Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Cara Benar Penggunaan Obat Herbal

2 Comments


Obat herbal memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Memiliki efek samping relatif kecil jika digunakan secara tepat
  2. Memiliki efek relatif lambat tetapi jelas manfaatnya
  3. Bersifat holistik atau memiliki kombinasi efek dalam satu ramuan
  4. Lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif
  5. Banyak yang bersifat promotif dan preventif

Efek samping relatif kecil tersebut, ada syaratnya. Jika pemakaian tidak benar maka bisa saja obat herbal juga berbahaya.

  1. Kebenaran bahan
  2. Ketepatan takaran/dosis
  3. Ketepatan waktu penggunaan
  4. Ketepatan cara penggunaan
  5. Ketepatan susunan ramuan
  6. Ketepatan ramuan dengan tujuan penggunaan

KEBENARAN BAHAN, sudah di bahas pada postingan: Kebenaran bahan obat herbal.

KEBENARAN TAKARAN/DOSIS

Jika bahan digunakan tidak benar, misal karena kebanyakan maka bisa menimbulkan dampak yang merugikan. Berikut takaran maksimum dari bahan obat herbal, dan dijelaskan dampaknya jika pemakain berlebihan.

Ketimun ()

Buah yang menyergarkan ini hamper setiap hari kita temui. Juga banyak dijual dari pasar tradisional sampai mall-mall besar. Efek menguntungkan dari buah ini adalah kemampuannya menurunkan tekanan darah. Hal ini karena ada kandungannya adalah.

Namun harus hati-hati, jangan berlebihan. Takaran yang diizinkan adalah maksimum 2 buah besar. Jika melebihi ini maka dampaknya adalah tekanan darah bisa drop (hipotensi).

Seledri (Apium)

Sayuran ini jga popular dan sering kita temui. Khasiatnya adalah sebagai penurun darah … namum pemakaiannya jang berlebihan, maksimum  400 gram. Jika lebih dari ini bisa membuat pingsan.

Gambir (pinang)

Maksimum digunakan adalah 1 ibu jari. Jika lebih dari 1 ibu jari diare berhenti tetapi akan kesulitan buang air besar (konstipasi). Hal ini karena kandungan tannin yang tinggi.

Kejibeling

Kejibeling oleh masyarakt sering digunakan untuk. Namun pemakaian jika lebih dari 8 lembar bisa mengiritasi ginjal. Ini karena tanaman bersifat diuretika kuat (mengeluarkan air seni) dan banyak mengandung silikat.

KETEPATAN WAKTU PENGGUNAAN

Jamu cabe puyang

Pada tahun 1980-an jamu cabe puyang dipakai di RS. Dr.Sardjito Yogyakarta. Ternyata, ibu-ibu hamil peminum jamu cabe puyang mengalami kesulitan persalinan. Setelah diteliti di laboratorium, memang obat ini menghambat kontraksi. Namun, jika diminum di awal masa kehamilan, otot uterus kokoh, resiko keguguran kecil . Jika diminum terus sampai akhir masa kehamilan, otot uterus sulit kontraksi, kesulitan persalinan. Bisa diambil kesimpulan bahwa ibu-ibu yang sedang hamil bagusnya adalah pada masa-masa awal kehamilan, bukan pada akhir atau menjelang persalinan.

Jamu kunir asem (kental)

Jamu ini sifatnya kebalikannya jamu cabe puyrang. Jangan digunakan pada awal kehamilan karena bisa menyebabkan keguguran pada awal kehamilan.

KETEPATAN CARA PENGGUNAAN

Cara penggunaan obat tradisional harus tepat, jika dipakai diluar (tidak diminum) ya jangan diminum, nanti malah bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Contohnya adalah daun kecubung berikut.

Daun kecubung, berkhasiat sebaai antiasma dengan cara melonggarkan pernafasan. Cara penggunaan tradisional adalah dengan cara dikeringkan dan diserbuk untuk bumbu rokok, lalu dihisap.

Khasiat lain adalah bisa mengurangi sakit gigi. Caranya adalah daun segar dilumatkan dan ditempelkan di pipi. Namun, jangan diseduh dan diminum, karena akan keracunan dengan gejala mata membelalak (midriasis). Ini karena kandungan tanamannya adalah adanya alkaloid atropine. Jika disalahgunakan untuk mabuk sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kematian.

BEREFEK LAMBAT TETAPI JELAS

Ini adalah kalimat yang jelas untuk efek Jamu, berefek lambat tapi jelas.  Jamu sangat cocok untuk pegobatan penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif (berkurangnya fungsi tubuh karena usia). Jika ada penyakit yang memerlukan tindakan cepat maka bisa digunakan obat modern, misal sakit infeksi maka bisa diberikan antibiotik.

Penyakit metabolik dan degenerative sangat cocok memakai obat herbal. Ini karena pengobatan pada penyakit tersebut waktunyalama, kadang sapajang hidup (life threatening drug). Maka diperlukan obat dengan efek samping kecil, dan obat tradisional lebih sesuai. Contoh penyakit-penyakit tersebut adalah:

–  Diabetes, hiperkolesterol, dan asam urat

–  Rematik, hipertensi, maag, kanker, lemah syahwat, pikun, dan hepatitis.

Berikut penjelasan onset (masa kerja) obat herbal dalam aksinya menyembuhkan penyakit.

Jika Anda minum jamu pegel linu, misal Anda malam minum jamunya, maka efeknya baru bisa terasa pagi harinya. Badan jadi enteng dan segar kembali. Jika Anda minum Jamu pegal linu, namun setelah 2 jam badan langsung enteng bisa dipastikan jamu tadi telah dicampur denga BKO (bahan Kimia Obat).

Contoh kedua adalah Jamu diabetes. Obat ini baru kelihatan efeknya setelah pemakaian lebih dari 2 minggu  dan harus diminum secara teratur.

Contoh ketiga adalah jamu pelangsing, baru kelihatan efeknya setelah sebulan. Jadi jangan percaya iklan spanduk dipinggir-pinggir jalan yang mengatakan bisa turun 5 kg dalam waktu 1 minggu. Itu tidak sehat dan akan berbahaya bag tubuh Anda.

Contoh keempat, Jamu penurun kolesterol baru terasa setelah minimal 1 bulan minum obatnya secara teratur.

Sumber: Kuliah Prof. Suwidjiyo Pramono, April 2011

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

2 thoughts on “Cara Benar Penggunaan Obat Herbal

  1. mohon izin copas pak… terima kasih

  2. like this mas banyak tuh obat mengaku pelangsing turun dalam waktu seminggu
    btw ada yg tentang pemutih dari obat herbal g? soalnya yg ini populer trutama di FB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s