Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Diversifikasi Fasilitas Umum

10 Comments


Apa itu diversifikasi? Yaitu pengembangan fungsi yang sifatnya berbeda sama sekali dengan fungsi awal. Apa contoh dalam kaitannya dengan fungsi fasilitas umum?

Pertama, tengoklah pom bensin. Pada zaman dahulu kala, saat Pertamina logonya masih kuda laut adep-adepan, ngapain orang ke pom bensin kalo gak mau beli bensin. Tapi sekarang, orang pergi ke pom bensin dengan berbagai alasan. Yang paling umum adalah ke toilet. Juga, orang yang dalam perjalanan jauh, zaman sekarang sudah umum kayaknya denger isitilah kayak gini “Mau sholat di mana?” “Di POM bensin aja depan sana”.

Kedua, adalah warnet. Bagi orang biasa, tempat ini tidak memiliki fungsi lain selain memberikan jasa jaringan internet dengan membayar sewa per jamnya. Namun, pernahkah Anda menemui cerita ini. Seseorang dari Semarang tiba di Jogja tengah dini hari. Apa yang dia lakukan? Masuk ke warnet yang menyediakan sofa panjang dan silahkan tidur di sana menunggu pagi. Cukup biaya gak sampai jeban, bisa selamat dari gelapnya malam. Pas nulis artikel ini, temen kosan yang aku tumpangin ngetik di komputernya bilang “Ada lagi diversifikasi fungsi warnet, tuh warnet yang remang-….”. Tapi saya tidak mau menceritakan di sini. Closed.

Cerita ketiga, ada seorang calon mahasiswa batu yang mau ikut ujian SNMPTN di suatu Perguruan tinggi Ibukota. Gak ada sodara, gak ada duit buit cari penginepan, tebak apa yang dia cari? Yak benar sekali, Masjid. Ha..ha..

Cerita keempat. Dulu orang taunya apotek adalah tempat yang jual obat. Just only obat. Tapi zaman sekarang, orang udah sangat popular kudu kemana ketika nyari “sarung” (sutra, durex). Yang lebih parah nyari “racun tikus mati tidak busuk” dan “pengurai WC” juga ke apotek. Pemilik apotek ketika saya tanyakan masalah ini “Ya gimana, awalnya sih mikir gimana gitu masak apotek jualan kayak gini. Tapi orang-orang pada tertarik beli, margin yang diberikan si tukang konsinyasi juga tebal, bisa sampai Rp 5000 per item, akhirnya keterusan deh” ujar pemilik apotek sekaligus APA di depan patung Gentan, Jakal km 10.

Cerita kelima, pernahkan Anda mau ke Jakarta tapi menanti kedatangan suatu armada pukul 16.45 di stasiun Lempuyangan? PROGO. Jika sudah masuk ke dalamnya, jelas jangan dibayangkan seperti naek Pramex jurusan Solo-Jogja. Di dalam kereta Progo sudah kayak pasar persis. Mulai dari penjual pop mi, mison (baca: Mizone-suatu merk Aqua), nasi rames, penjual buku RPUL, primbon, atlas dsb; penjual pisau gunting ikat pinggang sampai sikat gigi semua ada. Gak hanya ini, pengemis, pengamen, para banci, pura-pura nyapu kereta plus semprot spray parfum ruangan terus minta duit, semua masuk ke kereta progo. Bisa dikatakan, lebih tepatnya kereta ini adalah pasar berjalan.

Cerita keenam, saat anda berhenti di lampu merah bagi yang matanya ke mana-mana pasti nemuin tulisan “Menerima Olah data skripsi, tesis, disertasi, terjemahan, bla..bla…”. Setelah ditelisik lebih lanjut, eh ternyata tempat ini juga berfungsi sebagai tempat “ndandakke” skripsi, tesis, dsb. Alamak .. Masih berhubungan dengan tempelan yang banyak di lampu merah, pernahkah baca iklan seperti ini “Telat Haid, hubungi 54321xxx”. Awalnya sih gak ngedong, terus abis liat suatu acara investigasi di stasiun TV swasta, eh ternyata ….

Cerita ketujuh adalah soal SUREL (baca: surat elektronik/e-mail). Banyak provider yang kini banyak dipakai orang dari yahoo, gmail, rocketmail, dst. Awalnya, orang tau fungsinya adalah tempat ngirim pesan elektronik. Kirim dokumen scan2an, contekan jawaban tugas, master laporan, foto, dsb. Namun, ada beberapa orang kreatif yang justru memanfaatkan email layaknya flasdisk. You know flasdisk? Suatu alat portable penyimpan data yang praktis di bawa kemana-mana. Lalu apa hubungannya flasdisk dengan email? Sama, penyimpan data. Jadi, disimpannya semua data penting semacam CV, scanan ijasah, transkrip, motivation letter, contoh laporan, skripsi, dsb. Apa tujuannya? Biar kalo lupa bawa flasdisk, cukup buka email, donlot attachment dokumen yang udah disimpen, beres deh. Email juga bisa disiasati sbg tempat pemback-up data paling portable di dunia, dengan syarat dan ketentuan berlaku: HARUS ADA JARINGAN INTERNET !!

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

10 thoughts on “Diversifikasi Fasilitas Umum

  1. wkwkwkkwkk..kreatipp..tipp..tipp..mengangkat kemerosotan nulari masyarajat Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas umum spt awal dya dibuat..

  2. diversifikasi?? hmm..bolehlah… selama masih memberi manfaat.. hhe

    • tapi takutnya nama yg dipublish sebenarnya adalah kamuflase, kayak olah data dsb…tpi kgtnnya ternyata malah bikinin skripsi orang..

  3. gak dong yang nomer enam! hahahaaa…

  4. ampun dah moko..kreatif.kreatif.. otak kamu jg mengalami diversifikasi tuh, gak hanya mikirin kanker tanpu mikirin kyk gini juga..ha..

  5. berdasarka pengalaman ni,,, ^^

  6. Wah keren mas, bener2 membangkitkan awareness-ku, sebelumnya gak kepikiran hal2 kek gitu.

    Diversifikasi, seiring dengan berjalannya waktu tentu ada di mana2, apalagi orang2 Indo yg terkenal kreatif😀 mgkn bumi udah terlalu penuh dan sumpek sampe2 diversifikasi merajalela kemana2 hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s