayak gini, haha” ujar teman bercanda. Perjanalan terus ke atas, tidak terlalu jauh dan sampailah di air terjun. Debit air memang tidak sebesar Grojogan Sewu, justru karena itu kita bisa foto-foto pada jarak dekat dan uap air tidak sepekat di Grojogan Sewu. Anda patut mencoba tempat ini karena mudah di jangkau oleh kendaraan dua atau empat. Jangan ikuti kami yang jalan kaki dari Candi Sukuh, tapi akhirnya gak kuat pulang lagi ke candi dan akhirnya naik ojek, haha…(tukang penjual bakso tusuk tiba-tiba berubah profesi jadi tukang ojek karena kami paksa, aslinya di sana gak ada tukang ojek).

Melanjutkan perjalanan ke Kebon Teh Kemuning, masih sama di Kecamatan Ngargoyoso. Heran juga dengan kecamatan ini, cukup luas juga dan pemandangannya bagus-bagus. Sebenarnya di sini ada satu candi lagi yaitu Candi Cetho. Tapi tracknya lebih gila karena ada di atas kebon teh. Di kebon teh, Anda harus sampai atas kalau ingin terpukau dengan keindahannya. Memang indah, bukit-bukit kecil ditumbuhi teh hijau dan masuk sini gratis. Tapi hati-hati siapin aja duit Rp 5000 kalo ada  pemuda iseng minta buat beli rokok.

Di sini Anda bisa ambil gambar sesuka hati, atau sekedar menikmati hamparan hijau nan luas, sambil menikmati kota Karanganyar dan sekitarnya dari ketinggian yang cukup. Atau gangguin ibu2 pemetik teh kalau pas kebetulan datang pagi2, he…he..

Perjalanan dilanjutkan pulang turun, namun saya sarankan lewat jalan yang berbeda dari jalan berangkat, yaitu lewati saja jalan Ngargoyoso yang menuju Kecamatan Kerjo. Hah, ada apa lagi emangnya?

Nih dia keindahan Karanganya disajikan kemabali. Sepanjang jalan Anda akan disuguhi hamparan padi hijau dengan sistem sengkedan. Wow, saya saja sampai kagum dan terdiam beberapa saat. Sungguh indah dan tentram. Dengan background bukit di salah satu sisi jalan. Air sawah mengalir melalui pematang-pematang dengan lubang-lubang yang tidak dibuat sengaja (lubang tikus, haha).

Jalanan serupa sepanjang puluhan kilometer bisa Anda nikmati gratis di sini. Juga melewati beberapa dusun dan masyarakatnya yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk. Tampak beberapa warga sedang menggembalakakan kambing mereka, atau menggiring bebek, menjemur padi atau cengkeh di tepi jalanan. Saya sempat turun dan berfoto bareng dengan petani di sawah yang sedang panen padi di komplek persawahan yang jalanannya membentuk letter S.

Jalan ini bisa ditemui setelah Anda ambil kiri di pertigaan, tenang ada plangnya kok, cuma saya lupa apa arahnya. Setelah itu Anda akan menemukan Kebon Karet yang cukup luas dengan jalan mulus di tengah-tengahnya. Rindang, sejuk, melintasi barisan pohon karet yang tertata rapi. Wow, cukup membuat berdecak. Di kanan jalan terdapat pemandangan sawah dan sungai yang melintasi, dengan tetap dengan ke-khasannya, sengkedan. Beberapa pohon kelapa berjejer di tepi sungai, membuat hati ingin berlama-lama di tempat ini.

Perjalanan diteruskan turun hingga sampailah di pertigaan lapangan di daerah Batujamus. Ambil saja jalan yang ke kiri, ke arah kota Karangayar karena jalanan lebih bagus (kalau ke kanan jalanan di sekitar Jambangan cukup rusak parah dan tidak nyaman, gersang). Berbeda dengan jalanan mau ke arah Kota. Banyak sawah, pedesaan yang tenang dan menentramkan. Berkilo-kilo dengan pemandangan sawah, kebon karet, pedesaan, dengan nama yang unik-unik silih berganti berada di depan mata. Banyak gambar bisa di ambil di jalanan ini.

Hingga akhirnya sampailah di jalanan yang membentuk huruf U tajam mirip ketika mau ke Semarang dari Magelang. Namun track di sini cukup landai dan tidak separah di Ungaran. Menjelang akhir perjalanan, bisa Anda temukan Wisata Alam Gunung Bromo. Gak tau apa ada hubungan dengan nama gunung yang ada di Jawa Timur, namun inilah nama lokasi tersebut. Saya belum sempat masuk ke sana, tapi kata teman di sana banyak tumbuhan langka, pemandian air panas, dan petilasan Nyi Ageng Serang.

Massuk di Kecamatan Karanganyar ini, juga ada Waduk Ndelingan (Delingan). Waduk yang berlokasi di desa Ndelingan, dengan suasana enak sejuk cocok untuk melepas lelah. Di tempat itulah tercermin suasana damai dan menyenangkan, yang jelas enak lah buat tempat nongkrong.

Thanx to: Fea, Sistri, dan Nanda atas jalan-jalannya kemarin (7 April 2012), Cicus (pertam kali ke kebon teh tahun 2007, pinjem motor Adi angkatan 2005), Miyanto dan Rizal (yang mempromosikan foto2 kebon tehnya, 2006), Dodi, Husna, Hendy, Vidi, Indri, Irfan, Yona, Haryadha, Edison, dan motor Adi pas survey ke Jumog buat makrab (7 Februari 2007).

Foto diperoleh dari koleksi pribadi

Artikel terkait:

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

5 thoughts on “Menguak Keindahan Karanganyar (2)

  1. Coba pas pulangnya mas nya lewat jalur Pandananom dan Ngadirejo🙂
    Tidak kalah bagus, nanti mas nya bakalah lewatin gua Dong tuban

  2. Karanganyar tercinta menyimpan berjuta keindahan alam kan,mas??hehehe….ayo kapan main ke karanganyar lagi??baru dikit bgt tuh yg dijelajahi…..

  3. itu belum lengkap masih banyak yang lain

  4. wah indah banget pemandangan alamnya

  5. Surganya dunia ada di Indonesia, surganya Indonesia ada di pulau Jawa, surganya pulau Jawa ada di Jawa Tengah, surganya Jawa Tengah ada di Karanganyar. i love karanganyar. terutama buat ‘IBU’ ku yang cantik itu kalo pas dandan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s