Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Selayang Pandang Kota Purwokerto

26 Comments


[7 Agustus 2011] Purwokerto, secara geografis terletak di bagian selatan provinsi Jawa Tengah dan merupakan ibukota dari Kabupaten Banyumas. Kota ini terletak di kaki gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Cuaca tidak terlalu panas, bahkan bisa dikatakan adem dan kalau malam mewajibkan untuk memakai selimut. Kota ini cukup unik, sebuah kota kecil namun dari segi fasilitas lumayan cukup lengkap, misal memiliki terminal bus kelas A dan terbesar se-Jawa Tengah, juga RS Margono Sukarjo yang menjadi RS rujukan dari RSUD lain. Dan yang paling penting adalah adanya Perguruan Tinggi Negeri bernama Universitas Jenderal Soedirman, populer dengan UNSOED.

Akhirnya, dalam waktu singkat saya bisa menguasai kota ini, maksudnya bisa menghapal jalan-jalan utama dan beberapa tempat penting di kota ini. Dalam waktu setengah hari bisa menjajagi keempat kecamatan sekaligus, disambut dengan Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman di Purwokerto Barat , terminal di Purwokerto Selatan, Baturraden di Purwokerto Utara dan terakhir di jalan UMP di Purwokerto Timur.

Semula agak bingung membedakan Purwokerto dengan Banyumas. Saya kira mereka terpisah dan Purwokerto adalah kotamadya sendiri, bukan bagian dari Banyumas. Setelah membaca sejarah kota, ternyata sejarahnya amat panjang. Singkat cerita, pada zaman pendudukan Belanda karena alasan kesejahteraaan akhirnya dua wilayah tersebut di-merger dengan ibukotanya adalah di Purwokerto. Jangan salah, kota ini merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari kota ini, tentu Anda kenal dengan Jenderal Gatot Subroto, beliau adalah wakil kepala staf Angkatan Darat dan penggagas AKABRI. Juga R. Wirya Atmadja yang merupakan tokoh pendiri BRI, dan di kota ini terdapat museum BRI yang mempunyai koleksi mata uang sejak zaman Majaphit. Dan Mayang Sari, pelantun lagu “Tiada Lagi” yang sangat terkenal pada tahun 1998an, serta Titik Sandora, yang cukup terkenal di tahun 70-an.

Apa sih yang identik dengan Kota Purwokerto? Ngapak, Baturraden, mendoan, dll, tapi saya tidak mau membahas itu karena sudah banyak di bahas orang. Mending membahas identik-identik baru yang lebih fresh dan menyegarkan.

UNSOED

Akhir-akhir ini saya cukup akrab dengan kampus ini, padahal sebelumnya otak kudu loading dulu pas denger nama ini, ini kampus apa, ada di mana? Sebenarnya ini tergolong kampus tua, berdiri sejak tahun 1963. Pendirian universitas negeri di Purwokerto adalah buah dari kerjasama yang erat antara kalangan Nasionalis-Soekarnois, kelompok Islam, dan militer dalam situasi ekonomi dan politik yang tidak kondusif saat itu.

Pendirian sebuah universitas negeri di Purwokerto membawa dampak positif secara ekonomi dan sosial. Apa sajakah? Lihat saja gambar ini (foto diambil pagi hari).

Foto ini saya namakan Jalan Kampus, sesuai namanya memang benar di sini suasana anak kost sangat kentara. Di sepanjang jalan ini berdiri semua bisnis jasa yang semuanya ada hubungannya dengan keperluan mahasiswa. Sebut saja rumah makan, warung internet, laundry, fotokopi, rental film, rental komik, dan tentunya kamar kost. Jalanan ini tidak pernah sepi dan tetap ada aktivitas sampai 24 jam.

Secara ekonomi, masayarakat sekitar diuntungkan dengan kondisi ini. Ribuan kamar di kost disewakan dan mata pencaharian berubah menjadi kota jasa. Ditambah lagi dengan kondisi sekarang dimana Unsoed yang makin terkenal saja di Indonesia. Mahasiswa semula hanya berasal dari Kabupaten sekitar, misal Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Tegal dst, namun tidak demikian sekarang. Banyak lulusan anak SMA dari Jakarta, Sumatra, Kalimantan pun jadi melek dan melirik kampus ini dengan tawaran biaya hidup yang murah. Hasil surfing internet, ada komentar dari mahasiswa yang merasa betah tinggal dikota ini (link)

so, kalo kalian pengen ngerasain belajar di sini, ane jamin gan, bakal ilang tuh rindu ama kota kelahiran. hehe. secara ane lahir di jakarta, dengan segala macam kesumpekan dan kesibukan yang rutin itu, menjengkelkan lah. Purwokerto itu enak, ga ada macet, di jalanan kota, truk di larang masuk (kecuali lagi ada proyek konstruksi), becak masih ada, andong masih ada …..

Bagaimana suasana di kampus ini? Ada teman yang bilang kalau mahasiswi di Unsoed cantik-cantik, dan setelah saya masuk ke kampus, dalam hati saya berkata  “Ternyata teman saya tidak bohong”. Jangan heran dikampus ini yang Anda temui bukanlah bahasa Ngapak, tapi malah dominan bahasa Sunda. Ya, banyak mahasiswa dari daerah Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cirebon yang sekolah di kampus ini. Jika saya ajak teman saya tadi, paling dia gak mau pulang dan betah di kampus.

Alun-alun dan Taman Merdeka

Inilah pemandangan di alun-alun Purwokerto. Yang bikin takjub adalah rumputnya yang bagus dan dirawat secara serius oleh pemerintah daerah. Di sisi timur taman terdapat giant screen dengan tulisan PURWOKERTO terpampang jelas di kiri jalan, turut menhidupkan suasana kota.  Di sis barat berdiri Masjid Agung yang juga terawat kebersihannya dengan baik. Sore dan malam hari, di sini cukup ramai. Masyarakat memanfaatkan lahan terbuka ini menikmati santai dengan keluarga sambil menyantap kudapan yang banyak ditawarkan.

GOR Satria

Terletak di sebalah timur perempatan Ovis, persisnya di Jalan Dr. Suharso. Ada dua GOR di kota Purwokerto, satu lagi adalah GOR Soesilo Soedirman (milik Unsoed) yang sering dijadikan homebase Pelatnas Atletik karena memiliki Trek Lari yang berstandar Internasional. Namun saat ini, pemandangan pedagang makanan di kaki lima depan GOR ini menjejali setiap ruas jalan. Bahkan, bisa dikatakan tempat ini adalah salah satu situs kuliner penting di Purwokerto. Banyak bermunculan restoran yang siap memanjakan para penikmat wisata kuliner dari mulai Pecel Lele, Bebek Goreng/Bakar, Ayam Goreng/Bakar, dan Iga Bakar.

Aston Imperium Hotel

Hal yang membuat tercengang kedua dari kota ini adalah didirikannya Hotel Aston yang merupakan hotel berkelas internasional. Saat ini, hotel yang memegang dominasi adalah hotel Dynasty yang berlokasi di Jl Dr. Angka, dan jika benar pada akhir tahun 2011 ini pembangungan hotel selsai dirampungkan, maka hotel dengan 12 lantai lengkap dengan convention hall ini akan menjadi kekuatan magnet baru di Perempatan Oviste Isdiman ini.

Bus Efisiensi

Orang Purwokerto, siapa yang tidak kenal bus ini. Malayani trayek Jogja-Purwokerto dan Jogja-Cilacap, dengan armada yang bersileweran tiap 1 jam, bus ini menjadi pilihan favorit bagi penumpang. Sesuai dengan namanya, perusahaan memang memegang prinsip efisiensi dalam bisnisnya. Berangkat tepat waktu (in time, not on-time), istirahat di rest area Kebumen hanya 10 menit, dan melayani pemberangkatan setiap 1 jam. Selain itu, juga memberikan fasilitas shutle bus di Ambarketawang Jogja secara cuma-cuma. Semula shutle bus juga tersedia di Kota Purwokerto, namun sejak Desember 2010 ditutup karena banyak sopir taxi, tukang ojeg, sopir angkot yang demo karena dianggap merebut penumpang. Ah dasar tukang ojeg, ha..ha..

Kereta Api Logawa

Seandainya ada Logawa FansLover, mungkin saya akan segera bergabung. Betapa tidak, kereta yang namanya diambil dari nama sungai di Banyumas ini memang berbeda. Walau tergolong kereta ekonomi, namun cukup nyaman dan tidak sesumpek KA Progo. Setiap hari kereta ini menyusuri rel dari Stasiun Purwokerto-final di Jember (Jawa Timur). Pemandangan sepanjang perjalanan sungguh menakjubkan. Hamparan sawah hijau, pohon kelapa, sungai, terowongan menghiasi perjalanan yang dimulai pukul 6.00 pagi.

Plat R

Kata teman kost, kalo ada cewek cantik gak jadi cantik kalo naik motor plat-nya R. Ha..ha..Ini becandaan saja, alasannya saking terkenalnya orang Purwokerto pakai bahasa Ngapak, jadi digeneralisir yang plat R juga ngapak, makanya gak jadi cantik kalo cewek cantik tapi ngapak. Sebenarnya plat R tidak hanya di Purwokerto, tapi juga kabupaten eks-karesidenan Banyumas seperti Cilacap, Purbalingga, dan sekitarnya.

Mari dengan motor plat R ini, kita jalan-jalan menyusuri jalanan di Purwokerto.

Artikel terkait:

Jalan Suparno: Jalan Paling Angker Se-Purwokerto

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

26 thoughts on “Selayang Pandang Kota Purwokerto

  1. Hemmm…jadi pingin pulang ke purwokerto. Dah 15 tahun merantau belum pernah pulang. Banyak yang berubah rupanya.

  2. ada yg tahu no.telp taxi resmi di pwkt apa ya…………..

  3. Menarik ya kota purwokerto

  4. Wah wah wah purwokerto kotaku tercinta, jd kangen nich bro lama ninggalin kampung halaman, purwokerto atau orang biasa bilang portorico memang asik banget kotanya, untuk pariwisatanya, tmpt sophing cntrnya n gk ketinggalan kulinernya yg pasti semuanya muasin banget.

  5. maybe one day I’ll be part of this town.. moga semenarik tulisan ini🙂 thanks

  6. mencoba mengenali kota ini.. next week I’ll be a part of this town… moga betah🙂

  7. jadi kangen kampung halaman , dari sekolah STM disana smp kadang2 bolos n nongkrong di SE

  8. Nice blog mas bro.. informasi lengkap tentang kota tercinta Purwokerto

  9. Purwokerto adalah saksi hidup perjalanan mencari jati diri

  10. makasi ni info na gan ,🙂

  11. bagus postingnya…ijin share n ngelink ya om…

  12. Bagus Kok..saya seneng bacanya..saya rekomendasikan Moko jalan ke Baturraden ..coba pagi-pagi jalan kaki menuju ke pancuran tujuh melewati jalan setapak yang ada di rimbunan pohon di lokawisata Baturraden..wah bisa banyak yang bakal Moko dapat..mulai dari pemandangan yg menakjubkan indahnya..ketemu dengan 100 lebih anak tangga..sampai jadi sehat dengan menghirup udara yang segar & bersih..dijamin pula capek & pegal di kaki bisa hilang dengan merendamkan kaki di air belerang yang hangat..selamat mencoba

  13. jadi kangen kota ne dewek

  14. Haha,,tengs gan udah publish kotane inyong. Saya juga berkeliling priangan timur dgn motor plat R, secara setelah 20 tahun hidup disana harus merantau buat mencari sesuap berlian. Inyong (baca:saya) juga kerja di perusahaan farmasi, makasih juga info di blognya. Membuka wawasan bgt. Inyong bakal rajin baca blog ini lah.

  15. top dah… saya 9 tahun di purwokerto dari sejak kelas 2 SMA, lanjut kuliah, hingga menikah (dapet cewe ngapak gan, tapi cantik tuh he3😀, dan sempat kerja dan wirausaha juga di purwokerto. miss this city so much. 2 tahun lalu ane balik lagi ke jakarta, ya mencoba peruntungan hidup juga di kota kelahiran Jakarta. tapi basic keluarga saya banyumas asli, so saya juga punya darah ngapak he3…
    oya… motor saya masih Plat R lho… dan tiap hari berkeliling ibukota jakarta he3…

  16. saya baru baca nih postingannya… lucu…. hahahaha
    tambahin foto2 mahasiswanya dong pak…

  17. ijin share yaaaa..thanks

  18. keren…fotonya asli motret sendiri..wokwowokw

    • iya donk asli jepretan sendiri. Shoot by Exilim 8,0 mp. Sorry, masih pake pocket camera biasa, kamera SLR Canon masih jadi target tahun depan. haha.. Foto yang tidak ada watermark-nya hasil dapat dari google image

  19. wah ternyata kita hanya dipisahkan oleh gerbong kereta logawa mok, ayo mok kapan2 naik logawa kesini, hehehe..

  20. bapa…izin copas yaaaahhh, ntr klo lulus pasti kangen, hehheee

  21. sippp…oke mas postingannya….tapi tetep aja kangen Jogja hehee….

  22. sippp…oke mas postingannya….tapi tetep aja kangen Jogja hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s