Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Love and Other Drug

3 Comments


Dunia pemasaran obat resep, mungkin sebagian bisa terwakili dalam film “Love and Other Drug”. Film yang dirilis 24 November 2010, menceritakan kisah Jamie (Jake Gyllenhaal) sebagai seorang medical representative di suatu perusahaan farmasi. Film mengambil setting tahun 1996, dimana  Jamie yang semula bekerja di toko elektronik dipecat lantaran sifat playboynya mengencani pacar pemilik toko elektronik tersebut. Tak lama, saudaranya menawari pekerjaan sebagai seorang Medical Representative di perusahaan farmasi raksasa, Pfizer. Jamie mendapat tugas untuk membawa obat Zithromax (Azitromisin, antibiotik yang sangat laris untuk penyakit infeksi) dan Zoloft (Sertralin, suatu antidepresan golongan SSRI-selective serotonin reuptake inhibitor).

Sama seperti di Indonesia, ada kalangan dokter yang menjadi panutan bagi dokter-dokter lainnya. Jika berhasil mendekati dokter senior tersebut untuk beralih ke merek si Jamie maka akan membawa lucky baginya. Saat itu, dr. Knight rajin meresepkan obat kompetitor Prozac (Fluoxetin), suatu SSRI dari Ely Lily (Baca: Apa itu Prozac). Jamie menggunakan keterampilan sebagai womanizer untuk mendapatkan akses ke Dr Knight melalui staf wanitanya.

Sampai akhirnya dia bertemu dengan pasien dari dr. Knight yaitu Maggie Murdock yang menderita early onset Parkinon’s disease. Mereka menjadi dekat, dan Jamie kerapkali berkelahi dengan Medrep Prozac, yang juga menyukai Maggie. Banyak rintangan diantara hubungan mereka, mulai dari penyakit Maggie, aktivitas Jamie yang kian padat, dan tantangan baru pekerjaan baginya untuk menjual obat yang banyak diperbincangkan, Viagra (sildenafil).

Bagi praktisi marketing di dunia farmasi, film ini memang menarik. Digambarkan bagaimana perusahaan farmasi bisa berjalan penjualan obat-obatnya lewat pasukan Medrep mereka. Saat-saat masih menjalani pelatihan product knowledge dimana tiap Medrep di tes satu persatu daya hapal mereka, pembagian penempatan kerja, join visit dengan Medrep senior, pemberian entertaint kepada petugas jaga, pertarungan antar Medrep, mencuri kesempatan bertemu dokter, dan saling mengganti obat di gudang farmasi rumah sakit.

Film dengan genre komedi romantis ini, memang Love and Other Drug memiliki beberapa adegan steamy (berkeringat) dalam jumlah yang cukup banyak. Wew..

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

3 thoughts on “Love and Other Drug

  1. iya keren banget filmnya bisa buat gambaran kita gimana susah senangnya buat jadi seorang medrep dan bagaimana sulitnya sebuah industri farmasi melakukan marketing mix terhadap suatu produknya so amazinng this movie can be motivation a pharmacist

  2. mas mau tak baca niy.. tapii.. iki bedo toh karo sing film asline??

    • Filmnya ya sama nung, Love and other drug. Cuma siap-siap mental aja sebelum nonton filmnya, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s