Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Mari Membaca Journal

1 Comment


Jika Anda kuliah yang kampusnya berlangganan jurnal, tentu sudah tidak asing lagi dengan  ScienceDirect, PubACS, SpringerLink, JStor, Proquest, dsb. Hampir tiap hari baik mahasiswa atau dosen berjibaku dengan situs tersebut karena memberikan layanan jurnal yang bagus dan up to date. Hanya itu sajakah? Tentu tidak. Masih banyak lagi jurnal yang dilanggan dengan mengeluarkan ratusan juta/tahun, dan ini sangat membantu para mahasiswa dalam pencarian sumber akademik terbaru, acuan kuliah. Cukup tongkrongin laptop di kampus, udah otomatis semua jurnal yang sudah dilanggan bisa didownload gratis, tanpa batas (asal pakai signal dari wifi kampus tersebut tentunya).

Di Indonesia, kampus pengakses jurnal tertinggi adalah UGM. Pada Januari 2011, UGM melansir berita bahwa Perpustakaan UGM  dalam statistik tercatat sebagai pengguna database ejournal dari Ebscohost yang paling tinggi di antara 2800 perguruan tinggi di Indonesia. “Menurut Noor Ashikin total penelusuran ejournal dari Indonesia adalah 1.293.618 kali dan dari total tersebut penelusuran UGM adalah 1.138.507 kali selama tahun 2010. Dengan kata lain, penggunaan database Ebsco dari Indonesia, 88% adalah dari UGM. Ini merupakan kenaikan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dimana pengakses ejournal Ebsco dari UGM mencapai 84.8%”, dikutip dari situs resmi perpus UGM. Pas baca berita tersebut, dalam hati saya berkata, “Bagaimana tidak tinggi, setiap dosen di sini tiap kuliah kasih tugas suruh cari paper jurnal. Tiap minggu presentasi suruh me-review dari beberapa jurnal. Ada pembatasan lagi, minimal jurnal tahun 2010 ya anak-anak” aji gile..

Apakah sih sebenarnya keuntungan membaca jurnal?

Pertama, yang jelas informasinya up to date. Ada teman menggambarkan, “Kalo kamu membaca textbook, yang kamu baca itu adalah ilmu 10 tahun yang lalu ketertinggalannya. Kalo kamu baca jurnal, sebenarnya itu adalah ilmu 1 tahun yang lalu” ujar Juara Lifebuoy (baca: Arko Jatmiko Wicaksono) saat masih S1 tempo dulu.

Keuntungan kedua, tentunya berasa banget memicu untuk improve bahasa inggris. Setiap hari baca artikel dalam bahasa inggris, menambah kosakata yang luar biasa lumayan. Semakin lama baca jurnal makin cepat paham apa kata si penulis dalam melaporkan riset-riset mereka. “Apalagi kalau kita sudah ada basic ilmu yang kuat, terhadap jurnal yang kita baca, wah cukup 10 menit bisa dapet maksud sang penulis” ungkap editor Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention (baca: Adam Hermawan) di obrolan santainya siang kemarin.

Ada beberapa kawan mengatakan paling sebel kalo nemu artikel menarik tapi suruh bayar. Bagaiamana menghadapi kondisi ini? Cara mudah pertama, kontak saja kawan atau dosen yang sedang kuliah di luar negeri untuk mengakseskan artikel yang kita maksud. Cara kedua, jika kita menjadi member pada milis tertentu, bisa kita share artikel yang kita maksud untuk diunduhkan bagi member lain yang bisa. Sekarang di facebook sudah banyak group dalam merespon jurnal2. Gabung aja di group “Paper Request”, “Research Paper Request”, dan masih banyak lainya. Cukup kirim link artikel dari Pubmed misalnya, ga nyampe 5 menit member lain akan ngasih artikelnya via email atau inbox. Cara ketiga, coba cari di Library Genesis (libgen). Di laman home ada kolom isian “Scientific article”, masukkan judul artikel jurnal yang mau kita cari, InsyaAllah ada jika Anda beruntung. Unduh di bawah tulisan DOI, lalu rename file tambah .pdf (jika file hasil donlot bukan dlm bentuk pdf). Ketiga cara di atas adalah handal dan tingkat keberhasilannya tinggi, sudah teruji, hehe…

Cara keempat, beberapa artikel berbayar ternyata bisa diperoleh di MedScape. Tapi untuk bisa masuk Medscape kudu daftar dulu menjadi anggota (daftar Medscape adalah gratis). Bisa juga dari Medscape kita langganan artikel yang dikirim via email. Cara kelima, kita gabung di milis jurnal yang menyediakan password dan username dari universitas-universitas di dunia. Setiap minggu bakal ada update username dan password, kemudian kita login seolah-olah adalah mahasiswa dari universitas tsb. Tapi jujur saya belum pernah berhasil memakai cara ini.

Tapi gak usah kuatir, banyak kok jurnal yang sekarang bisa diakses gratis. Sebut saja NEJM, yang menyediakan review bagus-bagus yang diupdate setiap hari Kamis. Tapi ini khusus gratis untuk negara kayak Indonesia gitu, di negara laen mah kudu bayar. Ada lagi Biomed Central, PMC, BMC, dan masih banyak lagi, bisa klik di sini.

Pesan terakhir, mari jangan gaptek ilmu dengan cara membaca jurnal. Oke..

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “Mari Membaca Journal

  1. Sekedar share adja, kl sy nemu artikel yg berbayar ta’ emailin adja Authornya
    Insyaa ALLAH dalam 1×24 jam [bahkan kadang kurang] artikelnya sdh di in box

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s