Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Resveratrol

Leave a comment


Resveratrol, atau secara kimiawi disebut 3,5,40-trihydroxy stilibene, adalah senyawa alam golongan polifenol yang berkhasiat sebagai antioksidan dan dihasilkan oleh beberapa tanaman. Resveratrol pertama kali diidentifikasi pada tahun 1940 sebagai kandungan akan akar hellebore putih  (Veratrum grandiflorum O. Loes), dan kemudian ditemukan pada akar kering Polygonum cuspidatum, atau disebut juga Ko-jo-kon di Jepang. Tanaman ini sudah secara luas digunakan pada pengobatan China dan Jepang sebagai obat suppurative dermatitis, gonorrhea favus, athlete’s foot (tinea pedis) dan hiperlipemia (Lee et al., 1998; Vastano et al., 2000; Cichewicz and Kouzi, 2002).

Sifat kemoprevensi kanker dari resveratrol pertama kali diidentifikasi oleh Jang et al (1997). Dia menunjukkan bahwa resveratrol beraktivitas sebagai agen kemopreventif terhadap semua tahapan karsinogenesis yaitu inisiasi, promosi, dan progresi. Resveratrol telah terbukti mampu menekan proliferasi sel pada berbagai macam sel tumor termasuk kanker limfoma dan myeloid, payudara, kolon, pankreas, lambung, prostat, kepala dan leher, ovarium, liver, paru dan kanker serviks; melanoma dan muscles.

Resveratrol memodulasi ekspresi dan aktivitas serangkaian molekul signaling yang terlibat dalam metabolisme karsinogen, proliferasi seluler, regulasi siklus sel dan apoptosis. Resveratrol mencegah proliferasi sel tumor dengan cara menghambat sintesis DNA (Fontecave et al., 1998) dan mengganggu pada berbagai tahapan progresi siklus sel (Gusman et al., 2001).

Hepatocellular carcinoma (HCC) adalah salah satu malignansi mematikan dan tidak ada efektifnya pengobatan sampai sekarang. Sudah diketahui bahwa pada kanker liver terjadi overekspresi cyclin D. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mempelajari efek kemopreventif resveratrol pada ekspresi cyclin D dan jalur signaling yang mengatur cyclin D pada sel HepG2.

Hasil dari flowcytometry dan western blot PCNA menunjukkan bahwa resveratrol menghambat proliferasi sel HepG2. Resveratrol juga men-downregulasi cyclin D sebaik p38 MAP kinase, Akt dan ekspresi Pak1 dan aktivitasnya pada sel HepG2. Hal ini menyarankan bahwa aktivitas penghambatan pertumbuhan oleh resveratrol dikaitkan dengan downregulasi proliferasi sel dan jalur survival.

Lebih lanjut, sel yang diperlakukan dengan resveratrol emnunjukkan aktivitas ERK, menyarankan kemungkinan dalam hal mensensitasi apoptosis. Dalam studi tersebut, ditemukan hubungan 3 dimensi antara efek resveratrol terhadap penghambatan [ertumbuhan, penurunan level cyclin D, dan downregulasi dan jalur survival pada sel HepG2 dalam memicu perubahan degenaratif. Observasi ini menunjukkan resveratrol berpotensi baik dan efektif sebagai agen kemoprevensi terhadap kanker liver dan masih dipelajari lebih lanjut.

Referensi

Parekh P, Motiwale L, Naik N, Rao KV., Downregulation of cyclin D1 is associated with decreased levels of p38 MAP kinases, Akt/PKB and Pak1 during chemopreventive effects of resveratrol in liver cancer cells, Exp Toxicol Pathol. 2011 Jan;63(1-2):167-73. Epub 2010 Feb 4.[link]

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s