d-Limonen: Senyawa menarik monoterpen


Last update: July 20, 2018

Limonen merupakan senyawa yang ditemukan dalam kulit jeruk dan kini dikaitkan dengan aktivitasnya sebagai kemoprevensi kanker. d-limonene merupakan komponen bioaktif tanaman yang utama (bioactive food components, BAFC) dari minyak kulit jeruk, 75% dari minyak kulit jeruk lemon, 95% dari minyak kulit jeruk orange, dan 87% dari minyak kulit jeruk mandarin.

Sifat fisika kimia limonen

Senyawa limonen memiliki sifat rotasi optik, artinya memutar bidang polarisasi cahaya yaitu d- dan l-limonen. d-limonene memutar bidang cahaya ke kanan, sedangkan l-limonene memutar bidang cahaya ke kiri. Limonene memiliki berat jenis 0,84 g/cm3. Limonen digunakan untuk wewangian, sedangkan dalam bidang kesehatan, manfaatnya sangat luas, termasuk sebagai kemoprevensi kanker.

Mekanisme aksi limonen

Berikut adalah potensial mekanisme aksi dari limonen sebagai kemoprevensi kanker:

  • modulasi imun
  • aktivitas antioksidan
  • penghambatan farnesil transferase
  • induksi TGF-beta1
  • induksi apoptosis

Namun pada kali ini saya fokus akan membahas mekanisme pada penghambatan farnesil transferase.

Penghambatan farnesil transferase 

Penghambatan enzim farnesil trasnferase, dalam hal ini kaitannya dengan aktivasi protein Ras. Ras merupakan suatu G-protein monomerik, yang terlibat dalam proliferasi dan migrasi sel. Ras diaktifkan melalui prenilasi protein dan selanjutnya berikatan dengan membran sel.

Dalam banyak karsinoma, Ras mengalami mutasi. Aktivasi mutasi Ras dapat ditemukan dalam keganasan dengan frekuensi keseluruhan mencapai 15-20%. Data preklinik menunjukkan bahwa d-limonene dan metabolitnya memodulasi prenilasi Ras melalui penghambatan farnesil transferase.

Baca: Protein Ras

Dalam aktivasi Ras normal, enzim farnesil transferase memfasilitasi penambahan gugus farnesil ke Ras, setelah serangkaian reaksi fosforilasi akhirnya mengaktifkan Ras dan memulai jalur sinyal selular untuk proliferasi dan migrasi sel.

Mutasi pada Ras terkait dengan proliferasi sel dan migrasi yang menyimpang, dan kemampuan yang berkurang untuk menjalani apoptosis, yang semua ini berkontribusi terhadap karsinogenesis. Gambar di bawah ini adalah ilustrasi yang menampilkan langkah-langkah yang diperlukan untuk aktivasi Ras dan target inhibitor farnesil transferase yang kemudian mencegah aktivasi Ras yang menyimpang.

Pada gambar di atas, Ras mengalami modifikasi pasca-translasi. Ras harus terikat pada membran sel untuk mengubah aktivitas. Protein Ras onkogenik kehilangan aktivitas transformasinya ketika penempelan ke membran plasma diblokir oleh farnesyltransferase inhibitor (FTIs).

d-limonen berpotensi bertindak sebagai FTI yang kurang kuat. Setelah prenilasi, langkah selanjutnya dalam modifikasi pasca-translasi adalah proteolisis AAX oleh Rce1 dan kemudian reaksi metilasi pada sistein ter-farnesilasi oleh enzim isoprenilsistein karboksil metiltransferase.

Situs palmitoylasi pada H-Ras, N-Ras, dan K-Ras4A atau domain polilysin pada K-Ras4B digambarkan oleh muatan positif pada gambar. H-Ras ditampilkan sebagai contoh dari tiga bentuk terpalmitoylasi (gambar dan teks diadaptasi dari Brunner et al.)

Referensi

Miller et al., 2011, d-Limonene: a bioactive food component from citrus and evidence for a potential role in breast cancer prevention and treatment, Oncology reviews.

 

4 thoughts on “d-Limonen: Senyawa menarik monoterpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s