Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

COCAINE, Biang Ketagihan

1 Comment


Kokain dihasilkan adalah tanaman Erythroxylum coca. Kandungan tanaman adalah golongan senyawa alkaloid bernama kokain.  Kandungan alkaloid adalah 0,7-2,5% (40-50% adalah (-)-Kokain. Sifatnya adalah psikostimulan (sifat ini mirip amfetamin).

Biosintesis kation N-methyl-pyrrolinium

Kation N-metil-pirolinium merupakan prekursor penting pada biosintesis kokain. Biosintesis dimulai dari L-Glutamine, yang diturunkan untuk L-ornithine pada tumbuhan.

L-ornithine diubah menjadi L-arginin, yang kemudian dekarboksilasi melalui PLP untuk membentuk agmatine. Hidrolisis imina ini berasal N-carbamoylputrescine diikuti dengan hidrolisis urea untuk membentuk putresin. Jalur terpisah untuk mengubah ornithine menjadi putresin pada tumbuhan dan hewan telah diketahui. N-SAM-metilasi SAM dari putresin memberikan produk N-methylputrescine, yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif oleh aksi oksidase diamina menghasilkan aminoaldehyde tersebut. Melaului formasi basa Schiff membentuk kation N-metil-Δ1-pyrrolinium.

Biosintesis Kokain

Atom karbon tambahan diperlukan untuk sintesis kokain berasal dari asetil-KoA, dengan penambahan dua unit asetil-KoA untuk kation N-metil-Δ1-pyrrolinium.

Addisi pertama adalah reaksi Mannich, yaitu anion enolat dari asetil-KoA bertindak sebagai nukleofil terhadap kation pyrrolinium. Addisi kedua terjadi melalui kondensasi Claisen menghasilkan campuran rasemat dari 2-substituted pyrrolidine.

Pada pembentukan tropinone dari rasemat etil [2,3-13C2] 4 (Nmethyl-2-pyrrolidinyl)-3-oxobutanoate tidak ada kespesifikan  stereoisomer tertentu. Namun, pada biosintesis kokain, hanya (S)-enantiomer yang dapat melakukan siklisasi untuk membentuk sistem cincin tropan kokain. Lalu terjadi reaksi oksidasi, yang meregenerasi kation pyrrolinium dan pembentukan anion enolat, dan reaksi Mannich intramolekul. Cincin sistem tropan mengalami hidrolisis, SAM-dependent methylation, dan reduksi NADPH untuk pembentukan methylecgonine. Gugus benzoil diperlukan untuk pembentukan diester kokain disintesis dari fenilalanin melalui asam sinamat. Benzoil-KoA kemudian menggabungkan dua unit membentuk kokain.

Dampak psikis

Kokain adalah obat perangsang (psikostimulan) yang paling manjur. Perilaku yang lazim selama di bawah pengaruh kokain dapat termasuk hiperaktif, keriangan, dan bertenaga, ketajaman perhatian, percaya diri dan kegiatan seksual yang meningkat. Pengguna juga dapat berperilaku tidak berpendirian tetap, merasa tidak terkalahkan dan menjadi agresif dan suka bertengkar. Kondisi yang dapat mematikan dapat terjadi dari kepekaan yang tinggi terhadap kokain atau overdosis secara besar-besaran. Beberapa jam setelah pemakaian terakhir, rasa pergolakan dan depresi dapat terjadi.

Kecanduan??

Berdasarkan definis dari American Society of Addiction Medicine, beberapa obat penyebab kacanduan dikelompokkan sebagai berikut:

1.    Stimulan (psychic addiction, sedang sampai parah; withdrawal is purely psychological and psychosomatic):

–       Amfetamin dan metamfetamin

–       Kokain

–       Nikotin

–       Kafein

  1. Sedatif an hinotik (psychic addiction, mild to severe, and physiological addiction, severe; abrupt withdrawal may be fatal):

–       Alkohol

–       Barbiturat

–       Benzodiazepin, khususnya adalah flunitrazepam, triazolam, temazepam dan nimetazepam Z drug seperti zimovane.

–       Metakualon dan hipnosis-sedatif terkait kuinazolin.

  1. Opiot dan analgesik opioid (psychic addiction, mild to severe, physiological addiction, mild to severe; abrupt withdrawal is unlikely to be fatal):

–       Morfin dan kodein

–       Semisintetik opiat seperti heroin (diacetylmorphine; morphine diacetate), oksikodon, buprenorfin, dan hidromorfon.

–       Opioid sintesis total, seperti fentanil, meperidin/petidin, dan metadon.

Obat yang di bold adalah golongan senyawa alkaloid. Suatu artikel pada jurnal Lancet membandingkan 20 obat berbahaya dan membuat ketagihan, menggunakan skala 0 sampai 3 untuk physical addiction, psychological addiction, and pleasure to create a mean score for addiction. Hasil ada pada tabel berikut:

Obat Rata-rata Pleasure Psychological Dependence Physical Dependence
Heroin 3.00 3.0 3.0 3.0
Kokain 2.37 3.0 2.8 1.3
Alkool 2.23 2.3 2.6 1.8
Tembakau 2.23 2.3 2.6 1.8
Barbiturat 2.01 2.0 2.2 1.8
Benzodiazepin 1.83 1.7 2.1 1.8
Amfetamin 1.67 2.0 1.9 1.1
Cannabis 1.47 1.9 1.7 0.8
LSD 1.23 2.2 1.1 0.3
Ekstasi 1.13 1.5 1.2 0.7

Peringkat paling tinggi adalah pada morfin.

Mekanisme aksi

Kokain memodifikasi aksi dopamin pada otak. Area kaya dopamin adalah pada area ventral tegmental, nucleus accumbens dan pada caudate nucleus – area ini secara kolektif dinamakan brain’s ‘reward pathway’. Kokain berikatan pada transporter dopamine re-uptake pada membran pre-synaptic pada neuron dopaminergik. Ikatan ini menghambat penghilangan dopamin dari celah sinaptik dan berikutnya adalah degradasi oleh monoamine oxidase (MAO) pada terminal saraf. Dopamin masih tertinggal pada celah sinaptik dan bentuk bebas berikatan pada reseptor pada membran post sinaptik, menimbulkan impuls saraf lebih lanjut. Kenaikan aktivasi dopaminergic reward pathway memicu perasaan euforia.

Kokain beraksi pada sirkuit kesenangan untuk mencegah reabsorpsi neurotranmitter dopamin setelah dilepaskan dari sel saraf. Normalnya, neuron melepaskan pada sirkuit kesenangan merilis dopamin, kemudian melewati sinaps untuk menstimulasi neuron lain pada sirkuit kesenangan. Jika proses ini selesai, dopamin akan diambil lagi oleh molekul transporter dan membawa balik pada neuron asalnya.

Kokain ternyata mengikat transpoter tersebut sehingga mencegah reabsorpsi dopamin. Hal ini menyebabkan meningkatnya dopamin pada sinaps, hasilnya adalah muncul perasaan kuat dan bahkan euforia.

Kelebihan dopamin yang terakumulasi pada sinaps menyebabkan neuron yang memiliki reseptor dopamin menurun sejumlah reseptor yang mereka buat. Hal ini dinamakan down-regulasi. Ketika kokain tidak diberikan dan jumlahna menurun sampai pada kondisi normal (konsentrasi rendah), maka sejumlah kecil reseptor dopamin yang tersedia untuk neurotransmitter menjadi tidak cukup lagi untuk mengaktifkan sel saraf. Selama “craving,” pengalaman addict akan sangat kuat dan memerlukan obat untuk mencapai level dopamin kembali. Kokain dapat juga berikatan dengan neurotransmitter yang lain, termasuk serotonin dan norepinephrine, danmengeblok reuptakenya.

Kokain ditemukan secara spesifik berpengaruh pada prefrontal cortex dan amygdala, yang terlibat pada aspek memori dan belajar. Amygdala telah dikaitkan dengan aspek emosional dari memori. Para ahli percaya bahwa jaringan neural terlibat pada bagian otak ini yang bereaksi terhadap lingkungan dan mengaktifkan memori, dan memicu perubahan biokimia dalam menghasilkan cocaine craving.

Referensi

 

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “COCAINE, Biang Ketagihan

  1. tulisan yang menarik,, mas bisa minta ebooknya ngga?yang TLC in phytochemistry dan Applied Clinical Pharmacokinetics ke email saya? makasih (maaf comment disini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s