Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Herbal Untuk Sistem Respirasi

Leave a comment


Oleh: Sarmoko, taken from: Pharmacognosy and Phytotherapy

Minor common disorder pada sistem respirasi sering sukses dengan fitoterapi dan ini dapat membantu sebagai terapi suportif pada penyakit yang lebih serius seperti bronchitis, emfisema, dan pneumonia. Ketika terjadi infeksi, obat yang paling efektif adalah antibiotik. Kebanyakan antibiotik adalah berasal dari bahan alam, namun tidak dibahas pada bagian ini.

Bagaimanapun, untuk colds dan infeksi flu-like virus, obat ini cukup popular dan efektif yaitu dekongestan (menthol dan eucalyptus), bronkolitik dan ekspektoran (termasuk ipecacuanha, thyme, dan senega), demulsen (mallow), antiviral (linden dan elder flower) dan modulator system imun (Echinacea).

Untuk pengobatan alergi seperti hay fever dapat diobati dengan butterbur dan Petasites. Sedangkan untuk alergi dan infeksi rhinitis secara tradisional digunakan senyawa dari garlic (merica) dan echinaceae. Untuk sakit asma, biasa digunakan obat steroid inhaled dan bronkodilator. Lagi-lagi, banyak bronkodilator yang  berasal dari alam yaitu efedrin dan teofilin.  Pengembangan dari efedrin yaitu dia telah diisolasi dan dibuat pseudoefedrin. Sebenarnya, efedrin dikontraindikasikan pada penderita asma, ini karena mereka dapat precipate an attack. Namun pengobatan masa lalu telah dikenal ephedra herb tanpa apperant ill-effects, hal ini bisa dijelaskan karena ada konstituen lain dalam whole ekstrak sehingga tetap aman.

Golongan antimuskarinik, yaitu atropine juga mempunyai efek bronkodilator dan juga dry up secretion. Dan sekarang turunannya telah dikembangkan misal ipratropium.

Senyawa yang juga penting, yaitu sodium cromoglycate berefek sebagai antialergi. Senyawa ini dikembangkan dari khelin, bersifat menstabilkan sel mast dan digunakan dalam bentuk inhaler untuk pengobatan asma.

Antagonis Platelet-activating factor , yaitu ginkgolides juga memiliki sifat antialergi yang bermanfaat untuk pengobatan asma. Namun sampai sekarang belum digunakan secara klinis.

Antagonis leukotrien saat ini diperkenalkan untuk terapi asma. Walau tidak ada senyawa dari tanaman yang berkhasiat dengan sfat seperti ini, namun quercetin cukup menjanjikan di masa mendatang.

Penekan batuk (cough suppressant), sangat popular walau masih kontroversi apakah secara klinis mereka efektif. Antitusif yang paling terkenal dalah kodein dan derivate opiate yang lain diperoleh dari opium poppy.

1.       BRONKODILATOR DAN DEKONGESTAN

Golongan ini ada bermacam-macam: obat sistemik (Ma huang dan teofilin), inhalasi (minyak eucalyptus, kamfor, dan menthol).

2.       ANTIALERGI

Khella, butterbur.

3.       EKSPEKTORAN DAN MUKOLITIK

Balm of Gilead (poplar buds). Thyme, sage, senega, ivy, tolu balsam, ipecacuanha.

4.       COUGH SUPPRESSANT/ANTITUSIF

Batuk adalah aksi reflex dan menjadi gejala/tanda dari penyakit lain seperti asma dan clods karena nasal drip. Penekan batuk mungkin bermanfaat pada beberapa instances, namun efikasi tidak sepenuhnya disetujui dan jika ekspektoran malah dibutuhkan misal untuk mengindari retensi sputum/dahak. Pada kondisi seperti ini justru ekspektoran yang digunakan, dan bukan penekan batuk. Golongan ini tidak direkomendasikan pada anak-anak yang secara tinggi suspecible terhadap penekanan pernafasan karena opiate. Kodein dan semisintetik opiate seperti dextromethorpan adalah antitusif yang paling umum, dan pada kasus yang parah dipakai pada pasien kanker paru dan opiate lebih kuat seperti methadone juga digunakan.

Kodein ditemukan dalam bentuk opium diperoleh dari tanaman Papaver somniferum. Untuk obat batuk biasa digunakan dalam bentuk alkaloid terisolasi, dalam bentuk garam (biasanya fosfat) diformulasi dalam linctus dengan dosis 5-10 mg diberikan setiap 4 jam. Untuk obat diare dan pain, digunakan dosis yang lebih tinggi bisa mencapai 240 mg sehari dengan dosis terbagi.

Bagaimana toksikologinya? Kodein bisa mengakibatkan sedatif (mengantuk) dan konstipasi. Pada dosis tinggi bisa meyebabkan depresi respirasi dan tidak boleh digunakan pada pasien yang terganggu hepatik dan ginjalnya. Obat ini bisa juga disalahgunakan sehingga tersedia sebagai obat resep.

5.       FITOMEDISIN SECARA UMUM YANG DIGUNAKAN PADA COLDS DAN INFLUENZA

Beberapa herbal memiliki aktivitas antivirus dan antiinflamasi, tergolonga demulsen dan menaikkan system imun dan beberapa lagi memiliki sifat ini. Mereka sering dikombinasikan dengan ingredient yang lain sebagai herba teas digunakan pada terapi supportive dan simptomatis pada penyakit pernafasan.

Golongan demulsen dan emmolien adalah elder flower, linden flower, mallow flower, coltsfoot, akar dan daun marshmallow, sedangkan immunostimulant adalah echinaceae dan astagalus.

Banyak herbal teas, dibuat secara khusus dari bunga dan daun, digunakan untuk memperbaiki gejala dari clods dan influenza. Beberapa dari mereka bersifat diaphoretic yaitu menginduksi keringat, ada yang bersifat antiinflamasi dan analgesic, lainnya adalah mucilaginous dan shooting, dan sifat antivirus dikaitkan dengan kandungan polifenolik. Mereka digunakan secara  umum pada terapi supportive dan biasanya pleasant to take. Tanaman lain yang kaya akan musilago juga digunakan pada penyakit respirasi, seperti lichen Icelandic moss, dari Cetratia islandica (L.,) Ach. (Parmeliaceae).

Elder flower diperoleh dari tanaman Sambucus nigra L., nama simplisianya adalah Sambuci flos. Sambucus nigra (Caprifliaceae atau Sambucaceae; sinonimnya adalah Black atau European elder) adalah pohon edge European yang umum atau shrub. Bunga tampak pada bulan Mei dengan ukuran kecil, creamy-white, flat-topped umbel-like clusters dan diikuti dengan small, shiny, purplish-black berries. Hamper semua bagian tumbuhan dipakai, namun yang paling umum adalah bungan dan berries, yang juga biasa digunakan untuk minuman penyegar dan country-style wine.

Kandungan adalah triterpen termasuk turunan asam ursolat dan oleanolat, flavonoid (rutin, quercetin, nicotoflorin, hyperosides) dan asam fenolat seperti asam chlorogenic.

Efek farmakologi dan efikasi klinis. Elder flowers digunakan dalam bentuk infusa atau the herbal, dan dicampur dengan peppermint digunakan secara tradisional pada pengobatan colds dan influenza. Mereka menginduksi perspirasi (keringat) dan kondisi ini bermanfaat pada pasien. Studi terbaru menunjukkan hasil altivitas in vitro mampu melawan beberapa strain virus influenza, dan studi klinis menunjukkan penurunan gejala flu (Barak et al., 2001). Efek ini ditunjukkan dengan peningkatan produksi sitokin inflamasi sebagai dampak langsung dari aksi antiviral. Dosis yang biasa digunakan sekitar 3 gram bunga yang diinfusa dengan 150 ml air panas, namun perhitungan ini tidak begitu penting. Sementara berries digunakan untuk membuat suatu cordial, dan digunakan dengan tujuan yang sama.

Elder flower adalah tidak toksik dan tidak ada laporan efek samping.

Linden flowers, didapat dari tanaman Tilia platyphylla Scop. dan Tilia cordata Mill. atau hibridanya, simplisia dinamakan Tiliae flos. Sinonimnya adalah lime flowers, namun nama ini tidak ada kaitannya dengan buah lime.  Pohon ornamental native Eropa, edicel bears 3-6 yellowfish-white, five-petalled, fragnant flower on stalks half-joned to an oblong bract.

Kandungan bunga adalah volatile oil (linalool, germacrenen, geraniol, 1,8-cineole, 2-fenil etanol dll), flavonoid (hesperidin, quercetin, astralagin, tilirosida), musilago arabinaso, galaktosa dan polisakarida rhamnosa, polifenol seperti chlorogenic dan asam kafeat, dan GABA (gama-aminobenzoic acid).

Linden flowers digunakan untuk feverish colds, catarrh, cough, dan influenza. Mereka digunakan sebagai the herbal untuk menginduksi diaphoresis (perspiration/berkeringat) seperti elder dan pada dosis yang sama pula. Komponen poliskaradia soothing dan menempel pada jaringan epitel, menimbulakn efek demulsen (Schmidgall, 2000). Penggunaan utama lainnya adalah untuk syaraf disorder, diperkirakan efek ini karena ekstrak beraksi sebagai agonist untuk reseptor benzodiazepine peripheral. Ada bukti bahwa komponen dari ekstrak air terikat ke reseptor GABA pada otak tikus (efek bukan karena masuknya kompenen GABA ekstrak) dan efek sedative yang lemah yang dkonfirmasi dengan kenaikan maze kecemasan test pada marmot (Anesini, 1999).

Linden flower adalah nontoksik dan tidak ada laporan efek samping.

to be continued ……

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s